MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 17 Oktober 2018 14:15
Rancang Perluasan Komoditas
Ilustrasi

PROKAL.CO, KEPALA Biro Perekonomian Setprov Kalimantan Utara Usdiansyah mengatakan, produksi sumber daya alam (SDA) akan diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Salah satu yang menjadi fokus ialah batu bara, yang informasinya tidak ada lagi ekspor pada 2050 mendatang. Untuk mencapai sasaran tersebut, ada lima tahapan yang dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya, memberlakukan moratorium pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) batu bara di hutan alam primer dan lahan gambut yang berada di hutan konservasi.

"Kebijakan tersebut menjadi lampu kuning bagi kondisi neraca perdagangan Kaltara yang strukturnya didominasi oleh kinerja ekspor batu bara," ujar Usdiansyah, Selasa (16/10).

Rencana penghapusan ekspor batu bara, dikhawatirkan akan berdampak pada kinerja impor yang mampu mengalahkan kinerja ekspor daerah. Keadadaan tersebut tidak hanya berlaku di Kaltara, melainkan menyeluruh pada daerah yang mengandalkan batu bara untuk menunjang nilai ekspornya.

"Untuk mengantisipasinya akan dirancang upaya perluasan komoditas ekspor dari golongan pertanian dan kehutanan, serta hasil industri," sebutnya.

Upaya tersebut, menurutnya, menjadi satu-satunya jalan agar kondisi neraca perdagangan tidak timpang yang dapat menyebabkan persoalan ekonomi makro di daerah. “Tentu solusinya adalah meningkatkan nilai ekspor dari sumber daya alam yang terbarukan. Baik dalam bentuk hasil alam atau produk olahan,” ungkapnya.

Dengan adanya investasi yang berkembang di sektor non tambang, kata Usdiansyah, dapat menjadi jalan keluar dalam jangka waktu panjang. Sehingga, Kaltara memiliki modal untuk tetap mencatatkan kinerja ekspor yang stabil pada 2050 mendatang.

“Jadi, perlu diingat bahwa realisasi investasi di sektor non tambang dapat menyediakan komoditas yang berpotensi untuk diekspor,” ujarnya. (*/fai/fen)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 10:39

Intensifkan Pengawasan Malam Hari

TARAKAN – Aktivitas nelayan pukat pada malam hari di sekitar Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur…

Jumat, 16 November 2018 10:20

Harga Anjlok karena Stok Melimpah

TARAKAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai persoalan anjloknya harga udang windu…

Kamis, 15 November 2018 10:28

Lulusan Teknik Industri Bakal Banyak Dicari

TANJUNG SELOR – Kepala Seksi Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)…

Rabu, 14 November 2018 12:27

Minta Petani Tak Bergantung ke Dinas

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultural Dinas Pertanian Bulungan, Andik…

Selasa, 13 November 2018 11:52

Produk UKM Dikenal Hingga Mancanegara

BERDASARKAN data yang dimiliki Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltara, ada 12 ribu…

Senin, 12 November 2018 22:36

Pastikan Upah Naik Setiap Tahun

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang (Kabid) Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Disnakertrans…

Senin, 12 November 2018 21:27

Harga Udang Turun, Pemkot Jangan Lepas Tangan

TARAKAN – Persoalan harga udang windu atau udang tiger yang dirasakan petambak di Kalimantan Utara…

Minggu, 11 November 2018 18:53

HET Beras Dicuekin Pedagang

TANJUNG SELOR – Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras, daging, gula…

Minggu, 11 November 2018 18:52

Elpiji 3 Kg Dijual Mahal

TANJUNG SELOR – Penjualan elpiji 3 kg di Kabupaten Bulungan masih dikeluhkan masyarakat. Harga…

Rabu, 07 November 2018 14:54

Budidaya Rumput Laut Tak Boleh di Alur Pelayaran

TANJUNG SELOR – Potensi rumput laut yang begitu besar di Kalimantan Utara, telah banyak dikembangkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .