MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 01 Agustus 2018 13:57
Harga Ayam Potong Masih Mahal

Diakibatkan Larangan Penggunaan Antibiotik

JAMIN KESEHATAN: Beberapa petugas mengecek kesehatan bibit ayam di salah satu distributor di Tarakan, kemarin (31/7)

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Lonjakan harga kembali terjadi. Sebelumnya, pada perayaan Lebaran harga ayam potong mencapai Rp 70 ribu per kilogram. Kini, harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Tarakan kembali meroket. 

Nurul, salah seorang pedagang di Pasar Gusher, Tarakan mengatakan, harga ayam potong kini Rp 65 ribu per kilogram. Padahal harga normal ayam potong hanya Rp 45 ribu per kilogram.

“Harga dari pemilik kandang yang dinaikan, jadi dari pada tidak ada untungnya,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan, Wiprartono Soebagio mengatakan, tingginya harga daging ayam diakibatkan menurunnya Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Pengaruh kurs ujarnya, turut memengaruhi sejumlah harga pangan, tidak hanya ayam potong saja.

Penyebab kedua, adanya kebijakan nasional terkait peternakan ayam potong atau tidak boleh lagi menggunakan antibiotik.

“Antibiotik itu nantinya akan menambah berat badan ayam. Sekarang sudah tidak diperbolehkan lagi memakai obat yang memacu pertumbuhan ayam agar cepat besar,” ungkapnya kepada Bulungan Post, Selasa (31/7).

Untuk diketahui, penggunaan antibiotik atau obat perangsang pertumbuhan pada ayam potong maupun petelur dapat memicu kanker pada manusia jika dikonsumsi.

Pria yang akrab disapa Sony ini mengatakan, kebijakan tersebut sangat berdampak terhadap lambatnya pertumbuhan ayam potong dan petelur. Hal itu menyebabkan pasokan ayam potong di pasaran pun terganggu.

Nah karena itulah pertumbuhan ayam tidak optimal, yang sebelumnya 2 kilogram per ekor kini hanya 1,6 kilogram per ekor. Biasanya masyarakat membeli 2 kilogram seekor, kini 2 ekor baru 2 kilogram. Jadi stok itu tidak kosong melainkan berat badannya yang menyusut,” jelasnya.

Terakhir, dimusnahkannya kurang lebih 1,5 miliar ayam dieliminasi dengan cara dibakar karena mengandung antibiotik. Hal tersebut juga berlaku bukan hanya untuk ayam potong melainkan juga untuk ayam petelur. “Jadi potensi ayam petelur menurun, menyebabkan produksi ayam potong berkurang,” ungkapnya. 

Sony mengakui jika selama ini untuk memenuhi kebutuhan daging ayam pihaknya mendatangkan ayam yang berasal dari Bulungan dan Berau. Serta mendatangkan daging beku sebagai subtitusi atau pengganti yang banyak tersebar di supermarket yang ada di Tarakan. “Tapi itu sebagai subtitusi ya,” pungkasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Minggu, 30 September 2018 16:44

Jamin SOA Barang Tak Dimonopoli

TANJUNG SELOR – Tingginya harga barang di daerah perbatasan, menjadi perhatian serius Pemprov…

Jumat, 28 September 2018 16:04

Pelaku Usaha Wajib Miliki NIB

TANJUNG SELOR - Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi…

Jumat, 28 September 2018 15:47

Harga Sewa Terlalu Mahal, Investor Mundur Kelola Pabrik Rumput Laut

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan terus berupaya memfungsikan pabrik…

Rabu, 26 September 2018 14:59

ADUH..!! 80 Persen Kebutuhan Warga Masih dari Malaysia

TANJUNG SELOR – Banyaknya barang-barang dari Malaysia yang beredar di daerah perbatasan Kalimantan…

Senin, 24 September 2018 16:39

Pendapatan Tergerus Pembangunan Infrastruktur

TANJUNG SELOR – Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan oleh pemerintah, memiliki…

Rabu, 19 September 2018 14:59

Irau Malinau Tempat Promosi Produk UMKM

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terus mempersiapkan event Irau ke-9 yang akan…

Rabu, 19 September 2018 14:30

Penggunaan Ringgit di Sebatik Menurun

PENGUNAAN mata uang asing berupa ringgit Malaysia, masih jadi permasalahan di wilayah perbatasan Kaltara,…

Selasa, 18 September 2018 14:38

Kube untuk Masyarakat Miskin

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mempunyai program berupa Kelompok Usaha Bersama (Kube) untuk membedayakan…

Senin, 17 September 2018 17:27

Pengecer Tak Boleh Berjualan Elpiji Melon

TANJUNG SELOR – Penjualan elpiji 3 kilogram (kg) sepertinya terus menjadi masalah. Selain ketersediannya…

Senin, 17 September 2018 17:06

PDRB Per Kapita Terus Meningkat

SALAH satu indikator tingkat kemakmuran penduduk di suatu daerah atau wilayah dapat dilihat dari nilai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .