MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 10 Agustus 2018 15:15
Hasil Penyelidikan Dilaporkan ke Mabes Polri
TERUS DILANJUTKAN: Tim ahli dari Politenik Negeri Bandung melakukan pemeriksaan sheet pile menggunakan alat khusus yang didatangkan dari Bandung, Jawa Barat.

PROKAL.CO, class="p1">TIM ahli Politeknik Negeri bandung (Polban) hingga kini masih melakukan pemeriksaan sheet pile atau turap yang dibangun Pemerintah Kabupaten Tana Tidung di desa Sedulun,Kecamatan Sesayap dan Desa Sepala Dalung, Kecamatan Sesayap Hilir. Pemeriksaan itu untuk melengkapi data 

Penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan lanjutan dari April lalu.

Ketua Tim Ahli Politeknik Negeri Bandung, Iskandar mengatakan,  pemeriksaan terhadap kedua sheet pile itu dilakukan secara menyeluruh sehingga data yang dibutuhkan tim penyidik lebih akurat.

“Ada beberapa titik yang kami periksa dan hasil pemeriksaan tahap pertama pada April lalu, seluruhnya telah kami serahkan ke Bareskrim Mabes polri. Saat itu tim ahli yang bekerja sebanyak 18 orang dengan waktu kerja selama 7 hari. Sebetulnya, semua sudah kita hitung untuk hasilnya silakan saja media tanyakan ke Bareskrim,” katanya kepada Bulungan Post, Jumat (9/8). 

Untuk memeriksa kedua sheet pile yang diduga terjadi korupsi itu, tim ahli mendatangkan alat khusus demi mendukung kinerja tim ahli. 

Pada pemeriksaan tahap awal terhadap kontruksi turap, tim ahli mendapatkan beberapa temuan. Namun, semua berkas dan data yang ada, sudah diserahkan ke penyidik Tipikor Mabes Polri, guna melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan penyidik.

“Untuk memeriksa, tim mendatangkan peralatan khusus berupa Pile Integrated Tester (PIT) yang digunakan untuk mengukur kedalaman pembangunan sheet pile. Alat yang digunakan ini cukup sensitif dan akurasinya cukup tinggi sehingga bisa mengetahui apakah pembangunan turap itu sesuai atau tidak. Untuk memeriksa sample yang kita ambil juga gunakan alat khusus,” jelasnya.

Ditegaskannya, pemeriksaan yang dilakukan tim ahli semua dilakukan berdasarkan data yang tertuang pada kontrak pembangunan.

“Pemeriksaan ini kita lakukan secara menyeluruh mulai dari kualitas material turap, kedalamannya, kepadatan tanah yang digunakan semua kita periksa sesuai yang tertuang didalam kontrak pembangunan sheetpile itu,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) membangun penurapan di tiga kecamatan sekaligus yakni Kecamatan Sesayap, Sesayap Hilir dan Tana Lia. 

Dari tiga proyek yang dikerjakan dengan skema tahun jamak tersebut hanya turap Kecamatan Tana Lia yang tuntas 100 persen sesuai dengan waktu pengerjaannya. Sementara, kedua pembangunan turap lainnya mangkrak.

Di Kecamatan Sesayap tertunda karena terganjal kondisi sosial, di mana beberapa warga yang terkena pembangunan proyek menolak untuk direlokasi. 

Pemerintah dianggap menawarkan ganti rugi lahan yang tidak sesuai sehingga progres saat itu hanya sekitar 40–50 persen saja. 

Sedangkan proyek turap di Kecamatan Sesayap Hilir terkendala penyelesaiannya karena kondisi alam. Penurapan beberapa kali amblas karena berbagai kondisi tersebut pembangunan penurapan kembali dilanjutkan namun menggunakan anggaran parsial.

Pada 2017 lalu, Dittipikor Mabes Polri sudah menyita beberapa dokumen saat menggeledah Kantor PT Luhribu Naga Jaya, PT Mitra Jasa Bina Pratama (Konsultan Pengawas) dan PT Super Teknik Consulindo (Konsultan Perencana), di Samarinda. 

Bareskrim Polri juga melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan KTT. Polisi menyita sejumlah dokumen terkait pengadaan, kontrak, BUD dari Keuangan Daerah (BPKAD) dan dokumen pembayaran.

Proyek pembangunan sheet pile di Sesayap dan Sesayap Hilir, oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan KTT memiliki nilai kontrak Rp 337 miliar. 

Turap Sesayap Rp 169 miliar, dengan pemenang tender PT Waskita-Luhribu KSO . Sedangkan turap Sesayap Hilir Rp 168 miliar kontraktor PT Dharma Perdana Muda. (*/isa/rio) 


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 11:56

Petaka Dini Hari di Laut Bunyu, Petaka Dini Hari di Laut Bunyu

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara kembali terjadi. Kali…

Selasa, 13 November 2018 11:43

Kembali Diusulkan Tahun Depan

FORMASI yang diperoleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara pada penerimaan CPNS…

Selasa, 13 November 2018 11:21

Desak Dewan Percepat Pembahasan APBD

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi dan DPRD Kaltara hanya memiliki…

Senin, 12 November 2018 21:28

Berawal dari Keprihatinan, Buat Aplikasi Informasi Rawan Laka

Melalui ajang Nasional Young Inventor Award (NYIA) yang diselenggarakan Lembaga…

Senin, 12 November 2018 21:12

Gubernur Tegaskan Tak Ada Defisit

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menegaskan pada…

Senin, 12 November 2018 21:10

Dipastikan Banyak Formasi Tak Terisi

TANJUNG SELOR - Seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Pemprov Kaltara…

Minggu, 11 November 2018 19:10

APK Belum Selesai

MASA kampanye peserta pemilu tahun depan, telah berjalan hingga April…

Minggu, 11 November 2018 18:49

34 Peserta Lulus Passing Grade

TANJUNG SELOR - Sudah sepekan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya…

Sabtu, 10 November 2018 14:38

Siapkan Persyaratan untuk Tol Bulungan-Berau

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat…

Sabtu, 10 November 2018 14:36

Jaringan Internet Jadi Kendala Pemdes

TANJUNG SELOR – Pelaporan penggunaan dana desa saat ini harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .