MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 20 Agustus 2018 15:50
Tekan Harga Ayam Jelang Iduladha
ANTISIPASI KENAIKAN: Harga ayam jelang Iduladha akan dipantau tim terpadu Disperindagkop dan UMKM Kaltara.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Jelang Iduladha yang tersisa tiga hari lagi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltara akan memantau harga pokok kebutuhan masyarakat.

Harga yang jadi pantauan Disperindagkop dan UMKM Kaltara yakni ayam potong, diperkirakan mengalami kenaikan. Meski ada kenaikan tapi tidak melebihi harga yang telah disepakati dengan distributor. Terutama untuk wilayah Tarakan, karena harga ayam sempat melambung tinggi.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltara Hartono mengatakan, pasokan ayam yang tersedia di Tarakan sangat susah. Tapi harga ayam telah ditentukan bersama distributor sebesar Rp 45 ribu per kilogram.

”Ada batas tertinggi untuk harga ayam dan dibuatkan pernyataan," ucapnya, belum lama ini.

Harga ayam untuk wilayah Bulungan pun demikian. Telah ditentukan distributor sebesar Rp 37-38 ribu per kilogram.

Dia menegaskan, apabila ada distributor yang menjual harga di atas sesuai kesepakatan akan diberikan teguran. Sanksi terberat yang bisa diberikan terhadap distributor, kata dia, jika tidak diindahkan maka pencabutan izin usaha.

Namun yang tersulit dalam menentukan harga ayam terhadap para pengecer. Karena dijual di pasar harga ayam bisa mengalami kenaikan. “Kita ada tim terpadu yang bertugas memantau harga kebutuhan masyarakat. Jika ditemukan bisa diberikan peringatan,” tegasnya.

Terlepas untuk kebutuhan ayam, mengenai stok beras diakuinya masih aman dalam jangka waktu enam bulan ke depan. Bahkan ada dana subsidi untuk wilayah perbatasan, agar tidak terjadi kenaikan harga beras.

"Dana itu menyebar ke semua daerah dari kementerian terkait," imbuhnya.

Hal yang jadi perhatian Disperindagkop dan UMKM juga barang-barang kedaluwarsa. Pasalnya, pada Lebaran lalu, masih ditemukan barang-barang kadaluwarsa dijual. Padahal itu telah menyalahi aturan tentang perlindungan konsumen. Sehingga barang-barang tersebut harus ditarik dari pasaran dan pelaku usaha diberikan peringatan. (uno/rio) 


BACA JUGA

Minggu, 18 November 2018 14:27

UKM Kaltara Kalah dari Segi Pemasaran

PEMASARAN produk masih menjadi kendala sebagian pelaku usaha kecil menengah…

Minggu, 18 November 2018 14:25

Utang Pemprov Dicicil Tiga Tahun

LEMBAGA pembiayaan yang merupakan badan usaha milik negara di bawah…

Minggu, 18 November 2018 14:23

KEE Masuk Lahan Perluasan Kebun Sawit

TANJUNG SELOR – Kawasan hutan di wilayah Kabupaten Bulungan memiliki…

Sabtu, 17 November 2018 02:16

Stok Bahan Pokok Mencukupi

TANJUNG SELOR – Ketersediaan bahan pokok seperti beras, jagung, cabai besar,…

Jumat, 16 November 2018 10:39

Intensifkan Pengawasan Malam Hari

TARAKAN – Aktivitas nelayan pukat pada malam hari di sekitar…

Jumat, 16 November 2018 10:20

Harga Anjlok karena Stok Melimpah

TARAKAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai persoalan anjloknya…

Kamis, 15 November 2018 10:28

Lulusan Teknik Industri Bakal Banyak Dicari

TANJUNG SELOR – Kepala Seksi Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja…

Rabu, 14 November 2018 12:27

Minta Petani Tak Bergantung ke Dinas

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultural Dinas…

Selasa, 13 November 2018 11:52

Produk UKM Dikenal Hingga Mancanegara

BERDASARKAN data yang dimiliki Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM…

Senin, 12 November 2018 22:36

Pastikan Upah Naik Setiap Tahun

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang (Kabid) Bidang Hubungan Industrial dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .