MANAGED BY:
SENIN
24 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 08 Agustus 2018 15:04
Harga Udang Makin Tak Jelas

Petani Tambak Ingin Keseriusan Pemerintah

HEARING: Para petani tambak sedang berdiskusi bersama DPRD Tarakan terkait harga udang di ruang rapat DPRD Tarakan, Selasa (7/8).

PROKAL.CO, TARAKAN - Permasalahan harga udang pokok yang tidak jelas sesuai selama ini menjadi tuntutan para petani tambak. Karena dianggap merugikan mereka selama bertahun-tahun.

Perwakilan para petani tambak, Tamsil mengatakan, pihaknya mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan karena ingin menyampaikan permasalahan yang selama ini dirasakan akibat harga yang tidak normal. Karena dilihat dari biaya operasional dan biaya hidup tidak berbanding lurus dengan penghasilan.

“Selain itu, saya mewakili petani tambak yang lain memberikan tuntutan kepada stakeholder terkait, agar setelah pertemuan ini hasilnya ditindaklanjuti dan disikapi dengan serius. Jangan sampai habis rapat habis juga solusinya,” ungkapnya saat diwawancarai Bulungan Post, Selasa (7/8).

Dari pertemuan itu menurut Tambsil, sikap dewan dan pemerintah sangat menyambut baik kedatangan perwakilan petani tambak tersebut.

“Kita jalan ke sini bukan untuk berteriak merusak dan merugikan. Kita datang di tempat ini tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menyuarakan agar semua pihak mendapat keadilan,” ujarnya.

Saat ditanyakan mengenai harga udang, Tamsil mengatakan jika harga normal udang tersebut sangat variatif sesuai komisi. Namun yang terjadi sekarang adalah harga pokok berbanding jauh dengan komisi yang diterima para petani tambak.

“Contohnya harga pokok udang normal dengan size 15 per kilogram dihargai Rp 120 ribu dan komisi Rp 110 ribu masih sangat berimbang. Sedangkan yang terjadi sekarang sangat jauh. Ini yang menjadi tuntutan kami samakan harga pokok dan komisi atau hilangkan sama sekali,” tegasnya.

Tamsil menjelaskan, sejak bertahun-tahun tidak pernah diatur standarisasi harga pokok. Ketidakadilan harga ditambah dengan tidak transparansinya dalam bisnis tersebut membuat para petani pun kian terpuruk.

“Tidak transparansinya para pengusaha besar dan produsen membuat kita yang hancur. Oleh karena itu kita di sini membutuhkan peran pemerintah untuk mengayomi para petani tambak,” ungkapnya.

Pihaknya meminta agar ada regulasi dari pemerintah. Agar para pengusaha tidak seenaknya menentukan harga dan komisi di bawah harga pokok udang.

“Itu harus dilakukan pemerintah, dan diberlakukan untuk pengusaha dan pengekspor. Jangan sampai seperti pengusaha jadi semakin kuat dan petani yang anjlok,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut ada 3 kesepakatan yang dituntut oleh para petani tambak yakni kesepakatan transparansi, harga pokok kembali tanpa adanya komisi, dan dinas terkait membuat aturan tegas kepada para pengusaha.

“Kalau tidak seperti itu, secara umum para petani tambak jauh dari kata sejahtera,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua DPRD Tarakan, Muddain mengatakan, permasalahan yang terjadi akibat harga udang yang pada 2010 Rp 400 ribu per kilogramnya dengan kurs Dolar Amerika, Rp 6 ribu.

Sementara saat ini kurs Dolar Marika telah menginjak Rp 14 ribu yang menyebabkan harga turun drastis menjadi Rp 120 hingga 250 ribu.

Permasalahan lainnya adalah, harga dan komisi yang timpang menyebabkan beberapa dugaan para petani terjadinya permainan mafia. Sehingga harga udang yang ada di Tarakan tidak stabil.

Terkait tuntutan transparansi yang dikatakan petani tambak, Muddain menjelaskan, pihaknya juga merasakan hal tersebut.
Ia mencontohkan hubungan antara pemilik cold storage, distributor dan eksportir yang turut membuat curiga pihaknya.

“Bagaimana tidak, para pemilik cold storage dan pengusaha besar ini sudah kita undang beberapa tahun lalu hingga sekarang. Namun mereka seperti punya negara di dalam negara. Tidak pernah mengindahkan undangan kita,” tegasnya.

Oleh karena itu, untuk membahas masalah tersebut pihaknya melakukan pertemuan pada Senin dan Selasa mendatang. Jika para pemilik cold storage dan pengusaha tidak datang maka dengan sangat pihaknya akan mencabut surat izin usaha dan diminta angkat kaki dari Tarakan.

“Kita harus tegas, jadi mereka mengindahkan undangan kita. Hadirnya kita di sini kan untuk mengatur bukan malah dicuekin,” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang  Perikanan dan Kelautan Menjadi Kewenangan Pusat dan Provinsi, maka kasus ini akan diteruskan kepada DPRD Kaltara untuk disampaikan kepada gubernur.

Hal tersebut bertujuan agar pemerintah provinsi agar segera menangkap dan mengurusi masalah ini.

“Karena ini bukan masalah Tarakan melainkan juga masalah Pemprov Kaltara. Tujuannya juga agar gubernur berperan aktif untuk mencari solusi dari permasalahan ini," pungkasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Senin, 10 September 2018 15:09

Rp 100 Miliar untuk Pelaku Usaha

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Perindustrian perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindakop dan UKM)…

Senin, 10 September 2018 15:04

Sulit Tentukan HET Daging Ayam

TANJUNG SELOR – Belum adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) ayam, jadi celah pedegang menetapkan…

Senin, 10 September 2018 15:03

Ongkos Angkut Disetarakan Harga dengan SOA

DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kaltara tengah menyusun rancangan…

Senin, 10 September 2018 14:48

Harga Masih Anjlok

MESKI kurs dolar menguat dan diprediksi sebagian pengamat ekonomi lokal, bakal berdampak positif terhadap…

Senin, 10 September 2018 14:46

Produksi Tambak Udang Masih Jauh dari Harapan

TARAKAN – Potensi budidaya tambak diharapkan mampu bersaing menjadi salah satu sektor yang membangkitkan…

Jumat, 07 September 2018 14:21

Berhemat, Solusi Hadapi Melemahnya Rupiah

NILAI tukar rupiah yang mencapai Rp 15 ribu per USD 1, membuat masyarakat kian panik. Namun, kenaikan…

Jumat, 07 September 2018 14:17

Dolar Naik, Momentum Genjot Ekspor

TARAKAN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hendik Sudaryanto bersyukur,…

Kamis, 06 September 2018 17:27

Budidaya Rumput Laut Perlu Diatur

BUDIDAYA rumput laut di Kaltara cukup menjanjikan. Beberapa petani rumput laut, baik di Tarakan maupun…

Kamis, 06 September 2018 17:21

Agustus, Tarakan Alami Deflasi

TARAKAN – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam mengendalikan inflasi, masih terjaga.…

Kamis, 06 September 2018 17:16

Dolar Melonjak, Hindari Belanja Barang Impor

TARAKAN - Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika yang mencapai puncaknya dalam dua hari terakhir,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .