MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 10 September 2018 15:03
Ongkos Angkut Disetarakan Harga dengan SOA

PROKAL.CO, DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kaltara tengah menyusun rancangan untuk alokasi Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang, pada tahun depan.

Kepala Disperindagkop Kaltara Hartono mengungkapkan, saat ini tengah dilakukan evaluasi pada SOA di tahun-tahun sebelumnya. SOA terangnya, sudah berjalan lancar, khususnya di dua kabupaten, yakni Nunukan dan Malinau.

SOA tahun ini sebesar Rp 9 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara, yang digelontorkan kepada masyarakat perbatasan.

“Salah satu yang kami harapkan, ada anggaran APBN sebagai tambahan untuk SOA barang ke perbatasan. Karena SOA ini sangat membantu masyarakat perbatasan selama ini,” jelasnya, Ahad (9/9).

Dalam pembahasan saat rapat koordinasi bersama kabupaten dan kota pada Kamis (6/9) lalu, Disperindagkop dan UMKM Ka;tara meminta agar ada usulan lokasi yang bakal diberikan jatah SOA tahun depan. Pemprov pun ujarnya, terus berkomitmen memberikan alokasi SOA, termasuk tambahan jika ada asupan dari APBN.

“Kami meminta usulan untuk daerah baru, mana yang mau dijangkau. Hasil rapat dan pertemuan menentukan titik dan lokasi yang bakal disampaikan SOA,” urainya.

Barang prioritas yang mendapat bantuan SOA adalah sembako. Pemprov Kaltara tidak memperkenankan barang-barang lain, seperti bahan bangunan yang dapat dimanfaatkan kontraktor untuk mendapat subsidi. “Ini program untuk masyarakat sesuai kebutuhan pokoknya. Jangan sampai disalah artikan,” imbuhnya.

Lanjutnya, ada beberapa kontraktor yang meminta subsididi. Tapi pihaknya menegaskan tidak boleh. Untuk itu, pengawasan pun terus dilakukan khususnya di bandara-bandara.

Sementara itu, sejumlah daerah seperti Sei Menggaris, Tulin Onsoi dan daerah lain di perbatasan, program SOA sudah berjalan, meski belum 100 persen. Namun, telah diterapkan selama beberapa tahun terakhir.

Dengan adanya subsidi, harga barang di Nunukan dan Malinau diharapkan sama dengan di Tarakan. Masyarakat pun tidak lagi terbebani dengan harga barang yang mahal.

“Dengan adanya SOA daya beli masyarakat perbatasan ke negara tetangga, Malaysia semakin berkurang,” harap Hartono. (uno/rio)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 11:52

Produk UKM Dikenal Hingga Mancanegara

BERDASARKAN data yang dimiliki Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM…

Senin, 12 November 2018 22:36

Pastikan Upah Naik Setiap Tahun

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang (Kabid) Bidang Hubungan Industrial dan…

Senin, 12 November 2018 21:27

Harga Udang Turun, Pemkot Jangan Lepas Tangan

TARAKAN – Persoalan harga udang windu atau udang tiger yang…

Minggu, 11 November 2018 18:53

HET Beras Dicuekin Pedagang

TANJUNG SELOR – Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras,…

Minggu, 11 November 2018 18:52

Elpiji 3 Kg Dijual Mahal

TANJUNG SELOR – Penjualan elpiji 3 kg di Kabupaten Bulungan…

Rabu, 07 November 2018 14:54

Budidaya Rumput Laut Tak Boleh di Alur Pelayaran

TANJUNG SELOR – Potensi rumput laut yang begitu besar di…

Selasa, 06 November 2018 14:53

Pertamina Optimistis Capai Target

TARAKAN – Produksi minyak mentah yang dilakukan Pertamina EP Asset 5 dari perut…

Senin, 05 November 2018 12:18

UMK Tarakan Diprediksi Rp 3,4 Juta

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan akan membahas upah minimum ada…

Jumat, 02 November 2018 00:21

UMKM Bantu Pertumbuhan Ekonomi

TANJUNG SELOR – Peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)…

Kamis, 01 November 2018 14:17

Pelabuhan Feri Dilirik Pusat

TARAKAN – Pelabuhan feri di Juata Laut, Tarakan dilirik oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .