MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

OLAHRAGA

Senin, 29 Oktober 2018 11:26
Anggaran, Fasilitas dan Pembinaan Atlet Akan Diperhatikan

Komitmen Khairul Bangkitkan Kejayaan Olahraga Tarakan

DUKUNG OLAHRAGA: Wali kota terpilih, Khairul saat ditemui sejumlah media.

PROKAL.CO, Sejumlah program kerja sudah disusun wali kota dan wakil wali kota Tarakan terpilih, Khairul dan Effendhi Djuprianto untuk mewujudkan visi misinya. Salah satunya, di bidang olahraga. Keuangan, pembinaan atlet dan fasilitas menjadi perhatian utama.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

PERHATIAN Khairul terhadap dunia olahraga sebenarnya bukan hanya akan diwujudkan ketika menjabat wali kota nanti. Jauh sebelum mengikuti kontestasi pemilihan kepada daerah, mantan sekretaris Kota Tarakan ini sudah terlibat dalam pembinaan olahraga.

Selama satu periode, Khairul dipercaya oleh klub-klub tenis di Tarakan menjabat ketua Persatuan Tenis Indonesia (Pelti). Ia juga memimpin ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI), serta Federasi Olaraga Rekreasi dan Masyarakat Indonesia (Formi).

Karena itu, Khairul tahu apa yang harus dilakukan untuk memajukan dunia olahraga. Anggaran, pembinaan atlet dan fasilitas harus diperhatikan jika ingin membangkitkan kembali kejayaan olahraga Tarakan yang sempat bersinar beberapa tahun lalu.

“Tidak bisa kita mencapai prestasi yang optimal, karena untuk pembinaan juga butuh biaya. Bahkan untuk sarananya saja, misalnya. Untuk beli bola juga, misalnya. Untuk anak-anak SMP atau anak SD yang kita mau bina kan tidak bisa juga kita bebani. Biasanya mereka mau main sudah bagus lah. Memang harus ada perhatian pemerintah,” ujar Khairul usai menghadiri Musyawarah Kota (Muskot) Pelti Tarakan, Ahad (28/10).

Karena itu, saat menjabat nanti, Khairul berupaya untuk bisa memberikan anggaran yang cukup bagi cabang olahraga. Namun, disesuaikan dengan keuangan daerah. Sebab, ia juga menginginkan nama Tarakan dan Kaltara bisa terus dikenal di nasional melalui olahraga.

Anggaran nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi pembinaan atlet maupun fasilitas olahraga, termasuk untuk menggelar berbagai pertandingan sebagai ajang promosi pariwisata Tarakan agar bisa menarik wisatawan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Khairul sangat paham akan efek dari penyelenggaraan event olahraga berskala nasional dan internasional di Tarakan. Sebab, itu pernah ia lakukan ketika menjabat ketua umum Pelti Tarakan dengan menggelar turnamen tenis internasional Women’s Circuit dan Men’s Future.

Namun, tidak hanya tenis, olahraga yang memiliki peminat cukup banyak seperti bulutangkis, sepak bola dan sepak takraw perlu difasilitasi untuk menggelar kejuaraan di Tarakan.

“Tentu pemikiran ke depan bagaimana bisa menggelar event-event yang bisa menarik orang banyak. Supaya itu sekaligus untuk pembinaan olahraga, pembinaan generasi muda, juga sekaligus untuk meningkatkan kunjungan, minimal wisatawan dalam negeri. Dengan demikian kita berharap wisatawan banyak, multiplier effect juga banyak, termasuk olahraga-olahraga tradisional,”  jelasnya.

Soal pembinaan atlet, Khairul setuju jika harus diperhatikan lebih serius lagi. Terutama bagaimana melahirkan atlet-atlet usia dini yang nantinya bisa menjadi andalan Tarakan di masa mendatang.

Ia mencontohkan, ketika masih menjabat ketua Pelti Tarakan, pihaknya aktif membina atlet usia dini melalui sekolah tenis Yuseka. Beberapa di antaranya bahkan mampu berprestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Atau cabang renang dan catur yang telah melahirkan atlet-atlet nasional dan internasional. “Tarakan ini fokus untuk pembinaan bibit-bibit muda. Termasuk di PSTI sudah disampaikan begitu. Karena sekarang hampir tidak ada lagi atlet kita. Dulu yang terakhir yang sempat masuk Pra PON kita dapat wild card anak satu orang. Memang itu sudah pembinaan lama, bahkan kita sekolahkan untuk berlatih tenis dan itu dibiayai pemerintah kota,” bebernya. 

Tidak ketinggalan juga perhatian terhadap fasilitas olahraga. Khairul menilai Tarakan sebenarnya telah memiliki fasilitas olahraga yang memadai. Yang perlu diperhatikan sekarang adalah pemiliharaannya.

“Sarana kan kita cukup sebenarnya. Persoalan maintenance sekarang. Ya itu tadi kita bilang, maintenance butuh duit lagi. Kalau tidak ada duit bagaimana mau maintenance,” tuturnya.

Di sisi lain, Khairul juga berharap pengurus cabang olahraga serius dalam membina. Terutama bagaimana mencari jalan keluar dalam mengatasi persoalan anggaran agar kegiatan pembinaan dapat berjalan.

Menurutnya, menjadi pengurus olahraga justru harus siap-siap berkorban dan jangan berpikir mencari keuntungan. Itu sudah dilakukannya ketika memegang cabang tenis lapangan dan sepak takraw dengan melaksanakan berbagai event tanpa bantuan pemerintah.

“Saya sudah sampaikan ke teman-teman. Kalau mau jadi pengurus, maka siap-siap untuk kurus. Jadi jangan berharap kalau jadi pengurus bisa gemuk. Namanya saja pengurus, bukan penggemuk,” selorohnya. (*/fen)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .