MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 26 September 2018 15:04
Pariwisata Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
DESTINASI WISATA: Pantai Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan.

PROKAL.CO, TARAKAN - Naik turunnya ekonomi nasional yang dipengaruhi perekonomian dunia, perlu disiati dengan mengkaji peluang-peluang baru yang bisa memberikan pendapatan besar dalam jangka panjang. Pariwisata menjadi salah satu potensi yang menjanjikan. Termasuk di Kaltara.

Menurut pengamat ekonomi, Winang Budoyo, pariwisata di Kalimantan Utara memiliki potensi menjanjikan untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru selain pertambangan, pertanian, konstruksi dan perdagangan.

Hal tersebut ia amati berdasarkan pertumbuhan ekonomi Kaltara di beberapa sektor. Untuk bidang pariwisata, grafiknya menunjukkan adanya pertumbuhan melalui akomodasi dan makanan, serta minuman. Dalam hal ini banyaknya wisatawan yang menggunakan fasilitas hotel dan restoran.

“Andilnya masih kecil. Sumbangannya kecil, hanya 1,6  persen. Tapi pertumbuhannya termasuk yang tinggi, 14,4 persen,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri kegiatan diseminasi kajian ekonomi keuangan regional di Tarakan, Selasa (25/9).

Pertumbuhan tersebut dinilainya sebagai salah satu yang tertinggi pada kuartal kedua tahun ini, setelah pengadaan listrik dan gas dalam bidang infrastruktur pemerintah. Meskipun sumbangannya terbilang kecil, namun dari sudut pandang positif, potensi untuk naik lebih tinggi sangat memungkinkan.

Menurutnya, itu bisa menjadi langkah awal dalam upaya mendorong pariwisata menjadi sumber ekonomi baru di Kaltara. Dia juga mengatakan, tidak stabilnya rupiah, karena pasokannya sangat tergantung pada dana asing yang masuk ke Indonesia. Sumber dari dalam negeri sendiri terbatas hanya dari bidang ekspor dan impor seperti di bidang pertambangan, pertanian dan perikanan untuk di Kaltara. Sehingga, perlu mencari sumber ekonomi baru yang menjanjikan.

“Kalau misalnya, basis ekspornya sudah bagus, sudah tebal, kapan pun keluar masuk enggak masalah,” ujarnya.

Kaltara di mata Winang, punya potensi besar, karena letaknya sebagai pintu gerbang di utara Indonesia yang berbatasan dengan beberapa negara. Dengan kondisi geografis yang strategis, pemerintah daerah perlu melakukan upaya untuk mendorong turis masuk melalui kunjungan wisata.

Upaya yang dimaksud berupa pengembangan objek-objek wisata disesuaikan kondisi alam. Selain itu, fasilitas penunjang seperti akses menuju destinasi wisata juga perlu diupayakan agar memudahkan wisatawan.

“Pariwisata ini sebetulnya paling gampang, paling mudah, paling cepat, karena secara tidak langsung modalnya cuma satu. Senyum doang. Senyum itu sudah modal awal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kaltara, Lasty menuturkan, dalam rangka menjadikan pariwisata sebagai ekonomi baru, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah. Misal, dalam bidang promosi.

“Kita promosi itu lewat digital tourism. Bapak-bapak bisa lihat dari Instagram kita. Pariwisata Kaltara,” ujarnya.

Wisata alam dan budaya menjadi potensi yang ditawarkan Pemprov Kaltara. Misal, saat ini pihaknya lagi gencar mempromosikan wisata arung jeram di Bulungan. Atau pengembangan kawasan pariwisata di Krayan yang berbatasan dengan Sabah, Malaysia.

“Di sana (Krayan) ekonominya bagus, wisatanya bagus, sumber daya alamnya juga banyak. Perlu kami kembangkan di sana. Semacam kajian pariwisata. Kenapa kami kembangkan, karena di Krayan itu dekat dengan Malaysia,” ujarnya.

Dia juga menyatakan Pemprov Kaltara juga telah melakukan upaya untuk mempermudah wisatawan menuju destinasi wisata. Misal, dengan menyiapkan akses jalan. Seperti di Krayan, dilakukan dengan melobi pemerintah pusat untuk pembangunan jalan di perbatasan. Termasuk juga destinasi budaya seperti yang akan dilaksanakan di Kabupaten Malinau berupa pesta Irau.

Lasty menyebut secara keseluruhan ada 160 destinasi wisata yang tersebar di Kalimantan Utara, yang kebanyakan merupakan objek wisata alam dan budaya seperti pantai, desa wisata, hutan wisata air terjun dan lain-lain. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 14:20

Konverter Kit Belum Ada Kejelasan

TARAKAN –  Janji Pemerintah Kota Tarakan mendistribusikan mesin kapal berbahan bakar gas,…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:04

Warga Sebengkok Kesulitan Air Bersih

TARAKAN – Sejumlah warga Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah mengaku dalam beberapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:25

Antisipasi Napi Masuk Tarakan

TARAKAN – Narapidana yang sengaja dilepas saat terjadi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, belum…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:23

Insentif Ketua RT Hanya Cair Tiga Bulan

TARAKAN – Ketua-ketua RT akhirnya bakal menikmati insentif yang belum dibayarkan selama lima bulan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:49

Stiker di Kaca Mobil Ganggu Jarak Pandang

TARAKAN – Kaca mobil, baik angkutan kota maupun mobil pribadi menjadi salah satu media bagi peserta…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:45

APK Bertebaran di Tarakan

TARAKAN – Alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu berupa baliho, mulai menghiasi setiap sudut…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:37

Klaim Tarakan Bebas Kaki Gajah

TARAKAN – Pemberian obat pencegahan missal (POPM) penyakit kaki gajah atau filariasis tidak diwajibkan…

Senin, 15 Oktober 2018 00:15

Organisasi Kepemudaan Membantu

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltara Haerumuddin mengatakan, banyaknya organisasi…

Senin, 15 Oktober 2018 00:14

Gini Nih Jadinya Kalau Termakan Isu Penculikan di Medsos

TARAKAN – Isu penculikan anak yang beredar di media sosial, kembali ditelan mentah-mentah oleh…

Senin, 15 Oktober 2018 00:08

Kepemilikan Identitas Ganda Berkurang

MALINAU - Persoalan identitas kependudukan yang kerap ditemui di wilayah perbatasan Kaltara, terutama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .