MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 15 Agustus 2018 16:05
Cuaca Buruk, Nelayan Dihantam Gelombang
SELAMAT: Samsuddin terbaring lemas ditemani ketiga orang anaknya setelah selamat dari musibah yang dialami saat melaut di sekitar perairan Pantai Amal, Minggu (13/8).

PROKAL.CO, NELAYAN yang kembali ingin melaut, patut waspada. Cuaca di Kalimantan Utara yang kembali kurang bersahabat dalam beberapa hari lalu, membuat seorang nelayan Tarakan bernama Samsuddin, 42 tahun, nyaris kehilangan nyawanya ketika pergi melaut. Perahunya terbalik dihantam gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem.

Beruntung, Samsuddin masih bisa selamat dari musibah tersebut. Namun, pascaperistiwa itu, kondisinya masih drop ketika awak media ini menemui di kediamannya, RT 01 Beringin IV, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah.

Samsuddin terbaring lemas di ruang tamunya meski sudah diberi obat penghilang nyeri. Istrinya, Lina, 37 tahun, juga sesekali berlinang air mata melihat kondisi suaminya.    

Musibah tersebut dialami Samsuddin pada Minggu (13/8) malam. Saat hendak mencari ikan di sekitar perairan Pantai Amal dengan perahu bermesin ketinting, kondisi cuaca masih cerah.

Namun, tidak disangka, perubahan cuaca terjadi saat malam hari. Angin kencang disertai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, melanda Bumi Paguntaka.

Awalnya, ketika mulai bertiup angin kencang disusul awan hitam, Samsuddin tidak terpengaruh. Ia pun teteap asyik memasang umpan di alat tangkap merawai yang akan dipasangnya. Pandangannya juga terhalang dengan tenda yang didirikannya di perahu. 

“Dia enggak lihat juga angin kencang, mendadak gelap kan. Karena dia pakai tenda. Kita kan enggak tahu namanya angin datang mendadak,” ujar Lina menceritakan peristiwa yang dialami suaminya. 

Cuaca ektrem berdampak pada perairan di sekitarnya. Gelombang menjadi tinggi karena tertiup angin kencang disertai hujan lebat, membuat perahu Samsuddin oleng Hingga akhirnya terbalik.

“Pas jatuh itu sekitar jam 10 malam, sudah badai, terbalik dia, bilangnya,” beber Lina.

Di tengah badai, Samsudin berusaha menyelamatkan diri  dengan bertahan di atas penutup peti ikan yang terbuat dari fiber. Penutup peti tersebut ia genggam erat-erat agar bisa mengapung di atas air sambil berharap ada nelayan yang lewat dan menolongnya. Namun, justru nelayan menghindar darinya.

“Mulai jam 10 malam banyak yang lewat kapal bagian rumput laut. Tapi tidak ada yang menolong. Mungkin fikiran orang takut perampok atau bagaimana. Tapi posisinya orang tahu, yang namanya minta tolong tidak mungkin di atas tutup pintu fiber dia berenang,”  beber Lina.

Tidak mendapatkan pertolongan, Samsuddin berusaha menuju pantai dengan sisa tenaganya. Namun, usaha tersebut sia-sia karena harus melawan kondisi perairan yang ekstrem. Ia pun mengapung di atas laut hingga pagi.

“Mulai dari jam 10 (malam) sampai pagi sekitar jam setengah 6 baru dilihat. Ada anak-anak bujangan bantu dia,” tutur Lina.

Samsuddin ditemukan di pertengahan perairan pantai Amal dalam kondisi lemas namun masih bernyawa. Ia kemudian di bawah ke bibir pantai untuk diberi pertolongan. Setelah siuman, Samsuddin memberitahukan alamat rumahnya agar bisa diberitahukan kepada keluarganya.

Tidak hanya menjadi korban, Samsuddin juga kehilangan peralatan nelayannya seperti mesin dan surat-surat kapal. Beruntung, Samsuddin masih selamat dari musibah tersebut.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan  Geofisika (BMKG) Tarakan, kondisi cuaca pada Minggu malam memang sangat ektrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat danb guntur serta angin kencapai dengan kecepatan mencapai 34 knot.

“Jadi cukup ekstrem untuk anginnya,” ujar prakirawan BMKG Tarakan, Willem Sinaga, Senin (14/8).

Pihaknya juga sudah merilis peringatan hingga beberapa kali pada Minggu. Pertama kali pada pukul 18.20 Wita untuk hujan sedang lebat disertai kilat dan petir, dilanjutkan pada peringatan kedua pada pukul 19.10 Wita.

Willempun mengingatkan nelayan untuk waspada. Karena kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi hingga beberapa hari ke depan, terutama malam hari. “Sewaktu-waktu terjadi cuaca ektrem,” pungkasnya.  (mrs/rio) 


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 14:49

Terlambat Sampaikan LADK, Parpol Disanksi

MALINAU – Partai-partai politik peserta pemilu tahun depan, tidak hanya harus mempersiapkan berkas…

Selasa, 18 September 2018 14:32

Wawali Curigai Anjab Belum Selesai

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan menjadi satu-satunya yang tidak mendapatkan alokasi formasi…

Senin, 17 September 2018 17:34

Security Perusahaan di Berau Alami Kecelakaan

TARAKAN - Nasib malang dialami seorang pekerja di salah satu perusahaan besar di Berau bernama Jepri…

Senin, 17 September 2018 17:31

Polisi Serahkan Berkas ke Kejaksaan

TARAKAN - Juli lalu masyarakat Tarakan dihebohkan dengan pembongkaran makam bayi yang dilakukan oleh…

Senin, 17 September 2018 17:15

Pembahasan APBD-P 2018 Tarakan Terancam Molor

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan hingga saat ini belum menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas…

Minggu, 16 September 2018 15:22

Belajar dari Pengalaman

KASUS penyalahguanaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) marak terjadi belakangan di ini…

Sabtu, 15 September 2018 13:15

Arief Tunggu Persetujuan Kemendagri

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan telah mengeluarkan surat rekomendasi untuk menjawab permohonan…

Sabtu, 15 September 2018 13:00

Uji Makanan Bisa Dilakukan di Tarakan

DINAS Kesehatan Tarakan menyambut baik perubahan status dari Pos Pengawasan Obat dan Makanan (POM) menjadi…

Sabtu, 15 September 2018 12:57

Krisis Air, PDAM Tirta Alam Berharap Hujan

TARAKAN – Nyaris sebulan air tidak mengalir di Tarakan. Terutama di permukiman warga yang berada…

Kamis, 13 September 2018 14:39

Kepala Sekolah Curhat ke Pemkot Tarakan

TARAKAN – Di sisa masa jabatannya, Wali Kota Sofian Raga dan Wakil Wali Kota Khaeruddin Arief…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .