MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 08 Agustus 2018 15:04
Harga Udang Makin Tak Jelas

Petani Tambak Ingin Keseriusan Pemerintah

HEARING: Para petani tambak sedang berdiskusi bersama DPRD Tarakan terkait harga udang di ruang rapat DPRD Tarakan, Selasa (7/8).

PROKAL.CO, TARAKAN - Permasalahan harga udang pokok yang tidak jelas sesuai selama ini menjadi tuntutan para petani tambak. Karena dianggap merugikan mereka selama bertahun-tahun.

Perwakilan para petani tambak, Tamsil mengatakan, pihaknya mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan karena ingin menyampaikan permasalahan yang selama ini dirasakan akibat harga yang tidak normal. Karena dilihat dari biaya operasional dan biaya hidup tidak berbanding lurus dengan penghasilan.

“Selain itu, saya mewakili petani tambak yang lain memberikan tuntutan kepada stakeholder terkait, agar setelah pertemuan ini hasilnya ditindaklanjuti dan disikapi dengan serius. Jangan sampai habis rapat habis juga solusinya,” ungkapnya saat diwawancarai Bulungan Post, Selasa (7/8).

Dari pertemuan itu menurut Tambsil, sikap dewan dan pemerintah sangat menyambut baik kedatangan perwakilan petani tambak tersebut.

“Kita jalan ke sini bukan untuk berteriak merusak dan merugikan. Kita datang di tempat ini tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menyuarakan agar semua pihak mendapat keadilan,” ujarnya.

Saat ditanyakan mengenai harga udang, Tamsil mengatakan jika harga normal udang tersebut sangat variatif sesuai komisi. Namun yang terjadi sekarang adalah harga pokok berbanding jauh dengan komisi yang diterima para petani tambak.

“Contohnya harga pokok udang normal dengan size 15 per kilogram dihargai Rp 120 ribu dan komisi Rp 110 ribu masih sangat berimbang. Sedangkan yang terjadi sekarang sangat jauh. Ini yang menjadi tuntutan kami samakan harga pokok dan komisi atau hilangkan sama sekali,” tegasnya.

Tamsil menjelaskan, sejak bertahun-tahun tidak pernah diatur standarisasi harga pokok. Ketidakadilan harga ditambah dengan tidak transparansinya dalam bisnis tersebut membuat para petani pun kian terpuruk.

“Tidak transparansinya para pengusaha besar dan produsen membuat kita yang hancur. Oleh karena itu kita di sini membutuhkan peran pemerintah untuk mengayomi para petani tambak,” ungkapnya.

Pihaknya meminta agar ada regulasi dari pemerintah. Agar para pengusaha tidak seenaknya menentukan harga dan komisi di bawah harga pokok udang.

“Itu harus dilakukan pemerintah, dan diberlakukan untuk pengusaha dan pengekspor. Jangan sampai seperti pengusaha jadi semakin kuat dan petani yang anjlok,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut ada 3 kesepakatan yang dituntut oleh para petani tambak yakni kesepakatan transparansi, harga pokok kembali tanpa adanya komisi, dan dinas terkait membuat aturan tegas kepada para pengusaha.

“Kalau tidak seperti itu, secara umum para petani tambak jauh dari kata sejahtera,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua DPRD Tarakan, Muddain mengatakan, permasalahan yang terjadi akibat harga udang yang pada 2010 Rp 400 ribu per kilogramnya dengan kurs Dolar Amerika, Rp 6 ribu.

Sementara saat ini kurs Dolar Marika telah menginjak Rp 14 ribu yang menyebabkan harga turun drastis menjadi Rp 120 hingga 250 ribu.

Permasalahan lainnya adalah, harga dan komisi yang timpang menyebabkan beberapa dugaan para petani terjadinya permainan mafia. Sehingga harga udang yang ada di Tarakan tidak stabil.

Terkait tuntutan transparansi yang dikatakan petani tambak, Muddain menjelaskan, pihaknya juga merasakan hal tersebut.
Ia mencontohkan hubungan antara pemilik cold storage, distributor dan eksportir yang turut membuat curiga pihaknya.

“Bagaimana tidak, para pemilik cold storage dan pengusaha besar ini sudah kita undang beberapa tahun lalu hingga sekarang. Namun mereka seperti punya negara di dalam negara. Tidak pernah mengindahkan undangan kita,” tegasnya.

Oleh karena itu, untuk membahas masalah tersebut pihaknya melakukan pertemuan pada Senin dan Selasa mendatang. Jika para pemilik cold storage dan pengusaha tidak datang maka dengan sangat pihaknya akan mencabut surat izin usaha dan diminta angkat kaki dari Tarakan.

“Kita harus tegas, jadi mereka mengindahkan undangan kita. Hadirnya kita di sini kan untuk mengatur bukan malah dicuekin,” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang  Perikanan dan Kelautan Menjadi Kewenangan Pusat dan Provinsi, maka kasus ini akan diteruskan kepada DPRD Kaltara untuk disampaikan kepada gubernur.

Hal tersebut bertujuan agar pemerintah provinsi agar segera menangkap dan mengurusi masalah ini.

“Karena ini bukan masalah Tarakan melainkan juga masalah Pemprov Kaltara. Tujuannya juga agar gubernur berperan aktif untuk mencari solusi dari permasalahan ini," pungkasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Minggu, 18 November 2018 14:27

UKM Kaltara Kalah dari Segi Pemasaran

PEMASARAN produk masih menjadi kendala sebagian pelaku usaha kecil menengah…

Minggu, 18 November 2018 14:25

Utang Pemprov Dicicil Tiga Tahun

LEMBAGA pembiayaan yang merupakan badan usaha milik negara di bawah…

Minggu, 18 November 2018 14:23

KEE Masuk Lahan Perluasan Kebun Sawit

TANJUNG SELOR – Kawasan hutan di wilayah Kabupaten Bulungan memiliki…

Sabtu, 17 November 2018 02:16

Stok Bahan Pokok Mencukupi

TANJUNG SELOR – Ketersediaan bahan pokok seperti beras, jagung, cabai besar,…

Jumat, 16 November 2018 10:39

Intensifkan Pengawasan Malam Hari

TARAKAN – Aktivitas nelayan pukat pada malam hari di sekitar…

Jumat, 16 November 2018 10:20

Harga Anjlok karena Stok Melimpah

TARAKAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai persoalan anjloknya…

Kamis, 15 November 2018 10:28

Lulusan Teknik Industri Bakal Banyak Dicari

TANJUNG SELOR – Kepala Seksi Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja…

Rabu, 14 November 2018 12:27

Minta Petani Tak Bergantung ke Dinas

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultural Dinas…

Selasa, 13 November 2018 11:52

Produk UKM Dikenal Hingga Mancanegara

BERDASARKAN data yang dimiliki Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM…

Senin, 12 November 2018 22:36

Pastikan Upah Naik Setiap Tahun

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang (Kabid) Bidang Hubungan Industrial dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .