MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:49
Bangkitkan Semangat Nasionalime di Tengah Keterbatasan

Inspirasi dari Sekolah Tapal Batal Darul Furqan Sebatik

SEMANGAT NASIONALISME: Siswa sekolah tapal batas Darul Furqon bertugas di upacara Hari Kemerdekaan RI ke-73, Jumat (17/8).

PROKAL.CO, class="p1">Lima tahun sudah sekolah tapal batas Darul Furqon hadir di Sebatik Tengah. Keberadaannya mampu memberikan perubahan besar ke arah positif. Tidak hanya bidang pendidikan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, tapi juga menumbuhkan semangat nasionalisme warga perbatasan. 

  

MUHAMMAD RAJAB, Sebatik Tengah

 

TERHARU dan bangga. Pujian itu layak disematkan untuk menghargai semangat yang ditunjukkan warga Tapal Batas di Jalan Sinta Kampung Quran RT 14 Dusun Berjoko Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.

 

Di tengah kondisi yang belum menunjukkan sebagai warga Indonesia yang merdeka selama 73 tahun, karena keterbatasan. Para murid sekolah tapal batas tetap antusias memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/8).  

 

Layaknya peringatan detik-detik proklamasi di perkotaan, upacara Hari Kemerdekaan di desa yang menjadi ujung perbatasan Indonesia dengan Malaysia itu berlangsung khidmat. Walau dilaksanakan dengan sederhana. 

 

Siswa sekolah tapal batas menjadi petugas upacaranya. Mulai dari pemimpin pasukan dan pimpinan, hingga pengibar bendera, dan pembaca Pancasila. 

Mereka bertugas dengan seragam putih-putih. Sementara peserta upacara adalah warga setempat dan tamu undangan yang hadir. 

Semangat nasionalisme yang ditunjukkan warga Dusun Berjoko ini tidak lepas karena keberadaan sekolah tapal batas yang didirikan Suraidah. 

 

Sejak berdiri pada 2014, sekolah ini mampu mengubah pola pikir masyarakat untuk kembali mencintai Tanah Air setelah bertahun-tahun terkontaminasi budaya Malaysia karena bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

 

"Mereka (selama ini) hanya memahami saja negara Malaysia. Jadi lagu kebangsaan Malaysia, kemudian percakapannya pun juga percakapan Malaysia,” tutur Suraidah. 

 

Di sela mengajarkan anak-anak warga perbatasan tentang pendidikan umum, ternyata ia dan jajarannya juga memberikan pencerahan kepada orangtua mereka tentang nasionalisme. Seperti lagu kebangsaan Indonesia Raya, bendera merah putih, dan indentitas Indonesia lainnya.

 

“Alhamdulillah, dengan adanya 17 Agustus ini mereka semangat dan memahami bahwa, oh seperti inilah negara Indonesia yang selalu kita ramaikan. Kita rayakan setiap tanggal 17 Agustus,” puji wanita yang yang juga seorang bidan kelahiran Sidrap, Sulawesi Selatan ini. 

 

Sekolah tapal batas Darul Furqon menjadi rujukan warga perbatasan Sebatik untuk menyekolahkan anak-anak ke sekolah di Indonesia. Menurut Suraidah, siswanya didominasi anak-anak TKI yang bekerja di Dusun Bergusung dan Bernyoko, Sebatik, Malaysia. 

 

Sekolah tapal batas Darul Furqon membuka jenjang pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga madrasah Ibtidaiyah (MI) atau setingkat sekolah dasar (SD). 

 

Khusus MI Darul Furqon, jumlah siswanya saat ini mencapai 46 siswa. Sebelumnya juga telah menghasilkan alumni-alumninya yang telah melanjutkan pendidikan di sekolah lain. Selain pendidikan formal, sekolah di bawah yayasan Ar-Rasyid ini juga membuka porgram buta aksara yang telah meluluskan 400 alumni.  

 

Peran sekolah tapal batas Darul Furqan dalam menumbuhkan semangat nasionalisme warga perbatasan diakui Iskandar. Warga yang bermukim di dekat sekolah tersebut mengaku bersyukur karena mampu merasakan atmosfer kemerdekaan.

“Alhamdulillah, kita sangat-sangat bersyukur karena adanya sekolah ini sehingga kita ini warga-warga seperti ini, bisa ikut merasakan juga,” ujar pria asal Bone, Sulawesi Selatan ini, usai upacara. 

 

Iskandar sebelumnya adalah TKI yang bekerja di Tawau, Malaysia. Ia kembali ke Indonesia dan menetap di Sebatik. 

 

Ia mengakui, sebelum ada sekolah tapal batas, wawasan nasionalismenya kurang.  Namun, Iskandar berharap kemerdekaan ini tidak hanya dimaknai dengan bebas dari penjajahan asing. Tapi juga bagaimana merasakan kehidupan yang sejahtera layaknya masyarakat yang merdeka. 

 

Keberadaan infrastruktur dasar seperti jalan yang bagus dan listrik untuk penerangan sehari-hari, menjadi dambaannya dalam rangka membantu aktifitasnya dan warga sekitar. 

 

“Sebenarnya yang paling diprioritaskan seperti jaringan listrik. Karena di sekolah ini kan ada olahan pisang. Sedangkan olahan pisang ini sangat membutuhkan jaringan listrik,” ujar Iskandar.

 

“Yang kedua seperti jalan. Ini jalannya kan sudah dua kali putus. Baru diperbaiki karena baru putus yang kedua kali. Jadi kebetulan masyarakat bhakti, dia pasangkan dulu kayu,” sambung Iskandar.

 

Selain itu, Iskandar juga berharap penambahan sarana dan prasarana sekolah tapal batas yang menjadi harapan satu-satunya warga perbatasan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. 

 

Bantuan ruang kelas belajar (RKB) untuk siswa kelas VI MI Darul Furqan serta asrama putra menjadi yang utama untuk dibangun. Sebelumnya sudah ada beberapa RKB bantuan Pemerintah Kabupaten Malinau serta perusahaan seperti Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan dan donatur lainnya yang terbangun di sekolah tersebut. (*/rio) 


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 14:13

Beri Kuliah Umum Tak Dilarang

KOMISI Pemihan Umum (KPU) Tarakan telah menetapkan tempat peserta pemilu melakukan kampanye. Oleh karena…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:06

Dua Pamen Bergeser

ROTASI di tubuh Korps Bhayangkara, kembali dilakukan. Sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:02

Batas Malinau-KTT Masih Berpolemik

TANJUNG SELOR – Meski kini telah ditetapkan sebagai daerah otonomi penuh, persoalan batas wilayah…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:59

Aset Pemkot Disulap Jadi Pusat Perdagangan

TARAKAN – Gedung milik Pemkot Tarakan di Jalan Mulawarman, disewakan kepada pihak swasta. Gedung…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:58

Oknum Polisi Malaysia Tertangkap Bawa Miras

TANJUNG SELOR - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia berhasil menangkap dua…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:57

KPU Pastikan Warga Terdaftar

TANJUNG SELOR - Daftar pemilih tetap (DPT) telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Namun, masih…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:09

Anggaran Terbatas, Pengaspalan Tetap Diprogramkan

TANJUNG SELOR - Akses jalan darat menuju wilayah perbatasan ditargetkan pemerintah bisa rampung tahun…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:08

Kotak Suara Akan Dilelang

TARAKAN -  Pada pemilihan presiden dan anggota legislatif tahun depan, kotak suara yang digunakan…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:07

Dua Pendaftar Tak Penuhi Persyaratan

TANJUNG SELOR - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan mencatat pendaftar…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:42

Tak Keberatan Dilibatkan Bahas APBD

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan masih fokus membahas rancangan anggaran pendapatan dan belanja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .