MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 08 Agustus 2018 15:29
Usul Pembangunan MAN IC

Kanwil Kemenag Tarakan Ingin Tingkatkan Sarana Pendidikan

Shaberah

PROKAL.CO, TARAKAN – Kedatangan Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Selasa (7/8), dimanfaatkan Kantor Kementerian Agama Tarakan untuk menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan.

Kepala Kantor Kemenag Tarakan Shaberah mengungkapkan, pihaknya masih kekurangan sarana dan prasarana pendidikan. Di antaranya, mengusulkan keberadaan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Sebab untuk negeri, jenjang pendidikan setara sekolah dasar (SD) ini belum ada di Tarakan. Sementara, minat warga cukup besar untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri berbasis agama.

“Pengennya ada MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) berdiri di kota Tarakan,” ujar Shaberah, usai pertemuan.

Tidak kalah pentingnya adalah kehadiran Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC). Shaberah mengusulkan madrasah ini perlu didirikan di Kalimantan Utara.

“Hampir tiap provinsi sudah ada di Indonesia, MAN IC namanya. Kita di Kaltara kan belum ada, yang paling pas itu sepertinya di Tarakan,” usulnya.

Menurut Shaberah, MAN IC ini merupakan sekolah unggulan berbasis agama dengan jenjang pendidikan setara sekolah menengah atas (SMA). Jika di sekolah umum sama dengan SMA plus.

Sekolah ini memiliki kurikulum pendidikan agama Islam yang lengkap dan ditunjang pendidikan umum yang memadai. Selain itu, fasilitas yang disiapkan juga lengkap. Mulai dari fasilitas belajar mengajar hingga tersedia asrama bagi siswa maupun tenaga pengajar, layaknya boarding school atau pondok pesantren.

Dengan kehadiran MAN IC nanti, Shaberah berharap bisa mencetak generasi muda Islami yang unggul. Sebab, dari hasil didikan MAN IC yang tersebar di Indonesia yang ia ketahui, tidak sedikit yang memiliki prestasi mentereng. Baik dibidang pendidikan agama Islam maupun pendidikan umum.

Ia juga menjamin, guru yang berkualitas. Sebab Kementerian Agama yang menyeleksi langsung guru-guru MAN IC, disesuaikan latar belakang pendidikannya. Bahkan untuk mata pelajaran bahasa Arab dan Inggris, tidak jarang mendatangkan guru dari negara asalnya dengan latar belakang agama Islam. 

Hanya saja, Shaberah tidak memungkiri orangtua perlu menyiapkan biaya lebih untuk bisa menyekolahkan anaknya di MAN IC. Salah satu rekannya yang berhasil menyekolahkan anaknya di MAN IC di Serpong, menyebut setiap bulan mengeluarkan sedikitnya Rp 4 Juta untuk biaya pendidikan anaknya.

“Tapi masuknya berat sekolah. Kan yang diterima cuman 2 ribu, yang daftar 13 ribu se-Indonesia. Di  Indonesia ada 20 MAN IC sekarang,” tuturnya.

Di Kalimantan, MAN IC juga sudah berdiri di Kalimantan Timur tepatnya di Kabupaten Paser. Selain di Benua Etam, MAN IC juga sudah hadir di Kalimantan Selatan.  

Selain sarana dan prasarana pendidikan, pihaknya juga mengusulkan kesejahteraan guru-guru yang ada di bawah naungan Kementerian Agama.

Karena yang terjadi selama ini, guru yang mengajar di Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MAN) tidak mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP)/ Berbeda dengan guru di bawah dinas pendidikan dan kebudayaan.   

“Artinya kalau memang aturan itu bisa dibuat secara nasional lah, jangan hanya di Tarakan. Di daerah lain juga, sekaligus kalau misalnya di pusat bisa diperjuangkan peraturan menteri, jangan ada beda antara guru madrasah, aliyah, sama SMA,” tuturnya.     

Sementara itu, fasilitas lainnya yang diinginkan Shaberah adalah pembangunan gedung sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat). Karena ruang siskohat Kemenag Tarakan saat ini kondisinya sempit sehingga kurang nyaman untuk  melayani calon jamaah haji yang ingin mengurus administrasi.

Pihaknya sudah menyiapkan lahan yang berada di area Kantor Kemenag Tarakan. Gedung siskohat nantinya akan digunakan bersama bank yang bekerja sama melayani ibadah haji. Sehingga memudahkan calon jamaah dalam melakukan validasi setoran. (mrs/rio) 


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 02:25

TPP Dipotong untuk Bayar Utang, Wali Kota Enggan Komentar

TARAKAN – Pembahasan APBD Tarakan 2019 antara legislatif dan eksekutif…

Sabtu, 17 November 2018 02:22

Gubernur Tegaskan Proyek Ini Desember Harus Selesai

TARAKAN – Menjelang akhir 2018, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie…

Kamis, 15 November 2018 10:33

Tambahan Jargas Sesuaikan Anggaran

TARAKAN – Dua program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Kamis, 15 November 2018 10:15

Usul PLTS ke Wamen ESDM

TARAKAN – Kesempatan bertemu Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya…

Rabu, 14 November 2018 12:35

Gubernur Jamin Ada Bagi Hasil

TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kembali menerima aset yang…

Rabu, 14 November 2018 12:32

Kaltara Jadi Perhatian Menteri PPPA

TARAKAN – Kalimantan Utara termasuk provinsi yang mendapatkan perhatian serius…

Rabu, 14 November 2018 12:30

BNNP Waspadai Momentum Pergantian Tahun

TARAKAN – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara…

Selasa, 13 November 2018 11:30

Wajib Miliki Rekomendasi DPPP

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan mengeluarkan…

Selasa, 13 November 2018 11:23

Kejar Target Pengesahan APBD

TARAKAN – Draf kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran…

Sabtu, 10 November 2018 14:54

Potensi PAD dari SBW Tak Bisa Tergarap

TARAKAN – Sejak beberapa tahun belakangan, usaha sarang burung walet…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .