MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 01 Agustus 2018 13:47
YAELAA PAK...!! Masak Tak Tahu Gaji Guru Honor Belum Dibayar?
Khaeruddin Arief Hidayat

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Belum dibayarkannya gaji guru honor sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Tarakan selama 7 bulan, merupakan imbas defisit anggaran. Namun, kondisi itu belum diketahui oleh Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) Tarakan.

Hal itu diakui Ketua PGRI Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat. Pria yang juga Wakil Wali Kota Tarakan ini mengira persoalan ini tuntas, ketika ia mengambil kebijakan memprioritaskan pembayaran gaji tenaga kontrak jelang Lebaran. 

Ketika itu, Khaeruddin Arief Hidayat masih menjabat Pelakana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan. 

“Ini prioritas dari awal-awal. Justru saya juga baru, saya pikir kemarin-kemarin juga sudah itu ya, artinya honor-honor juga sudah aman segala macam. Karena kan prioritas di sebelum hari raya, bisa terbayar. Saya juga baru tahu tenaga-tenaga honor di sekolah-sekolah ada juga yang belum terbayar,” beber Arief Hidayat kepada awak media, Selasa (31/7).

Namun, yang diketahuinya, pihak sekolah masih bisa mencari pinjaman untuk membayarkan hak-hak guru honor. Misalnya, melalui dana kas yang diambil dari sumbangan.

Arief juga menilai, boleh saja sumbangan itu diambil dari orangtua atau wali siswa, berdasarkan kesepakatan bersama. Serta hhrus mengedepankan keikhlasan, disesuaikan kemampuan orangtua siswa.

“Kalau nanti ada yang mau menyumbang Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, atau sama sekali tidak ada, karena dia tidak punya, ya itu yang namanya kerelaan. Itu yang harus dipahamkan. Jangan sampai bahwa ketika tidak menyumbang  lalu itu menjadi sesuatu bagi mereka posisinya seolah-olah ditekan, itu yang jangan sampai terjadi,” ungkapnya.

Namun, ia berharap semoga persoalan ini cepat selesai. Pemerintah juga berupaya untuk segera membayarkan hak-hak guru honor melalui pencairan bantuan operasional pendidikan (BOP). Terbukti, Arief Hidayat mengaku kalau Pemkot Tarakan sudah mencairkan BOP untuk jenjang taman kanak-kanak (TK).

“Mudah-mudahan ini bisa, di dalam bulan ini juga lah di anukan, supaya bisa menyusul pencairan,” harap pria yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Sebelumnya, berdasarkan pengakuan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs se Tarakan, Indah Sarastiningsih, sejak Januari hingga Juli 2018, seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Tarakan belum menerima bantuan operasional pendidikan (BOP) dari Pemkot Tarakan.

Bahkan, untuk bantuan belanja barang dan jasa, sudah tersendat sejak Juli 2017. Beruntung masih ada bantuan operasional sekolah (BOS) dari Pemerintah Pusat sehingga membantu dalam memenuhi kebutuhan alat tulis kantor (ATK) sekolah.

Yang parah, guru kontrak atau guru honor dan staf juga kena imbasnya. Sebab, selain untuk belanja barang dan jasa, peruntukkan BOP juga untuk belanja jasa pihak ketiga, termasuk di dalamnya membayar upah mengajar guru honor.

“Dari 2018 sampai sekarang itu belum cair (BOP jasa pihak ketiga),” beber Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs se Tarakan, Indah Sarastiningsih, Senin (30/7).

Menurut wanita yang juga menjabat Kepala SMP Negeri 1 Tarakan, kondisi paceklik BOP ini terjadi di semua SD dan SMP di Tarakan. Sehingga diperkirakan ada ratusan guru honor dan staf yang terkena dampaknya.

SMPN 1 saja mempekerjakan 39 guru honor termasuk staf administrasi. honor mereka dibayar bervariasi. Kalau guru, dihitung berdasarkan jam mengajar.

Pihak sekolah terpaksa mencarikan dana talangan untuk memenuhi hak mereka. Namun, kemampuan pinjaman yang juga terbatas, membuat pemenuhan hak-hak guru dan staf hanya semampunya saja. Adapun dana pinjaman diambil dari dana tabungan siswa, berdasarkan persetujuan orangtua dan komite sekolah.

“Kami hanya bisa panjarnya itu Rp 600 ribu per bulan. Range-nya (honor guru dan staf) itu antara Rp 1,2 juta sampai kurang lebih mendekati ada yang Rp 2 juta,” ujarnya. (mrs/rio)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 14:25

Antisipasi Napi Masuk Tarakan

TARAKAN – Narapidana yang sengaja dilepas saat terjadi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, belum…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:23

Insentif Ketua RT Hanya Cair Tiga Bulan

TARAKAN – Ketua-ketua RT akhirnya bakal menikmati insentif yang belum dibayarkan selama lima bulan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:49

Stiker di Kaca Mobil Ganggu Jarak Pandang

TARAKAN – Kaca mobil, baik angkutan kota maupun mobil pribadi menjadi salah satu media bagi peserta…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:45

APK Bertebaran di Tarakan

TARAKAN – Alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu berupa baliho, mulai menghiasi setiap sudut…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:37

Klaim Tarakan Bebas Kaki Gajah

TARAKAN – Pemberian obat pencegahan missal (POPM) penyakit kaki gajah atau filariasis tidak diwajibkan…

Senin, 15 Oktober 2018 00:15

Organisasi Kepemudaan Membantu

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltara Haerumuddin mengatakan, banyaknya organisasi…

Senin, 15 Oktober 2018 00:14

Gini Nih Jadinya Kalau Termakan Isu Penculikan di Medsos

TARAKAN – Isu penculikan anak yang beredar di media sosial, kembali ditelan mentah-mentah oleh…

Senin, 15 Oktober 2018 00:08

Kepemilikan Identitas Ganda Berkurang

MALINAU - Persoalan identitas kependudukan yang kerap ditemui di wilayah perbatasan Kaltara, terutama…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:22

Persiapkan Diri untuk Bersaing

NUNUKAN - Pembangunan suatu daerah lebih maju, jika pemangku kepentingan memberikan kontribusi. Termasuk…

Sabtu, 13 Oktober 2018 13:51

Bawaslu Akan Tindak Tegas Calon yang Kampanye di Lembaga Pendidikan

TARAKAN – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara Siti Nuhriyati dengan tegas menyatakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .