MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Minggu, 23 September 2018 15:11
Rusus Hanya Hunian Sementara, DPKPP Tegaskan Bukan untuk MBR
HUNIAN SEMENTARA: Rusus yang berada di Jalan Bom Panjang, Kelurahan Pamusian bukan untuk diperjualbelikan.

PROKAL.CO, TARAKAN - Pemerintah pusat membangun Rumah Khusus (rusus) bagi rakyat yang paling membutuhkan. Pembangunan rumah khusus merupakan realisasi pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran khususnya daerah-daerah perbatasan.

Direktorat Rumah Khusus Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR, mengalokasikan Rp 1,4 triliun untuk membangun 6.002 unit rumah khusus di seluruh Indonesia.

Tanpa terkecuali Tarakan juga dalah satu daerah yang dibangun rusus. Tapi belakangan terjadi kesalah pahaman masyarakat. Sebab masyarakat menganggap rusus tersebut rumah yang diperjual belikan khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Padahal fungsinya adalah hunian sementara yang diperuntukan khusus seperti korban bencana contohnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Perumahan DPKPP Tarakan Murhansyah mengatakan, rusus tersebut bukan untuk diperjualbelikan melainkan menjadi hunian sementara bagi para nelayan, korban bencana maupun TNI/Polri yang tinggal di perbatasan.

"Ini bukan perumahan yang diperjual belikan atau program pemerintah yang diperuntukan khusus bagi MBR. Sifatnya sementara, misal ada seseorang yang menjadi korban bencana alam kita tampung di sana. Nah dalam waktu yang ditentukan sesuai kesepakatannya nanti, penghuninya ini dibiarkan menabung untuk mencari hunian permanennya. Jadi secara keseluruhan ini sebagai hunian sementara," ungkapnya, Sabtu (22/9).

Saat ditanyakan mengenai pengesahannya, Murhan mengatakan tinggal menunggu hibah dari pemerintah pusat. Karena saat ini, Pemkot Tarakan hanya menunggu hal tersebut.

"Setelah itu nanti, baru kita akan mengundang seluruh stakeholder terkait untuk duduk bersama membahas regulasi untuk rusus tersebut. Apakah itu tentang pungutan biaya, kriteria-kriteria persyaratan, maupun berapa lama waktu yang ditentukan bagi sipenghuni untum meninggalkan rusus tersebut," ungkapnya.

Mursan menambahkan, jika pihaknya belum bisa memastikan kapan akan mendapat hibah bangunan rusus tersebut. Selain itu, pihaknya juga belum berani mengatakan regulasi-regulasi terkait, dikhawatirkannya suatu saat akan ada perubahan mengenai hal tersebut.

"Kita tidak bisa mendahului atasan, yang jelas saat ini kita hanya menunggu hibah tersebut diberikan kepada kita. Doakan saja sebelum akhir tahun sudah dapat berfungsi. Sekali lagi saya pertegas tidak diperjual belikan," pungkasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 14:20

Konverter Kit Belum Ada Kejelasan

TARAKAN –  Janji Pemerintah Kota Tarakan mendistribusikan mesin kapal berbahan bakar gas,…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:04

Warga Sebengkok Kesulitan Air Bersih

TARAKAN – Sejumlah warga Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah mengaku dalam beberapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:25

Antisipasi Napi Masuk Tarakan

TARAKAN – Narapidana yang sengaja dilepas saat terjadi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, belum…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:23

Insentif Ketua RT Hanya Cair Tiga Bulan

TARAKAN – Ketua-ketua RT akhirnya bakal menikmati insentif yang belum dibayarkan selama lima bulan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:49

Stiker di Kaca Mobil Ganggu Jarak Pandang

TARAKAN – Kaca mobil, baik angkutan kota maupun mobil pribadi menjadi salah satu media bagi peserta…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:45

APK Bertebaran di Tarakan

TARAKAN – Alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu berupa baliho, mulai menghiasi setiap sudut…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:37

Klaim Tarakan Bebas Kaki Gajah

TARAKAN – Pemberian obat pencegahan missal (POPM) penyakit kaki gajah atau filariasis tidak diwajibkan…

Senin, 15 Oktober 2018 00:15

Organisasi Kepemudaan Membantu

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltara Haerumuddin mengatakan, banyaknya organisasi…

Senin, 15 Oktober 2018 00:14

Gini Nih Jadinya Kalau Termakan Isu Penculikan di Medsos

TARAKAN – Isu penculikan anak yang beredar di media sosial, kembali ditelan mentah-mentah oleh…

Senin, 15 Oktober 2018 00:08

Kepemilikan Identitas Ganda Berkurang

MALINAU - Persoalan identitas kependudukan yang kerap ditemui di wilayah perbatasan Kaltara, terutama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .