MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 31 Juli 2018 12:35
Kawasan Hutan Kota Jadi Permukiman
BERUBAH FUNGSI: Salah satu kawasan hutan di Karang Anyar yang mulai dibangun rumah oleh warga.

PROKAL.CO, TARAKAN – Tanah longsor yang kembali menerjang sejumlah rumah warga di Tarakan pada Jumat (27/7), menjadi peringatan bagi semua. Sebab, musibah ini adalah yang kesekian kalinya terjadi.

Musibah ini juga tidak lepas dari ulah manusia sendiri yang telah banyak mengubah fungsi hutan menjadi kawasan lain. Seperti area permukiman penduduk, serta lokasi penambangan pasir.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tarakan Dinas Kehutanan Kalimantan Utara, Rufinus Diro Pagiling mengakui hal itu. “Termasuk di Pepabri (Kelurahan Kampung 1/Skip) itu dikeluarkan (dari kawasan hutang kota). Terus di Kampung Bugis sudah keluar semua itu. Sama di dekat embung Kampung Satu/Skip, itu sudah keluar,” ujar Diro ditemui awak media, Senin (30/7).

Meski ada penambahan jumlah luas hutan lindung, karena ada pengalihan lokasi ke daerah yang lebih tinggi, namun tetap saja kondisi alam di Tarakan memprihatinkan jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan dalam durasi lama.

Namun, upaya untuk memperbaiki alam tetap dilakukan. Misal, untuk lokasi bekas galian tambang pasir, pihak perusahaan pemegang izin tambang tersebut telah melakukan rehabilitasi terhadap lahan-lahan kritis di sekitar lokasi tambangnya.

“Contohnya Pipit Mutiara Jaya itu dia melakukan rehab DAS (daerah aliran sungai) di Tarakan seluas 1.282 hektare. Sementara mereka jalan, nanam,” katanya.

Tanaman yang untuk rehabilitasi lahan adalah tanaman asli hutan daerah. Selain itu, juga pohon yang memiliki manfaat lebih seperti pohon minyak kayu putih untuk pembuatan minyak yang kebetulan bisa diolah di Tarakan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Budi, mengungkapkan hasil pendataan pada 2011 lalu menemukan ada puluhan titik rawan longsor yang tersebar di Tarakan.

“Mungkin sekitar hampir 40-an titik baik di seluruh Tarakan ini. Karena yang waktu itu melakukan (pemetaan, Red) sebenarnya Dinas Kehutanan,” ujarnya.

Dari puluhan titik rawan longsor tersebut, diperkirakan ada 500 rumah warga yang berpotensi tergerus longsor. Rumah-rumah tersebut tersebar di beberapa kelurahan.

BPBD Tarakan sendiri langsung tanggap begitu mendapatkan informasi terjadi musibah, termasuk tanah longsor. Dengan jumlah personel yang ada, aksi darurat di lapangan dilakukan tanpa harus menunggu jeda. 

Hanya saja untuk upaya pencegahan tanah longsor seperti melakukan reboisasi atau penghijauan, Budi menuturkan, bukan ranah pihaknya. Melainkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kalaupun ada, sifatnya yang darurat.

Seperti dengan inventarisasi lokasi longsor dengan melakukan langkah-langkah pengamanan tebing yang sifatnya sementara. Contohnya menutup permukaan tanah dengan terpal. Sehingga laju air hujan ketika menerpa lapisan tanah tidak secara langsung terserap oleh tanah. (mrs/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:49

Bangkitkan Semangat Nasionalime di Tengah Keterbatasan

Lima tahun sudah sekolah tapal batas Darul Furqon hadir di Sebatik Tengah. Keberadaannya mampu memberikan…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:50

Bentuk Desa Tangguh Bencana

TANJUNG SELOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara mempunyai program membuat desa tangguh…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:38

Gelar Upacara di Sekolah Tapal Batas

Semarak Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:45

Berkas Laka Speedboat Belum Lengkap

BERKAS kasus kecelakaan laut Speedboat Harapan Baru, belum sepenuhnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:46

Sempat Jual Sapi, Kini Punya Belasan Kapal LCT

Meraih kesuksesan pasti melalui proses. Begitupun yang dualami Jupri Budiman Pahit dan manis menjalani…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:43

Capaian Imunisasi MR 21,68 Persen

TANJUNG SELOR - Meski pemberian vaksin Measles Rubella (MR) masih menuai pro kontra di kalangan masyarakat…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:39

Sertifikasi Halal sambil Jalan

PRO dan kontra yang terjadi akibat vaksin imunisasi Measles Rubella (MR) menimbulkan keresahan bagi…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:51

Satu Kepala OPD Terjaring Razia Satpol PP

TANJUNG SELOR – Penekanan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie agar PNS maupun pegawai tidak tetap…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:44

Rekrutmen CPNS Tunggu Kepastian Pusat

MASYARAKAT Tarakan masih harus bersabar untuk bisa mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:41

Harus Berpikir Kreatif dan Tidak Malu Bertanya

Jatuh bangun sempat dialami Makbul, pengusaha penyedia suku cadang alat berat. Namun, dukungan keluarga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .