MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

OLAHRAGA

Rabu, 05 September 2018 15:34
Sabri Pulang ke Kaltara

Incar Olimpiade 2020, Hadiah Bonus untuk Umrah Orangtua

HARUMKAN NAMA KALTARA: Sabri bersama Wagub Kaltara Udin Hianggio dan Kapolda Brigjen Pol Indrajit, saat baru mendarat di Tarakan, Selasa (4/9).

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN - Sabri kembali ke kampung halamannya di Kaltara, Selasa (4/9). Atlet kebanggaan Kaltara itu telah berjuang membela Indonesia dan sukses meraih medali perak di Asian Games tahun ini. 

Di sela kegiatan pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) goyang gemu famire di Taman Berkampung, Tarakan, Selasa (4/9), sosok Sabri tiba-tiba saja hadir di tengah-tengah peserta senam.

Pria kelahiran Nunukan 23 Juni 1995 ini naik ke atas panggung bersama Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Udin Hianggio, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tarakan Syafruddin, dan beberapa pejabat lainnya. 

Dengan mengenakan jaket kontingen Indonesia berwarna merah dan berkalung medali perak yang diperolehnya di cabang panjat tebing nomor speed relay estafet putra serta membawa salah satu maskot Asian Games. Sabri diperkenalkan di hadapan peserta senam oleh Wagub Kaltara.

“Kebetulan ada undangan karena saya menjemput atlet yang membawa nama harum Kaltara dan Indonesia. Saudara Sabri yang telah mempersembahkan medali pada Asian Games yang lalu. Alhamdulillah beliau sudah ada  di tengah-tengah kita,” ujar Wagub Kaltara Udin Hianggio ketika memperkenalkan Sabri di hadapan peserta, yang disambut tepuk tangan meriah.

Atlet panjat tebing asal Nunukan ini baru saja tiba di Bandara Juwata Tarakan, untuk kembali ke daerah asalnya, Nunukan. Saat tiba, ternyata Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sudah menyiapkan penjemputan di bandara, untuk di arak keliling Tarakan sebelum kembali ke kampung halamannya. 

“Ini anak masih bujang ini. Tapi saya sudah sampaikan harus bisa mencapai prestasi internasional. Jadi jangan dulu berpikir, boleh sudah bisa diincar-incar, tapi jangan dulu sekarang. Masih ada PON di Papua dan di Sumatera, harus berprestasi lebih baik lagi. Olimpiade insya Allah itu target utama. Kalau setelah itu boleh, saya yang akan melamarkan,” kelakar mantan Wali Kota Tarakan itu.

Sabri pun bak artis dadakan. Tidak sedikit peserta yang minta berfoto bareng dengannya. Mulai dari kalangan pejabat, kaum hawa hingga anak sekolah. Namun, Sabri tidak bisa berlama-lama melayani penggemarnya yang ingin ber-wefie termasuk awak media yang ingin mewawancarainya, karena sudah ditunggu untuk kembali ke Nunukan. 

“Ya rasanya senang dan bangga, bersyukur pada Tuhan yang Maha Esa karena masih bisa memberi saya prestasi walaupun cuma juara II,” ujar pria yang sebelumnya mempersembahkan medali emas bagi kontingen Kaltara di PON 2012 Riau ini. 

Sabri sempat menceritakan sedikit alasan kegagalannya ketika tampil di nomor perorangan putra. “Mungkin kurang performanya saja sih, jadi makanya enggak dapat waktu yang terbaik,” cetusnya. 

Namun, ia mampu mengobati kekecewaannya ketika tampil di nomor speed relay estafet putra, meskipun hanya mempersembahkan medali perak. 

“Itu kesalahan sedikit di pemanjat pertama. Tapi cukup puas sih di peringkat kedua, karena kami sama-sama Indonesia, jadi kamipun cukup puas walaupun ada rasa kurang sreg di hati,” paparnya. 

Sukses Sabri menjadi atlet panjang tebing berprestasi, tidak terlepas dorongan kedua orangtua dan keluarganya. Hidup sederhana memotivasi dirinya untuk memberikan yang terbaik melalui olahraga panjat tebing. 

Karena itu, hasil dari seluruh prestasi yang ia raih dari cabang panjat tebing. Selalu difokuskan untuk membiayai kebutuhan keluarganya. Termasuk bonus yang diterimanya dari Pemerintah Pusat.

“Dapat Rp 300 (juta), saya rencananya mau umrah orangtua aja sih, itu saja. Karena itu sudah niatnya dari awal, yang lainnya belum kepikiran,” kata Sabri menyebut niatnya setelah mendapatkan bonus. 

Sebelumnya, Sabri juga sudah membelikan rumah bagi orangtuanya, serta membiayai sekolah keempat adik-adiknya dengan hasil bonus yang diterimanya baik dari Pemerintah Kabupaten Nunukan maupun Pemprov Kaltara selama ini. 

Selain ayahnya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, Sabri juga menjadi salah satu tulang punggung keluarganya. Karena itu, ia rela tidak kuliah demi adik-adiknya agar bisa bersekolah tinggi serta melihat kehidupan keluarganya lebih baik. 

Dari prestasi ini, Sabri pun telah bekerja sebagai pegawai tidak tetap (PTT) alias honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkab Nunukan. 

Adapun tawaran dari Pemerintah Pusat untuk mengangkatnya menjadi PNS, Sabri masih mempertimbangkan. Karena ia harus bekerja di Jakarta sebagai pegawai di Kementerian Pemuda dan Olahraga. 

Menurut Sabri, bertahan atau tidaknya ia di Kaltara, tergantung respons yang diberikan Pemerintah Provinsi Kaltara. Apakah siap memberikannya pekerjaan yang menjanjikan atau tidak.  

“Ya saya belum kepikiran sih (pindah ke Jakarta), mungkin tergantung dari Pemerintah Kaltara, kalau memang bisa kasih kerjaan atau akan menjadi PNS mungkin saya akan menetap di sini (Kaltara),” tuturnya.  

Sabri masih memiliki impian yang ingin dicapainya. Seperti impian para atlet lainnya, Sabri berharap bisa tampil di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.  “Target ke depannya Olimpiade,” pungkasnya. (mrs/rio)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .