MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Jumat, 05 Oktober 2018 14:18
Terdakwa OTT Hanya Divonis 1,2 Tahun
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Bunyu, Februari lalu, telah diputus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Samarinda, Rabu (3/10).

Terdakwa yang merupakan pegawai di KUPP Bunyu berinisial RS, divonis 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp 50 juta. RS dianggap terbukti melakukan pelanggaran yang terdapat pada Pasal 12 huruf P Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kalau tidak bisa membayar dendanya, maka tahanannya akan ditambah selama dua bulan,” ujar Kasi Intel Kejakasaan Negeri (Kejari) Bulungan, Deny Iswanto, Kamis (4/10).

Dikatakan, vonis yang diberikan kepada RS selama 1 tahun 2 bulan tidak sebanding dengan yang tertera pada undang-undang. Dalam undang-undang yang dimaksud, kata dia, setiap orang yang melakukan tindak pidana korupsi dihukum maksimal seumur hidup.

Akan tetapi, lanjut dia, ada tiga pertimbangan dari hakim Pengadilan Tipikor Samarinda atas vonis tersebut. Pertimbangan yang pertama yaitu terdakwa tidak pernah dihukum, tidak pernah melakukan korupsi ataupun pungli dan masih memiliki tanggungan keluarga.

“Itulah yang menjadi pertimbangan hakim saat itu sehingga RS hanya divonis 1,2 tahun penjara,” ungkapnya.

Saat ini, RS ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Sempaja, Samarinda. “Di daerah kita kan belum ada Pengadilan Tipikor. Makanya ketika ada kasus korupsi atau pungli semuanya pasti ke Samarinda. Ditahan di sana juga,” ujarnya.

Untuk diketahui, RS yang merupakan PNS KUPP Bunyu ditangkap pada 23 Februari, sekira pukul 12.20 Wita. Tim Saber Pungli Kabupaten Bulungan berhasil mengamankan dua amplop berisi uang Rp 1,4 juta dan Rp 1,8 juta. Selain itu, Tim Saber Pungli juga menyita uang sebear Rp 44.200.000 yang diduga hasil pungli. (*/fai/fen) 


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 11:18

Hutan Adat Masih Nihil

TANJUNG SELOR – Sejumlah daerah di Kalimantan Utara telah memiliki peraturan daerah tentang masyarakat…

Jumat, 16 November 2018 10:43

Siapa Saja Penerima Beasiswa? Pekan Depan Diumumkan

SIAPA yang berhak menerima beasiswa Kaltara Cerdas, bisa diketahui pada pekan depan. Informasi ini disampaikan…

Jumat, 16 November 2018 10:37

Desak Timsel Tuntaskan Rekrutmen Dirut Perusda

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Sudjati mengaku dirinya telah meminta agar seleksi direktur Perusahaan…

Jumat, 16 November 2018 10:23

Inpres KBM Tanjung Selor Diterbitkan

TARAKAN – Pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor akhirnya ada titik terang. Pasalnya,…

Kamis, 15 November 2018 10:23

Siap Tampung Anak Korban Gempa dan Tsunami

TANJUNG SELOR - Sesuai instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, anak…

Rabu, 14 November 2018 12:36

IKLH Kaltara 81,91 Persen

TANJUNG SELOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara mencatat nilai indeks kualitas lingkungan…

Selasa, 13 November 2018 11:54

Tambang Emas Ilegal Makan Korban

TANJUNG SELOR – Aktivitas tambang emas ilegal di sekitar Kalambakas, Desa Sekatak Buji, Kecamatan…

Senin, 12 November 2018 22:34

Lahan Pertanian Abadi Belum Mendesak

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara Andi Santiaji mengatakan, saat…

Minggu, 11 November 2018 19:12

Perusda Tak Diseriusi Pemkab

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terkesan tidak serius menyelesaikan…

Minggu, 11 November 2018 19:00

Korban Kekerasan Enggan Melapor

TANJUNG SELOR - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat sejak dua tahun terakhir. Sejauh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .