MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 11 Agustus 2018 14:56
Siapkan 16 Ribu Kuota Sertifikat Tanah
Hendarto

PROKAL.CO, class="p1">WARGA Tarakan yang memiliki tanah namun belum sempat mengikuti program nasional pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) pada tahun lalu, jangan khawatir.

Tahun ini pemerintah pusat masih menyiapkan kuota bagi warga Tarakan untuk bisa mendapatkan pengakuhan hak tanah mereka melalui sertifikat kepemilikan tanah.

Jika tahun lalu Pemerintah Pusat menyediakan kuota 10 ribu, tahun ini jumlahnya lebih banyak, yakni mencapai 16 ribu. Namun, dibagi dalam dua jenis.   

“Yang sertifikat 6 ribu, yang hanya peta bidang, 10 ribu,” ujar Kepala Seksi Hubungan Hukum kantor BPN Tarakan Hendarto, ditemui awak media, Rabu (8/8). 

Pembagian jenis ini berdasarkan anggaran yang disiapkan Pemerintah Pusat. Untuk PTSL berupa kepemilikan sertifikat telah disiapkan anggaran mulai dari pengukuran, pemeriksaan, hingga penerbitan sertifikatnya. Sedangkan untuk program peta bidang hanya disiapkan anggaran pengukurannya. 

Khusus program peta bidang, jika ingin mendapatkan sertifikat, pihaknya menungggu kepastian anggaran dari pusat. Atau kalau tidak ada, warga bisa mengajukan pembuatan sertifikat dengan biaya yang sudah diatur dalam aturan.  

“Ya itukan terggantung luasan. Rumusnya semua ada di Peraturan Pemerintah nomor 128/2015 berkaitan dengan PNBP (penerimaan negara bukan pajak). Jadi dengan luas sekian, anggarannya sekian ada di sana. Jadi kalaupun kita bingung nih masyarakat, datang saja ke loket. Aku nih punya tanah segini luasnya, ini suratnya, berapa biayanya. Dihitungkan sama ini. Kalaupun tidak dihitungkan lapor sama saya,” tuturnya. 

Dari realisasi kuota yang disiapkan Pemerintah Pusat tahun ini, Hendarto menyebut untuk program kepemilikan sertifikat sudah ada 2 ribuan usulan yang telah diproses menjadi sertifikat. Selebihnya masih tahap proses. Sedangkan untuk program peta bidang, ada sekitar 5 ribuan usulan yang sudah diproses dari rencana 10 ribu kuota. 

Hendarto menyebut, faktor sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kendala. Sebab, pihaknya hanya memiliki beberapa pegawai untuk melayani ribuan permohonan PTSL ini. Selain SDM, masyarakat yang mengajukan permohonan juga dinilai kurang aktif dalam melengkapi berkas-berkasnya. “Banyak kesulitan,” imbuhnya. 

Padahal, menurut Hendarto, pemerintah sudah sangat memudahkan masyarakat dalam mengurus SPTL. Cukup melengkapi persyaratan-persyaratan yang diminta. Seperti foto copy KTP, kartu keluarga serta surat pemberitahuan pajak terhutang pajak bumi bangunan (SPPT PBB), sudah bisa mengajukan permohonan.  

“Pokoknya PTSL itu banyak kemudahannya deh. Masa sekarang sudah dipermudah itu susah juga warga? bagaimana warga cepat melengkapi, warga cepat ya kita juga cepat. Tapi kalau warganya lambat ya kita juga kalang kabut. Sedangkan kita punya target-target yang harus diselesaikan,” tuturnya. 

Adapun anggaran untuk mengurus PTSL ini, Hendarto memastikan gratis untuk pengukuran, pemeriksaan hingga penerbitan sertifikat. Hanya saja, Pemkot Tarakan mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang biaya untuk kepeluan lainnya.  

“Contohnya yang seperti materai, termasuk juga untuk wara-wiri sana sini, RT, lurah, itu sudah ada di perwali, edaran Rp 250 ribu yang boleh dipungut,” bebernya.  

Untuk tahun lalu, sebanyak 10 ribu kuota disiapkan Pemerintah Pusat bagi warga Tarakan. Dari jumlah itu, baru kurang lebih 500 sertifikat yang sudah jadi untuk warga Kelurahan Karang Balik dan Karang Anyar Pantai. Sedangkan kelurahan lain sedang dalam proses mengingat keterbatasan SDM. (mrs/rio) 


BACA JUGA

Rabu, 15 Agustus 2018 16:08

Lahan dan Anggaran Jadi Kendala

TARAKAN – Persoalan sampah di Tarakan kembali menjadi serius setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA)…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:56

Tepis Isu Penghapusan Subsidi Listrik

TARAKAN – Subsidi listrik tepat sasaran bagi rumah tangga tidak mampu, sampai saat ini masih diberlakukan…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:49

Disdikbud Kaltara Tetap Ikuti Aturan PPDB

TARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara tetap mengikuti aturan tentang penerimaan siswa…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:39

Sejumlah Orangtua Tak Mengizinkan Pemberian Iminusasi MR

TARAKAN – Pemberian vaksin imunisasi Measles Rubella (MR), tetap dilakukan di Tarakan. Meski,…

Senin, 13 Agustus 2018 16:20

SKKL Akan Jadi Jalur Utama

TARAKAN – Pembangunan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) oleh PT Telkom, telah rampung dikerjakan.…

Senin, 13 Agustus 2018 15:59

Parpol di Daerah Mulai Persiapan

TARAKAN – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan…

Senin, 13 Agustus 2018 14:08

Internet Bermasalah, KPU Pakai Manual

RAPAT pleno penetapan calon legislatif sementara dan penyerahan hasil verifikasi berkas ke masing-masing…

Minggu, 12 Agustus 2018 15:12

Untuk Jadi Caleg, Diperlukan Isi Tas

DI masa seperti sekarang ini, tiap partai politik (parpol) pasti memiliki cara jitu untuk memenangkan…

Minggu, 12 Agustus 2018 15:10

Delapan Bacaleg Tarakan Tak Lolos

TARAKAN -  Hasil verifikasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan mencatat 416…

Jumat, 10 Agustus 2018 15:49

27.439 Liter Solar Diamankan

PENYELENDUPAN bahan bakar minyak (BBM) mulai marak terjadi di wilayah perairan Kaltara. Itu diketahui…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .