MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 01 Agustus 2018 13:47
YAELAA PAK...!! Masak Tak Tahu Gaji Guru Honor Belum Dibayar?
Khaeruddin Arief Hidayat

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Belum dibayarkannya gaji guru honor sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Tarakan selama 7 bulan, merupakan imbas defisit anggaran. Namun, kondisi itu belum diketahui oleh Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) Tarakan.

Hal itu diakui Ketua PGRI Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat. Pria yang juga Wakil Wali Kota Tarakan ini mengira persoalan ini tuntas, ketika ia mengambil kebijakan memprioritaskan pembayaran gaji tenaga kontrak jelang Lebaran. 

Ketika itu, Khaeruddin Arief Hidayat masih menjabat Pelakana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan. 

“Ini prioritas dari awal-awal. Justru saya juga baru, saya pikir kemarin-kemarin juga sudah itu ya, artinya honor-honor juga sudah aman segala macam. Karena kan prioritas di sebelum hari raya, bisa terbayar. Saya juga baru tahu tenaga-tenaga honor di sekolah-sekolah ada juga yang belum terbayar,” beber Arief Hidayat kepada awak media, Selasa (31/7).

Namun, yang diketahuinya, pihak sekolah masih bisa mencari pinjaman untuk membayarkan hak-hak guru honor. Misalnya, melalui dana kas yang diambil dari sumbangan.

Arief juga menilai, boleh saja sumbangan itu diambil dari orangtua atau wali siswa, berdasarkan kesepakatan bersama. Serta hhrus mengedepankan keikhlasan, disesuaikan kemampuan orangtua siswa.

“Kalau nanti ada yang mau menyumbang Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, atau sama sekali tidak ada, karena dia tidak punya, ya itu yang namanya kerelaan. Itu yang harus dipahamkan. Jangan sampai bahwa ketika tidak menyumbang  lalu itu menjadi sesuatu bagi mereka posisinya seolah-olah ditekan, itu yang jangan sampai terjadi,” ungkapnya.

Namun, ia berharap semoga persoalan ini cepat selesai. Pemerintah juga berupaya untuk segera membayarkan hak-hak guru honor melalui pencairan bantuan operasional pendidikan (BOP). Terbukti, Arief Hidayat mengaku kalau Pemkot Tarakan sudah mencairkan BOP untuk jenjang taman kanak-kanak (TK).

“Mudah-mudahan ini bisa, di dalam bulan ini juga lah di anukan, supaya bisa menyusul pencairan,” harap pria yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Sebelumnya, berdasarkan pengakuan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs se Tarakan, Indah Sarastiningsih, sejak Januari hingga Juli 2018, seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Tarakan belum menerima bantuan operasional pendidikan (BOP) dari Pemkot Tarakan.

Bahkan, untuk bantuan belanja barang dan jasa, sudah tersendat sejak Juli 2017. Beruntung masih ada bantuan operasional sekolah (BOS) dari Pemerintah Pusat sehingga membantu dalam memenuhi kebutuhan alat tulis kantor (ATK) sekolah.

Yang parah, guru kontrak atau guru honor dan staf juga kena imbasnya. Sebab, selain untuk belanja barang dan jasa, peruntukkan BOP juga untuk belanja jasa pihak ketiga, termasuk di dalamnya membayar upah mengajar guru honor.

“Dari 2018 sampai sekarang itu belum cair (BOP jasa pihak ketiga),” beber Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs se Tarakan, Indah Sarastiningsih, Senin (30/7).

Menurut wanita yang juga menjabat Kepala SMP Negeri 1 Tarakan, kondisi paceklik BOP ini terjadi di semua SD dan SMP di Tarakan. Sehingga diperkirakan ada ratusan guru honor dan staf yang terkena dampaknya.

SMPN 1 saja mempekerjakan 39 guru honor termasuk staf administrasi. honor mereka dibayar bervariasi. Kalau guru, dihitung berdasarkan jam mengajar.

Pihak sekolah terpaksa mencarikan dana talangan untuk memenuhi hak mereka. Namun, kemampuan pinjaman yang juga terbatas, membuat pemenuhan hak-hak guru dan staf hanya semampunya saja. Adapun dana pinjaman diambil dari dana tabungan siswa, berdasarkan persetujuan orangtua dan komite sekolah.

“Kami hanya bisa panjarnya itu Rp 600 ribu per bulan. Range-nya (honor guru dan staf) itu antara Rp 1,2 juta sampai kurang lebih mendekati ada yang Rp 2 juta,” ujarnya. (mrs/rio)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 10:14

KENAPA SUSAH BETUL EH..!! Penutupan Lokalisasi Masih Ngambang

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan bersama organisasi masyarakat…

Jumat, 14 Desember 2018 10:06

Bawaslu Akan Awasi ODGJ

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tarakan berencana membentuk…

Kamis, 13 Desember 2018 10:43

Ini Pasokan Gas Paling Idola di Kaltara

TARAKAN – Pemanfataan potensi gas bumi di Kalimantan Utara, terus…

Kamis, 13 Desember 2018 10:32

Jepang Tawarkan Beasiswa

TARAKAN – Masyarakat Kalimantan Utara yang ingin melanjutkan pendidikan di…

Rabu, 12 Desember 2018 10:06

Loh Kenapa Bah...?? Tarakan Dicoret dari Jatah Jargas

TARAKAN – Warga yang belum masuk daftar pemasangan jaringan gas…

Rabu, 12 Desember 2018 09:59

Di Daerah Ini, Pertamini Mulai Menjamur

TARAKAN - Usaha penjualan bahan bakar minyak dengan nama plesetan…

Rabu, 12 Desember 2018 09:56

Rencana Penutupan Lokalisasi, Pemkot Di-deadline hingga Akhir Tahun

TARAKAN – Belum ada tanda-tanda akan ditutupnya lokalisasi di Tarakan,…

Selasa, 11 Desember 2018 10:14

PDAM Tuntut Kerugian Kehilangan Air

TARAKAN – Galian jaringan gas (jargas) rumah tangga yang banyak…

Selasa, 11 Desember 2018 10:01

Mantan Pejabat KTT Dijebloskan ke Rutan

TANJUNG SELOR – Mantan pejabat Pemkab Tana Tidung berinisial M,…

Senin, 10 Desember 2018 12:59

Ular Piton Masuk Permukiman

TARAKAN – Ular piton yang biasa terlihat di RT 18…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .