MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 15 Agustus 2018 16:05
Cuaca Buruk, Nelayan Dihantam Gelombang
SELAMAT: Samsuddin terbaring lemas ditemani ketiga orang anaknya setelah selamat dari musibah yang dialami saat melaut di sekitar perairan Pantai Amal, Minggu (13/8).

PROKAL.CO, NELAYAN yang kembali ingin melaut, patut waspada. Cuaca di Kalimantan Utara yang kembali kurang bersahabat dalam beberapa hari lalu, membuat seorang nelayan Tarakan bernama Samsuddin, 42 tahun, nyaris kehilangan nyawanya ketika pergi melaut. Perahunya terbalik dihantam gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem.

Beruntung, Samsuddin masih bisa selamat dari musibah tersebut. Namun, pascaperistiwa itu, kondisinya masih drop ketika awak media ini menemui di kediamannya, RT 01 Beringin IV, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah.

Samsuddin terbaring lemas di ruang tamunya meski sudah diberi obat penghilang nyeri. Istrinya, Lina, 37 tahun, juga sesekali berlinang air mata melihat kondisi suaminya.    

Musibah tersebut dialami Samsuddin pada Minggu (13/8) malam. Saat hendak mencari ikan di sekitar perairan Pantai Amal dengan perahu bermesin ketinting, kondisi cuaca masih cerah.

Namun, tidak disangka, perubahan cuaca terjadi saat malam hari. Angin kencang disertai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, melanda Bumi Paguntaka.

Awalnya, ketika mulai bertiup angin kencang disusul awan hitam, Samsuddin tidak terpengaruh. Ia pun teteap asyik memasang umpan di alat tangkap merawai yang akan dipasangnya. Pandangannya juga terhalang dengan tenda yang didirikannya di perahu. 

“Dia enggak lihat juga angin kencang, mendadak gelap kan. Karena dia pakai tenda. Kita kan enggak tahu namanya angin datang mendadak,” ujar Lina menceritakan peristiwa yang dialami suaminya. 

Cuaca ektrem berdampak pada perairan di sekitarnya. Gelombang menjadi tinggi karena tertiup angin kencang disertai hujan lebat, membuat perahu Samsuddin oleng Hingga akhirnya terbalik.

“Pas jatuh itu sekitar jam 10 malam, sudah badai, terbalik dia, bilangnya,” beber Lina.

Di tengah badai, Samsudin berusaha menyelamatkan diri  dengan bertahan di atas penutup peti ikan yang terbuat dari fiber. Penutup peti tersebut ia genggam erat-erat agar bisa mengapung di atas air sambil berharap ada nelayan yang lewat dan menolongnya. Namun, justru nelayan menghindar darinya.

“Mulai jam 10 malam banyak yang lewat kapal bagian rumput laut. Tapi tidak ada yang menolong. Mungkin fikiran orang takut perampok atau bagaimana. Tapi posisinya orang tahu, yang namanya minta tolong tidak mungkin di atas tutup pintu fiber dia berenang,”  beber Lina.

Tidak mendapatkan pertolongan, Samsuddin berusaha menuju pantai dengan sisa tenaganya. Namun, usaha tersebut sia-sia karena harus melawan kondisi perairan yang ekstrem. Ia pun mengapung di atas laut hingga pagi.

“Mulai dari jam 10 (malam) sampai pagi sekitar jam setengah 6 baru dilihat. Ada anak-anak bujangan bantu dia,” tutur Lina.

Samsuddin ditemukan di pertengahan perairan pantai Amal dalam kondisi lemas namun masih bernyawa. Ia kemudian di bawah ke bibir pantai untuk diberi pertolongan. Setelah siuman, Samsuddin memberitahukan alamat rumahnya agar bisa diberitahukan kepada keluarganya.

Tidak hanya menjadi korban, Samsuddin juga kehilangan peralatan nelayannya seperti mesin dan surat-surat kapal. Beruntung, Samsuddin masih selamat dari musibah tersebut.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan  Geofisika (BMKG) Tarakan, kondisi cuaca pada Minggu malam memang sangat ektrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat danb guntur serta angin kencapai dengan kecepatan mencapai 34 knot.

“Jadi cukup ekstrem untuk anginnya,” ujar prakirawan BMKG Tarakan, Willem Sinaga, Senin (14/8).

Pihaknya juga sudah merilis peringatan hingga beberapa kali pada Minggu. Pertama kali pada pukul 18.20 Wita untuk hujan sedang lebat disertai kilat dan petir, dilanjutkan pada peringatan kedua pada pukul 19.10 Wita.

Willempun mengingatkan nelayan untuk waspada. Karena kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi hingga beberapa hari ke depan, terutama malam hari. “Sewaktu-waktu terjadi cuaca ektrem,” pungkasnya.  (mrs/rio) 


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 02:25

TPP Dipotong untuk Bayar Utang, Wali Kota Enggan Komentar

TARAKAN – Pembahasan APBD Tarakan 2019 antara legislatif dan eksekutif…

Sabtu, 17 November 2018 02:22

Gubernur Tegaskan Proyek Ini Desember Harus Selesai

TARAKAN – Menjelang akhir 2018, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie…

Kamis, 15 November 2018 10:33

Tambahan Jargas Sesuaikan Anggaran

TARAKAN – Dua program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Kamis, 15 November 2018 10:15

Usul PLTS ke Wamen ESDM

TARAKAN – Kesempatan bertemu Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya…

Rabu, 14 November 2018 12:35

Gubernur Jamin Ada Bagi Hasil

TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kembali menerima aset yang…

Rabu, 14 November 2018 12:32

Kaltara Jadi Perhatian Menteri PPPA

TARAKAN – Kalimantan Utara termasuk provinsi yang mendapatkan perhatian serius…

Rabu, 14 November 2018 12:30

BNNP Waspadai Momentum Pergantian Tahun

TARAKAN – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara…

Selasa, 13 November 2018 11:30

Wajib Miliki Rekomendasi DPPP

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan mengeluarkan…

Selasa, 13 November 2018 11:23

Kejar Target Pengesahan APBD

TARAKAN – Draf kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran…

Sabtu, 10 November 2018 14:54

Potensi PAD dari SBW Tak Bisa Tergarap

TARAKAN – Sejak beberapa tahun belakangan, usaha sarang burung walet…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .