MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Sabtu, 11 Agustus 2018 14:44
Batasi Pasokan Ikan dari Tawau, Hanya Bergantung dari Berau
Husna Ersant Dirgantara

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Ikan layang masih tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai salah satu komoditi yang nilai inflasinya cukup tinggi pada Juli lalu.  

Kondisi itu tidak lepas dari harga ikan layang di pasar tradisional yang masih mahal, mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Penyebabnya beragam. 

Selain faktor cuaca yang ekstreme dalam beberapa minggu ini sehingga membuat nelayan terkadang menunda pergi melaut, juga karena adanya pembatasan yang dilakukan Pemkot Tarakan terhadap pasokan ikan layang dari Tawau, Malaysia. 

Seperti diakui Kepala Bidang Perikanan dari Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Tarakan, Husna Ersant Dirgantara. Menurutnya, sejak dua tahun terakhir, pihaknya membatasi masuknya ikan layang asal Tawau, dan lebih mengutamakan suplay ikan dari dalam negeri. 

“Sekarang kita usahakan dari Berau, sejak 2017,” ujar Ersant, ditemui awak media, usai mengikuti hearing di gedung DPRD Tarakan, Selasa (7/8). 

Padahal, sebelum 2017, Tarakan sangat bergantung suplay ikan layang dari Tawau. Ersant pun tak menampik, pembatasan ikan layang dari Tawau ikut mempengaruhi naik turunnya harga di Tarakan. 

“Pada saat kita tidak mendatangkan ikan layang dari Tawau, itu bisa terjadi peningkatan harga yang cukup signifikan. Dari mungkin Rp 10 ribu bisa menjadi sampai Rp 25 ribu,” ungkapnya.

Menurutnya, Tarakan memang sangat bergantung pada pasokan dari wilayah sekitar seperti Berau, serta dari Tawau. Karena perairan Tarakan dan Kaltara, minim ikan layang. Sementara tingkat konsumsi masyarakat Tarakan cukup tinggi. 

Setiap hari butuh kurang lebih 2 hingga 3 ton ikan layang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tarakan. Sementara sejak bergantung pada suplay dari Berau, hanya mampu memenuhi 5 sampai 10 ton dalam seminggu. 

Meski demikian, Ersant mengaku suplay dari Berau dianggap masih dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Tarakan. Sehingga pihak tidak perlu mendatangkan ikan dari Tawau. 

Selain itu, pihaknya juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kesegaran ikan. Misalnya, penggunaan zat berbahaya formalin. Karena itu, pengecekkan juga dilakukan dengan turun ke pasar-pasar tradisional untuk mengambil sampel lalu mengujinya.

Mengenai pengawasan masuknya ikan layang asal Tawau selama ini, Ersant menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tarakan yang memiliki kewenangan. 

Sementara itu, terkait pengawasan, Kepala Pengawasan Pengendalian Data Informasi BKIPM Tarakan, Zainul Arifin menuturkan, pihaknya juga rutin mengecek kesegaran kondisi ikan layang dipasar tradisional.

“Kami sudah melakukan monitoring minggu-minggu kemarin ke pasar. Jadi kita coba di pasar tradisionil di Gusher dan Beringin. Karena yang kita lihat selama ini paling banyak yang ikan distribusinya dari Beringin. Kita melakukan monitoring bersama Balai POM Samarinda perwakilan dengan Dinas  Perikanan dan Lab mutu, sudah kita ambil sampel dari ikan basah, udang, ikan kering juga,” tuturnya.  

Salah satu parameter yang diuji adalah ada atau tidaknya kandungan formalin dalam ikan. Namun, ia belum bisa memastikan hasilnya karena masih dalam pengujian di laboratorium. (mrs/rio) 


BACA JUGA

Minggu, 30 September 2018 16:44

Jamin SOA Barang Tak Dimonopoli

TANJUNG SELOR – Tingginya harga barang di daerah perbatasan, menjadi perhatian serius Pemprov…

Jumat, 28 September 2018 16:04

Pelaku Usaha Wajib Miliki NIB

TANJUNG SELOR - Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi…

Jumat, 28 September 2018 15:47

Harga Sewa Terlalu Mahal, Investor Mundur Kelola Pabrik Rumput Laut

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan terus berupaya memfungsikan pabrik…

Rabu, 26 September 2018 14:59

ADUH..!! 80 Persen Kebutuhan Warga Masih dari Malaysia

TANJUNG SELOR – Banyaknya barang-barang dari Malaysia yang beredar di daerah perbatasan Kalimantan…

Senin, 24 September 2018 16:39

Pendapatan Tergerus Pembangunan Infrastruktur

TANJUNG SELOR – Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan oleh pemerintah, memiliki…

Rabu, 19 September 2018 14:59

Irau Malinau Tempat Promosi Produk UMKM

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terus mempersiapkan event Irau ke-9 yang akan…

Rabu, 19 September 2018 14:30

Penggunaan Ringgit di Sebatik Menurun

PENGUNAAN mata uang asing berupa ringgit Malaysia, masih jadi permasalahan di wilayah perbatasan Kaltara,…

Selasa, 18 September 2018 14:38

Kube untuk Masyarakat Miskin

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mempunyai program berupa Kelompok Usaha Bersama (Kube) untuk membedayakan…

Senin, 17 September 2018 17:27

Pengecer Tak Boleh Berjualan Elpiji Melon

TANJUNG SELOR – Penjualan elpiji 3 kilogram (kg) sepertinya terus menjadi masalah. Selain ketersediannya…

Senin, 17 September 2018 17:06

PDRB Per Kapita Terus Meningkat

SALAH satu indikator tingkat kemakmuran penduduk di suatu daerah atau wilayah dapat dilihat dari nilai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .