MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 01 Agustus 2018 13:47
YAELAA PAK...!! Masak Tak Tahu Gaji Guru Honor Belum Dibayar?
Khaeruddin Arief Hidayat

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Belum dibayarkannya gaji guru honor sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Tarakan selama 7 bulan, merupakan imbas defisit anggaran. Namun, kondisi itu belum diketahui oleh Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) Tarakan.

Hal itu diakui Ketua PGRI Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat. Pria yang juga Wakil Wali Kota Tarakan ini mengira persoalan ini tuntas, ketika ia mengambil kebijakan memprioritaskan pembayaran gaji tenaga kontrak jelang Lebaran. 

Ketika itu, Khaeruddin Arief Hidayat masih menjabat Pelakana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan. 

“Ini prioritas dari awal-awal. Justru saya juga baru, saya pikir kemarin-kemarin juga sudah itu ya, artinya honor-honor juga sudah aman segala macam. Karena kan prioritas di sebelum hari raya, bisa terbayar. Saya juga baru tahu tenaga-tenaga honor di sekolah-sekolah ada juga yang belum terbayar,” beber Arief Hidayat kepada awak media, Selasa (31/7).

Namun, yang diketahuinya, pihak sekolah masih bisa mencari pinjaman untuk membayarkan hak-hak guru honor. Misalnya, melalui dana kas yang diambil dari sumbangan.

Arief juga menilai, boleh saja sumbangan itu diambil dari orangtua atau wali siswa, berdasarkan kesepakatan bersama. Serta hhrus mengedepankan keikhlasan, disesuaikan kemampuan orangtua siswa.

“Kalau nanti ada yang mau menyumbang Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, atau sama sekali tidak ada, karena dia tidak punya, ya itu yang namanya kerelaan. Itu yang harus dipahamkan. Jangan sampai bahwa ketika tidak menyumbang  lalu itu menjadi sesuatu bagi mereka posisinya seolah-olah ditekan, itu yang jangan sampai terjadi,” ungkapnya.

Namun, ia berharap semoga persoalan ini cepat selesai. Pemerintah juga berupaya untuk segera membayarkan hak-hak guru honor melalui pencairan bantuan operasional pendidikan (BOP). Terbukti, Arief Hidayat mengaku kalau Pemkot Tarakan sudah mencairkan BOP untuk jenjang taman kanak-kanak (TK).

“Mudah-mudahan ini bisa, di dalam bulan ini juga lah di anukan, supaya bisa menyusul pencairan,” harap pria yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Sebelumnya, berdasarkan pengakuan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs se Tarakan, Indah Sarastiningsih, sejak Januari hingga Juli 2018, seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Tarakan belum menerima bantuan operasional pendidikan (BOP) dari Pemkot Tarakan.

Bahkan, untuk bantuan belanja barang dan jasa, sudah tersendat sejak Juli 2017. Beruntung masih ada bantuan operasional sekolah (BOS) dari Pemerintah Pusat sehingga membantu dalam memenuhi kebutuhan alat tulis kantor (ATK) sekolah.

Yang parah, guru kontrak atau guru honor dan staf juga kena imbasnya. Sebab, selain untuk belanja barang dan jasa, peruntukkan BOP juga untuk belanja jasa pihak ketiga, termasuk di dalamnya membayar upah mengajar guru honor.

“Dari 2018 sampai sekarang itu belum cair (BOP jasa pihak ketiga),” beber Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs se Tarakan, Indah Sarastiningsih, Senin (30/7).

Menurut wanita yang juga menjabat Kepala SMP Negeri 1 Tarakan, kondisi paceklik BOP ini terjadi di semua SD dan SMP di Tarakan. Sehingga diperkirakan ada ratusan guru honor dan staf yang terkena dampaknya.

SMPN 1 saja mempekerjakan 39 guru honor termasuk staf administrasi. honor mereka dibayar bervariasi. Kalau guru, dihitung berdasarkan jam mengajar.

Pihak sekolah terpaksa mencarikan dana talangan untuk memenuhi hak mereka. Namun, kemampuan pinjaman yang juga terbatas, membuat pemenuhan hak-hak guru dan staf hanya semampunya saja. Adapun dana pinjaman diambil dari dana tabungan siswa, berdasarkan persetujuan orangtua dan komite sekolah.

“Kami hanya bisa panjarnya itu Rp 600 ribu per bulan. Range-nya (honor guru dan staf) itu antara Rp 1,2 juta sampai kurang lebih mendekati ada yang Rp 2 juta,” ujarnya. (mrs/rio)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 14:56

Pindah ke NasDem, Ruddin Siap Mundur

TARAKAN – Pengunduran diri kader Partai Golongan Karya (Golkar), Ruddin dari partai yang telah…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:39

Arief Hidayat Gugat KPU Kaltara

TARAKAN - Dari pendaftaran calon anggota legislatif yang dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:08

Lahan dan Anggaran Jadi Kendala

TARAKAN – Persoalan sampah di Tarakan kembali menjadi serius setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA)…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:56

Tepis Isu Penghapusan Subsidi Listrik

TARAKAN – Subsidi listrik tepat sasaran bagi rumah tangga tidak mampu, sampai saat ini masih diberlakukan…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:49

Disdikbud Kaltara Tetap Ikuti Aturan PPDB

TARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara tetap mengikuti aturan tentang penerimaan siswa…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:39

Sejumlah Orangtua Tak Mengizinkan Pemberian Iminusasi MR

TARAKAN – Pemberian vaksin imunisasi Measles Rubella (MR), tetap dilakukan di Tarakan. Meski,…

Senin, 13 Agustus 2018 16:20

SKKL Akan Jadi Jalur Utama

TARAKAN – Pembangunan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) oleh PT Telkom, telah rampung dikerjakan.…

Senin, 13 Agustus 2018 15:59

Parpol di Daerah Mulai Persiapan

TARAKAN – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan…

Senin, 13 Agustus 2018 14:08

Internet Bermasalah, KPU Pakai Manual

RAPAT pleno penetapan calon legislatif sementara dan penyerahan hasil verifikasi berkas ke masing-masing…

Minggu, 12 Agustus 2018 15:12

Untuk Jadi Caleg, Diperlukan Isi Tas

DI masa seperti sekarang ini, tiap partai politik (parpol) pasti memiliki cara jitu untuk memenangkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .