MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 03 November 2018 14:00
Solar Cepat Habis, Ada Dugaan Diselewengkan
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Nelayan yang tergabung di Perhimpunan Nelayan Kecil (PNK) Tarakan meminta kepada pihak terkait untuk mengawasi dan membenahi dengan ketat sistem penyaluran bahan bakar subsidi bagi nelayan.

Bahan bakar yang dimaksud adalah solar subsidi untuk kebutuhan melaut nelayan kecil. Pasalnya, nelayan mengeluhkan penjualan di agen premium dan minyak solar (APMS), serta tempat penjualan sejenis sering cepat habis. Kondisi ini menghambat nelayan pergi melaut.

“Artinya, tidak sesuai apa yang diperuntukkan. Masa belum satu bulan sudah habis,” ujar Ketua Perhimpunan Nelayan Kecil (PNK) Tarakan M. Armin Arifuddin, Rabu (31/10).

Kondisi ini sudah disampaikan pihaknya ke DPRD Tarakan dan perwakilan Pemerintah Kota pada hearing yang berlangsung Senin (29/10) lalu. Armin menduga ada indikasi bahan bakar tidak tersalurkan dengan baik. Yang ia istilahkan dengan “kencing di luar”. Sehingga, penjualan bahan bakar cepat habis.

Padahal, informasi yang diperolehnya, kuota bahan bakar di sejumlah APMS yang melayani nelayan, baik di darat maupun di laut, cukup banyak. Yang dikhawatirkan Armin, bahan bakar subsidi ini disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab. Mereka mendapatkan solar dengan harga subsidi lalu dijual ke industri.

“Makanya jatah mereka (nelayan) ini habis, karena persoalan itu,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya sudah menegaskan juga kepada wakil rakyat, pemerintah kota dan pihak terkait lain pada hearing agar dapat membenahi penyaluran bahan bakar subsidi sesuai peruntukkannya. PNK Tarakan memberikan ultimatum waktu sebulan untuk membenahi. Jika tidak, pihaknya akan melakukan aksi turun ke jalan.

Ketua Komisi II DPRD Tarakan Adnan Hasan Galoeng, membenarkan adanya keluhan nelayan saat hearing soal kelangkaan solar. Padahal, kata dia, bila mengacu keterangan dari perwakilan Pertamina yang hadir, jatah APMS yang melayani nelayan sebenarnya cukup dan mestinya tidak ada kelangkaan.

Ia mencontohkan, untuk APMS Bunga Ria mendapat kuota 135 kiloliter solar per bulan, lalu APMS lainnya mencapai 90 kiloliter solar per bulan. Sementara, untuk SPBB Bengel Jaya sebanyak 65 kiloliter per bulan.

“Secara logika itu cukup. Tapi ternyata di lapangan nelayan berteriak. Terjadi kekurangan,” ujarnya.

Namun, sejumlah solusi juga sudah diberikan dari pihak terkait pada saat hearing. Misal, untuk penempatan stasiun pengisian bahan bakar (SPBB) di laut akan dilakukan revisi terharap titik penempatannya.

Bila sebelumnya posisi SPBB di daerah Juata Laut, tepatnya di depan Polairud Polda Kaltara, ada kemungkinan untuk dipindahkan di depan Bandara Juata Tarakan agar lebih mudah pengawasannya. Namun, hal ini masih akan dikaji Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan. (mrs/fen)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 10:33

Tambahan Jargas Sesuaikan Anggaran

TARAKAN – Dua program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk warga Tarakan,…

Kamis, 15 November 2018 10:15

Usul PLTS ke Wamen ESDM

TARAKAN – Kesempatan bertemu Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Arcandra Tahar,…

Rabu, 14 November 2018 12:35

Gubernur Jamin Ada Bagi Hasil

TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kembali menerima aset yang sebelumnya dikelola…

Rabu, 14 November 2018 12:32

Kaltara Jadi Perhatian Menteri PPPA

TARAKAN – Kalimantan Utara termasuk provinsi yang mendapatkan perhatian serius dari Kementerian…

Rabu, 14 November 2018 12:30

BNNP Waspadai Momentum Pergantian Tahun

TARAKAN – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara Brigjen Pol Ery Nursatari…

Selasa, 13 November 2018 11:30

Wajib Miliki Rekomendasi DPPP

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan mengeluarkan lagi sedikitnya 300…

Selasa, 13 November 2018 11:23

Kejar Target Pengesahan APBD

TARAKAN – Draf kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) APBD…

Sabtu, 10 November 2018 14:54

Potensi PAD dari SBW Tak Bisa Tergarap

TARAKAN – Sejak beberapa tahun belakangan, usaha sarang burung walet (SBW) rumahan mulai menjamur…

Sabtu, 10 November 2018 14:46

Kasus DBD Turun, MD Naik

TARAKAN – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Tarakan mengalami penurunan drastis di tahun ini…

Sabtu, 10 November 2018 14:33

Daerah Wajib Giatkan Program 3R

TARAKAN – Direktur Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Tidak Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .