MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 19 September 2018 14:17
Barang Ilegal Masuk Menggunakan Kapal Nelayan
Mustamin Pare

PROKAL.CO, PENGAWASAN terhadap barang-barang ilegal dari Tawau, Malaysia, dilakukan secara ketat oleh aparat keamanan dan penegak hukum. Namun kenyataan di lapangan, masih dijumpai kapal-kapal yang membawa barang-barang ini tanpa izin perdagangan ini.

Modus baru adalah dengan menyelundupkan barang-barang ilegal tersebut melalui kapal-kapal nelayan yang melakukan aktifitas melaut di perairan Kaltara. Daerah yang menjadi tujuan mereka selain Tarakan, adalah Bunyu dan Bulungan.

“Itu yang modusnya yang sekarang saya lihat lagi tren. Sampai di Tanjung Selor sekarang,” ujar Seksi Karantina Tumbuhan yang juga Koordinator Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Mustamin Pare, Senin (17/9).

Menurutnya, modus ini memang sulit terdeteksi. Sebab, lazimnya kapal-kapal nelayan berukuran kecil, jarang diperiksa aparat keamanan maupun penegak hukum jika menjumpai di lautan. Kebanyakan mereka juga pada umumnya hanya mencari ikan. 

Selain itu, menurut Mustamin, kapal nelayan berukuran kecil tidak memiliki izin berlayar, sehingga jarang pula diperiksa oleh aparat penegak hukum. Kesempatan itulah yang kini dimanfaatkan untuk membawa barang ilegal.

Namun, Mustamin Pare tidak lantas mencatut kalau oknumnya adalah nelayan. Bisa saja masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia pun menyebut kalau perbuatan itu banyak dilakukan masyarakat Nunukan.

“Yang bingung kami karena yang masyarakat ini berasal dari Sebatik semua. Saya enggak tahu status nelayan atau masyarakat biasa memanfaatkan momen-momen itu. Mungkin ya itulah, ada kebutuhan,” tuturnya

Menurut penilaiannya, meski kapal-kapal nelayan berukuran kecil, namun bisa mengangkat barang hingga 3 ton. Bunyu menjadi alternatif persinggahan mereka selain Tarakan atau Bulungan.

Sebab, menurut Mustamin Pare, Bunyu kurang mendapatkan pengawasan pihaknya karena tidak ada petugas yang standby di sana. Mereka membawa barang berdasarkan permintaan.

Barang yang biasa dibawa mereka kebanyakan seperti beras, bawang bombai, buah-buahan, daging dan sosis.

Dengan tanpa ada surat izin perdagangan, Mustamin Pare tidak menjamin kesehatan barang-barang tersebut bebas dari penyakit atau tidak. Apalagi sekarang ada larangan masuknya unggas dan produk olahan sejenisnya dari Malaysia karena merebaknya wabah flu burung di Negeri Jiran-sebutan Malaysia.

Menanggapi hal itu, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kalimantan Utara, Rustan, tidak memungkiri. Ia pun menduga lebih banyak dilakukan masyarakat dari Nunukan.

“Kalau nelayan Tarakan kayaknya kurang tepat. Tapi kalau nelayan Nunukan bisa jadi karena teman-teman nelayan Nunukan menjual hasil tangkapan secara langsung ke Malaysia,” ujar Rustan melalui pesan whatshapp (WA) kepada Bulungan Post. 

Rustan mengimbau kepada teman-teman nelayan di Kaltara agar tidak melakukan perbuatan tersebut karena risikonya melanggar hukum. Ia menyarankan agar lebih baik tetap melaksanakan aktifitas nelayan. (mrs/rio) 


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 10:08

Diskominfo Kejar Target Nasional

TANJUNG SELOR – Pemerintah menargetkan pada 2020 mendatang tidak ada…

Selasa, 11 Desember 2018 10:02

Pemprov Raih Predikat Kepatuhan Tinggi

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kaltara menerima penghargaan anugerah predikat kepatuhan…

Senin, 10 Desember 2018 09:58

Sembilan Kali Penyelundupan Kepiting Digagalkan

TANJUNG SELOR – Bisnis ilegal kepiting bertelur, masih sulit dihentikan.…

Minggu, 09 Desember 2018 11:32

Sembilan Titik Rawan Laka

TANJUNG SELOR – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara memetakan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:07

Dua OPD Pemprov Naik Status

TANJUNG SELOR – Terjadi perubahan tipe organisasi perangkat daerah (OPD)…

Minggu, 09 Desember 2018 11:05

Sembilan Peserta SKB Tak Hadir

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Pemprov…

Minggu, 09 Desember 2018 11:03

Kaltara Di-deadline 14 Desember

TANJUNG SELOR – Pembahasan APBD Kaltara 2019 telah difasilitasi Direktorat…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:35

Intensitas Hujan Masih Normal

INTENSITAS hujan di Bulungan terus mengalami peningkatan. Namun, menurut data…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:31

9.743 Peserta Tunggak Iuran BPJS

TANJUNG SELOR – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Bulungan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:14

APBD Kaltara Difasilitasi Kemendagri

TANJUNG SELOR – Penetapan bersama APBD Kaltara 2019 yang belum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .