MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 10 Agustus 2018 15:15
Hasil Penyelidikan Dilaporkan ke Mabes Polri
TERUS DILANJUTKAN: Tim ahli dari Politenik Negeri Bandung melakukan pemeriksaan sheet pile menggunakan alat khusus yang didatangkan dari Bandung, Jawa Barat.

PROKAL.CO, class="p1">TIM ahli Politeknik Negeri bandung (Polban) hingga kini masih melakukan pemeriksaan sheet pile atau turap yang dibangun Pemerintah Kabupaten Tana Tidung di desa Sedulun,Kecamatan Sesayap dan Desa Sepala Dalung, Kecamatan Sesayap Hilir. Pemeriksaan itu untuk melengkapi data 

Penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan lanjutan dari April lalu.

Ketua Tim Ahli Politeknik Negeri Bandung, Iskandar mengatakan,  pemeriksaan terhadap kedua sheet pile itu dilakukan secara menyeluruh sehingga data yang dibutuhkan tim penyidik lebih akurat.

“Ada beberapa titik yang kami periksa dan hasil pemeriksaan tahap pertama pada April lalu, seluruhnya telah kami serahkan ke Bareskrim Mabes polri. Saat itu tim ahli yang bekerja sebanyak 18 orang dengan waktu kerja selama 7 hari. Sebetulnya, semua sudah kita hitung untuk hasilnya silakan saja media tanyakan ke Bareskrim,” katanya kepada Bulungan Post, Jumat (9/8). 

Untuk memeriksa kedua sheet pile yang diduga terjadi korupsi itu, tim ahli mendatangkan alat khusus demi mendukung kinerja tim ahli. 

Pada pemeriksaan tahap awal terhadap kontruksi turap, tim ahli mendapatkan beberapa temuan. Namun, semua berkas dan data yang ada, sudah diserahkan ke penyidik Tipikor Mabes Polri, guna melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan penyidik.

“Untuk memeriksa, tim mendatangkan peralatan khusus berupa Pile Integrated Tester (PIT) yang digunakan untuk mengukur kedalaman pembangunan sheet pile. Alat yang digunakan ini cukup sensitif dan akurasinya cukup tinggi sehingga bisa mengetahui apakah pembangunan turap itu sesuai atau tidak. Untuk memeriksa sample yang kita ambil juga gunakan alat khusus,” jelasnya.

Ditegaskannya, pemeriksaan yang dilakukan tim ahli semua dilakukan berdasarkan data yang tertuang pada kontrak pembangunan.

“Pemeriksaan ini kita lakukan secara menyeluruh mulai dari kualitas material turap, kedalamannya, kepadatan tanah yang digunakan semua kita periksa sesuai yang tertuang didalam kontrak pembangunan sheetpile itu,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) membangun penurapan di tiga kecamatan sekaligus yakni Kecamatan Sesayap, Sesayap Hilir dan Tana Lia. 

Dari tiga proyek yang dikerjakan dengan skema tahun jamak tersebut hanya turap Kecamatan Tana Lia yang tuntas 100 persen sesuai dengan waktu pengerjaannya. Sementara, kedua pembangunan turap lainnya mangkrak.

Di Kecamatan Sesayap tertunda karena terganjal kondisi sosial, di mana beberapa warga yang terkena pembangunan proyek menolak untuk direlokasi. 

Pemerintah dianggap menawarkan ganti rugi lahan yang tidak sesuai sehingga progres saat itu hanya sekitar 40–50 persen saja. 

Sedangkan proyek turap di Kecamatan Sesayap Hilir terkendala penyelesaiannya karena kondisi alam. Penurapan beberapa kali amblas karena berbagai kondisi tersebut pembangunan penurapan kembali dilanjutkan namun menggunakan anggaran parsial.

Pada 2017 lalu, Dittipikor Mabes Polri sudah menyita beberapa dokumen saat menggeledah Kantor PT Luhribu Naga Jaya, PT Mitra Jasa Bina Pratama (Konsultan Pengawas) dan PT Super Teknik Consulindo (Konsultan Perencana), di Samarinda. 

Bareskrim Polri juga melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan KTT. Polisi menyita sejumlah dokumen terkait pengadaan, kontrak, BUD dari Keuangan Daerah (BPKAD) dan dokumen pembayaran.

Proyek pembangunan sheet pile di Sesayap dan Sesayap Hilir, oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan KTT memiliki nilai kontrak Rp 337 miliar. 

Turap Sesayap Rp 169 miliar, dengan pemenang tender PT Waskita-Luhribu KSO . Sedangkan turap Sesayap Hilir Rp 168 miliar kontraktor PT Dharma Perdana Muda. (*/isa/rio) 


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 14:44

Warga Filipina Bawa Sabu 5 Kg

TANJUNG SELOR – Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Batalyon Infantri…

Selasa, 18 September 2018 14:42

Dua WNI yang Diculik Belum Terdeteksi

TANJUNG SELOR – Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia telah menindaklanjuti penculikan…

Selasa, 18 September 2018 14:34

Penumpang Pesawat Dikalungkan Bunga, KSOP Bagi Baju Pelampung

Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-47 di Tarakan, kemarin (17/9), diperingati dengan cara beda…

Senin, 17 September 2018 17:10

Tarakan Tak Dapat Formasi CPNS

TANJUNG SELOR - Tahun ini Pemerintah Provinsi Kaltara kembali mendapatkan jatah untuk penerimaan Calon…

Senin, 17 September 2018 17:02

Dahulu Uang Admnistrasi Kartu ATM Dikuasasi Asing

Gerak perekonomian Kalimantan Utara terus berkembang mengikuti teknologi. Salah satunya berupa penggunaan…

Senin, 17 September 2018 16:59

Tunggu Hasil Audit BPKP Kaltara

TARAKAN – Satu per satu aset yang dimiliki Pemkot Tarakan mulai diserahkan ke Pemerintah Provinsi…

Minggu, 16 September 2018 15:21

Enam Rumah Terbakar, Diduga Arus Pendek

TANJUNG SELOR - Kebakaran terjadi di Jalan MT Haryono, Tanjung Selor, pada pukul 13.50 Wita, Sabtu (15/9).…

Minggu, 16 September 2018 14:42

Latsar Penting Diikuti ASN

TANJUNG SELOR - Sangat penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti latihan dasar (latsar).…

Sabtu, 15 September 2018 12:55

Air, Listrik dan Pariwisata Dilirik AS

TARAKAN – Potensi yang dimiliki kota Tarakan mulai dilirik negara lain. Duta Besar Amerika Serikat…

Jumat, 14 September 2018 15:15

Belum Ada Kepastian Formasi CPNS

TANJUNG SELOR – Informasi terkati formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di provinsi maupun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .