MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 01 Agustus 2018 14:03
Begini Jika Pasar Belum Ada Pengelolanya...
SEPI PEMBELI: Pasar yang berada di belakang Kompleks Pusat Kuliner Pelangi, Malinau belum dikelola dengan baik.

PROKAL.CO, class="p1">MALINAU – Kompleks Pusat Kuliner Pelangi, Malinau yang berada di Jalan Panembahan terdapat sebuah pasar yang berada tepat di tepi Sungai Sesayap. Sayangnya, pasar yang menyediakan 16 lapak ikan dan 9 lapak sayuran itu justru sepi pembeli. Padahal pasar tersebut terbilang baru. Pada Mei lalu, baru dioperasikan.

Para pedagang pun mengeluhkan lesunya perputaran Rupiah di tempat tersebut. Yuli, seorang pedagang sayur mengeluhkan fasilitas pasar, terutama akses jalan yang menurutnya belum baik.

“Baru saja satu bulan kami di sini sudah ada Satpol PP yang menaruh plang di depan Gerbang Komplek Pelangi yang melarang Kendaraan roda dua masuk ke dalam pasar. Akibatnya berkurang pembeli yang masuk,” keluh Yuli saat diwawancara Bulungan Post, Selasa (31/7).

Pedagang lainnya juga mengeluhkan kondisi pasar yang sepi. Menurut seorang pedagang sayur lainnya, Mama Yoga, 35 tahun, mengaku pemasukannya sangat kurang.

“Pemasukan kami kurang setelah pindah ke sini. Masih banyak yang belum tahu pasar di sini sudah dibuka,” ucapnya.

Lokasi pasar yang berada di bagian belakang Kompleks Kuliner Pelangi menyebabkan belum ada masyarakat yang tahu. Bahwa ada pasar sayuran dan ikan. 

Tidak adanya badan atau lembaga yang ditunjuk untuk mengelola pasar, juga membuat pemanfaatan pusat perdagangan itu kurang maksimal. Padahal, inisiasi untuk membangun pasar dengan ukuran kecil berasal dari Kecamatan Malinau Kota. 

Ketua RT 006, Irianto yang mengawasi pasar tersebut karena berada di wilayahnya mengatakan, lapak disediakan oleh pemerintah kecamatan. Namun, hingga kini belum ada instansi resmi yang mengurus pasar tersebut. 

“Pasar disediakan kecamatan, pastinya RT 006 menjadi koordinator di lapangan karena masuk dalam wilayah kami,” pungkas Irianto. (*/rif/rio) 


BACA JUGA

Sabtu, 04 Agustus 2018 12:59

Disdagkop Bantah Elpiji Melon Langka

TARAKAN - Beberapa hari ini, keberadaan tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) kosong. Masyarakat pun harus…

Jumat, 03 Agustus 2018 13:36

Kenaikan Harga Ayam Ancam Inflasi

TARAKAN – Upaya Pemerintah Provinsi Kaltara menekan inflasi yang naik pada Juni lalu hingga 2,71…

Jumat, 03 Agustus 2018 13:32

Camat Berperan dalam Kelancaran Investasi

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memiliki program pembangunan yang menjanjikan.…

Rabu, 01 Agustus 2018 13:57

Harga Ayam Potong Masih Mahal

TARAKAN – Lonjakan harga kembali terjadi. Sebelumnya, pada perayaan Lebaran harga ayam potong…

Selasa, 31 Juli 2018 12:50

Perusda Kesulitan Bayar Gaji Karyawan

TARAKAN – Persoalan keuangan kini membelit Perusahaan Daerah (Peruda) Tarakan. Beberapa aset pemerintah…

Selasa, 31 Juli 2018 12:42

Sepekan, Puluhan Miliar Uang Beredar

TARAKAN – Tak sia-sia Pemerintah Kota Tarakan memberanikan diri menjadi tuan rumah pelaksanaan…

Senin, 30 Juli 2018 13:43

Cuaca Buruk, Pasokan Ikan Berkurang

TARAKAN - Cuaca buruk yang melanda Tarakan sepekan ini, menyebabkan harga ikan di pasar-pasar tradisional…

Senin, 30 Juli 2018 13:22

Kesejahteraan Petani Terbatas

DIBUTUHKAN banyak dukungan dalam penerapan sistem mekanisasi pertanian untuk mendongkrak tingkat kesejahteraan…

Minggu, 29 Juli 2018 13:42

Pengeluaran Masyarakat Kaltara Cukup Tinggi

TANJUNG SELOR - Pengeluaran rata-rata normal masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara), untuk konsumsi makanan…

Sabtu, 28 Juli 2018 14:06

Rakernas Apeksi Bakal Pengaruhi Inflasi Tarakan

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan mulai menghitung berapa besar perputaran uang yang dihasilkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .