MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Kamis, 16 Agustus 2018 15:03
Waspada Bahan Kimia pada Makanan
PERBAIKI INDUSTRI RUMAH TANGGA: BPOM Kaltim menggelar pelatihan bahaya penggunaan bahan kimi pada makanan kepada pelaku industri rumah tangga di Kantor Disperindagkop Bulungan, Rabu (15/8).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kaltim bersama Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Bulungan mengundang para pengusaha industri rumahan untuk mengetahui aturan penggunaan bahan kimia pada makanan.

Sebab, cukup banyak industri rumah tangga yang menggunakan bahan kimi dalam produk makanan olahan sebagai tambahan pangan.

Nuramila selaku bagian BPOM Kaltim mengatakan, menggunakan bahan kimia sebagai tambahan dalam produk industri rumah tangga ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan dengan benar dan tepat dapat mendatangkan manfaat baik. Sebaliknya, pengunaan bahan tambahan pangan kimia yang tidak benar dapat berisiko bahaya bagi konsumen.

Ia menjelaskan, bahan kimia yang kerap digunakan seperti Formalin, Boraks dan Rodamin B. Namun, jika bahan tersebut dikonsumsi secara kontinu, dapat menyebabkan kanker oleh konsumen.

“Biasanya ketiga bahan ini yang sering digunakan pelaku usaha kuliner untuk membuat makanan tetap segar dan tidak mudah basi. Biasanya Formalin digunakan untuk makannan agar lebih tahan lama. Lalu Boraks digunakan untuk membuat tekstur makanan lebih kenyal. Sedangkan Rodamin B sering digunakan untuk pewarna makanan agar terlihat lebih cerah. Tentunya hal ini sangat membahayakan bagi konsumen yang secara terus menerus mengonsumsi makanan yang mengandung bahan kimia,” katanya kepada Bulungan Post, Rabu (15/8).

Nurmila pun mengingatkan kepada pengusaha kuliner dan pelaku industri rumah tangga agar menghindari penggunaan pada tiga jenis bahan kimia tersebut. Sebab, penggunaan bahan kimia yang berbahaya tidak hanya berdampak pada konsumen, juga industri olahan makanan.

“Sosialisasi ini dilakukan guna memberika pandangan agar industri rumah tangga tidak menggunakan bahan kimia dalam produknya karena bisa merugikan konsumen,” pungkas Nuramila. (*/kel/rio)


BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 12:44

Daftar Potensial Non KTP-el Capai 625 Jiwa

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara masih menemukan…

Senin, 19 November 2018 12:32

Empat Kabupaten Belum Serahkan LPj

PENYALURAN dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Provinsi Kaltara triwulan akhir…

Minggu, 18 November 2018 14:46

Sarankan Tambang Emas Dilegalkan

TANJUNG SELOR – Aktivitas penambangan emas secara ilegal di Kecamatan…

Minggu, 18 November 2018 14:45

Tilang Naik 10 Kasus

TANJUNG SELOR – Pelanggaran yang dilakukan pengendara, baik sepeda motor…

Sabtu, 17 November 2018 02:34

Perbaikan Atap Stadion Terkendala Anggaran

TANJUNG SELOR – Perbaikan atap Stadion Andi Tjatjok di Tanjung…

Sabtu, 17 November 2018 02:31

Program Rehabilitasi Kurang Direspons

TANJUNG SELOR – Program rehabilitasi bagi para pecandu narkoba kurang mendapat…

Sabtu, 17 November 2018 02:27

Tarik Paksa, Bakal Diproses Hukum

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara akan menindak…

Jumat, 16 November 2018 11:18

Hutan Adat Masih Nihil

TANJUNG SELOR – Sejumlah daerah di Kalimantan Utara telah memiliki…

Jumat, 16 November 2018 10:43

Siapa Saja Penerima Beasiswa? Pekan Depan Diumumkan

SIAPA yang berhak menerima beasiswa Kaltara Cerdas, bisa diketahui pada…

Jumat, 16 November 2018 10:37

Desak Timsel Tuntaskan Rekrutmen Dirut Perusda

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Sudjati mengaku dirinya telah meminta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .