MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Kamis, 11 Oktober 2018 16:05
Derajat Kesehatan Masyarakat Harus Ditingkatkan
GERMAS: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie meninjau stand Germas, Selasa (9/10).

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Derajat kesehatan masyarakat di Kaltara harus dapat terus meningkat. Peningkatan itu diwujudkan dalam berbagai indikator yang menjadi alat ukur derajat kesehatan. 

 

Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat membuka pertemuan sinergitas program pusat dan daerah tentang penggunaan DAK non fisik atau bantuan operasional kesehatan (BOK) pelaksanaan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kayan Multifunction Hall Hotel Tarakan Plaza, Selasa (9/10). 

 

Kegiatan ini hasil kerja sama Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

 

Gubernur berharap lewat kegiatan ini, sinkronisasi, koordinasi dan evaluasi atas penggunaan DAK non fisik atau BOK tahun ini dapat dilakukan dengan cermat dan tepat. “Output-nya adalah tersusunnya dokumen evaluasi dan tindak lanjut dari pertemuan ini. Saya berharap dalam 3 hari ke depan dokumen itu sudah dapat disusun. Saya perintahkan Kepala Diskes Kaltara (Usman) dan jajarannya untuk merealisasikannya, dan menyerahkan laporan tertulis beserta dokumen dimaksud kepada Gubernur,” tutur Irianto.

 

Yang lebih penting, lewat realisasi DAK non fisik itu, maka derajat kesehatan masyarakat Kaltara dapat semakin meningkat. “Kesehatan adalah hal penting, dan indikator keberhasilan utama pembangunan. Ini sesuai Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dan wakilnya, HM Jusuf Kalla. Utamanya, Nawacita ke-5 yakni meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dimana untuk mewujudkannya, harus dilakukan upaya peningkatan pada bidang kesehatan, pendidikan, dan pendapatan. Ini juga menjadi standar PBB untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan suatu negara atau bangsa,” jelas Gubernur.

 

Dari itu, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah kewajiban seluruh jajaran elemen pemerintahan. “Derajat kesehatan dengan tiap indikatornya, datanya harus diketahui di setiap daerah. Seperti, jumlah tempat tidur di RS dibanding masyarakat, jumlah dokter dibandingkan dengan jumlah potensi pasien, dan lainnya. Yang terjadi saat ini, data yang disajikan tak valid sehingga saat dianggarkan kegiatannya malah menjadi masalah,” kata Irianto.

 

Belajar dari hal itu, Gubernur mengharapkan bantuan dana untuk kesehatan, seperti DAK non fisik atau BOK dapat dimaksimalkan. Namun yang terjadi, berdasarkan data Diskes Kaltara realisasi DAK non fisik atau BOK tahun 2018 di Kaltara masih minim. 

 

Dari evaluasinya, BOK untuk Kaltara sekitar Rp 38,4 miliar untuk tahun ini. Sementara realisasi per kabupaten dan kota, untuk Kabupaten Bulungan hingga Oktober 2018, baru terealisasi 12,7 persen dari pagu Rp 8,4 miliar. Lalu, Malinau realisasinya 19,3 persen dari pagu Rp 11,05 miliar; Nunukan realisasi 20,6 persen dari pagu Rp 10,8 miliar; Tarakan realisasi 17,8 persen dari pagu Rp 4,8 miliar; dan Tana Tidung realisasi 11,7 persen dari pagu Rp 3,18 miliar. 

 

“Jadi, rata-rata untuk Kaltara realisasinya 17 persen atau baru termanfaatkan sebesar Rp 6,68 miliar. Saya ingatkan, evaluasi ini adalah indikator kinerja aparatur yang berkaitan di bidang kesehatan, dan yang bertanggungjawab atas semua ini adalah kepala dinasnya masing-masing, lebih tinggi lagi adalah kepala daerahnya. Seharusnya realisasi itu, hingga Oktober ini sudah mencapai 50 persen. Mari kita introspeksi, dan malu juga kepada Allah SWT atas kinerja yang kurang baik ini,” ujarnya. (humas)

 

DAK Non Fisik (BOK) Tahun Anggaran 2018 

 

1. Bulungan

- Pagu : Rp 8.442.258.000

- Realisasi: Rp 1.075.625.680 (12,7 persen)

 

2. Malinau

- Pagu: Rp 11.055.634.000

- Realisasi: 2.135.948.488 (19,3 persen)

 

3. Nunukan 

- Pagu: Rp 10.862.190.000

- Realisasi: Rp 2.237.947.050 (20,6 persen)

 

4. Tarakan

- Pagu: Rp 4.843.586.000

- Realisasi: Rp 863.065.938 (17,8 persen)

 

5. KTT

- Pagu: Rp 3.182.735.000

- Realisasi: Rp 371.688.000 (11,7 persen)

 

KALTARA

- Pagu: Rp 38.386.403.000

- Realisasi: Rp 6.684.275.156 (17 persen)

 

Sumber : Diskes Kaltara


BACA JUGA

Rabu, 21 November 2018 12:41

Pemprov Programkan Listrik hingga Pelosok

JAKARTA – Persoalan kesejahteraan tak bisa lepas dari ketersediaan listrik.…

Rabu, 21 November 2018 12:37

Kanal Antarmoda Terwujud, Muncul Kawasan Ekonomi Baru

Gerak pembangunan infrastruktur di Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki banyak dampak…

Rabu, 21 November 2018 12:34

Hutan Kota Bakal Dibenahi

TANJUNG SELOR – Setidaknya ada 12 program dan kegiatan strategis…

Selasa, 20 November 2018 14:24

Kaltara Raih Penghargaan Integra

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kembali mendapatkan penghargaan dari…

Selasa, 20 November 2018 14:23

Tahun Depan, PNS Pakai Tanda Pangkat

TANJUNG SELOR – Mulai tahun depan semua PNS Pemprov Kalimantan…

Selasa, 20 November 2018 14:22

Pengembangan Pelabuhan Tengkayu I Dinilai Baik

Dengan tujuan untuk mengetahui secara riil, pogres pengerjaan proyek infrastruktur…

Selasa, 20 November 2018 14:20

Tiga Pulau di Kaltara Bebas Rabies

TANJUNG SELOR – Tiga pulau di Kaltara, yakni Pulau Tarakan,…

Senin, 19 November 2018 13:03

Gubernur Tinjau 22 Proyek Infrastruktur, Apa Hasilnya?

TARAKAN – Seluruh hasil pembangunan infrastruktur, baik yang didanai oleh…

Jumat, 16 November 2018 14:06

Sosialisasikan UPT Taman Budaya

TANJUNG SELOR – Dalam rangka mensosialisasikan visi dan misi Unit…

Jumat, 16 November 2018 14:05

Efektif Kelola Organisasi Jadi Kunci Keberhasilan

TARAKAN – Efektivitas dan efisiensi dalam tata kelola organisasi dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .