MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 23 Juli 2018 13:24
Pengrajin Kaltara Sabet Juara Nasional
RAIH JUARA: Sarinah (kanan) berhasil menyabet juara harapan 2 dalam kompetensi hantaran tingkat nasional.

PROKAL.CO, class="p1">KREATIVITAS pengrajin di wilayah Kaltara perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Apalagi kreativitas tersebut membawa nama Bumi Benuanta hingga ke kancah nasional. Salah satunya pengrajin hantaran pernikahan. 

Berbagai kerajinan di Kaltara beraneka ragam. Mulai dari tas anyaman, batik, kursi dari bahan rotan hingga hantaran yang biasa digunakan untuk acara pernikahan. 

Baru-baru ini salah seorang pengrajin, Sarinah, mengikuti lomba peserta didik dan pelatihan hantaran. Diselenggarakan pada 18-20 Juli lalu di Jakarta. Sarinah merupakan satu-satunya peserta yang mewakili Kaltara di ajang tersebut, dari perwakilan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Cendikia, Tarakan. 

Ibu dua anak ini mampu meraih juara harapan dua yang diikuti sebanyak 16 provinsi. Dia mengatakan, dalam kompetensi itu ada tiga tema yang harus dibuat masing-masing peserta. 

Terdiri dari membuat hantaran Idulfitri, mengkreasikan buku tamu untuk acara pernikahan dan souvenir pernikahan. Setiap peserta diberikan waktu tiga untuk menyelesaikan tiga tema yang telah ditentukan. “Waktu yang diberikan kita berusaha harus selesai tiga tema itu,” ucapnya, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Ahad (22/7). 

Meskipun sudah berupaya, alumni SMPN 2 Tarakan ini harus puas meraih juara harapan dua. Karena penilaian yang dilakukan kelemahan ada di tema souvernir. Dia menilai, kreativitas masing-masing peserta dari provinsi lain cukup bagus. 

Waktu tiga jam yang diberikan tidak dialami kesulitan sama sekali oleh perempuan yang akrab dipanggil Rina. 

Karena dirinya lebih fokus untuk mengkreasikan hantaran. Bahkan diakui dari peserta lain tampilannya berbeda, karena dengan mengambil tema khas Kaltara. 

Selanjutnya, hasil karya masing-masing dipajang oleh panitia pelaksana. Bahan-bahan yang disiapkan dari masing-masing peserta sesuai tema yang telah ditentukan melalui makalah yang mereka buat. 

Dia mengatakan, bahan-bahan dibawa dari Tarakan. Tapi seluruh bahan-bahan tersebut akan diganti oleh panitia. Ini merupakan pengalaman pertama yang diikutinya. Banyak hal yang diperoleh setelah mengikuti kompetensi tersebut. Di antaranya menambah wawasan, mengenal peserta dari provinsi lainnya. Sekaligus bisa mengambil pelajaran dari hasil karya peserta lainnya, terutama untuk souvenir. 

Maklum, perempuan yang lahir di Balikpapan pada 28 Maret 1982 ini membuat souvenir berupa dompet berbahan uang logam. 

“Harus diakui untuk souvenir dari peserta lain hasilnya sangat bagus. Tapi ini saya jadikan pelajaran dan pengalaman agar ke depan bisa maksimal hasil karya yang saya ciptakan,” ungkapnya. 

Wanita yang berdomisili di Jalan Gunung Tembak Kampung Enam Kota Tarakan ini, telah menekuni kerajinan hantaran pernikahan sudah 5 tahun. Awalnya hanya suka membungkus-bungkus hantaran untuk pernikahannya sendiri. Namun kelamaan dia mulai menekuni kerajinan tersebut dan dapat menghasilkan uang. 

Meski awalnya uang yang didapat hanya Rp 35 ribu. Tapi berkat ketekunan dan kreasi yang dimiliki, kini perlahan hasil karyanya tersebut jadi pilihan bagi dua insan yang akan melangsungkan pernikahan. 

Dalam merangkai hantaran, Rina tidak membutuhkan waktu lama. Sehari bisa menyelesaikan 3-4 hantaran. Tapi ide mengkreasikan hantaran diperoleh Rina pada saat malam hari. “Dapat inspirasi untuk kreasi hantaran biasanya malam hari. Saya mengkreasikan hantaran menyesuaikan pemesan,” ujarnya. 

Dia mengharapkan adanya perhatian pemerintah daerah, khususnya yang membidangi dari Dinas Pariwisata. Pasalnya, pengrajin hantaran bila di provinsi lain mendapatkan pembinaan. Sehingga persiapan ketika adanya lomba sudah ada persiapan matang. Adanya lomba kompetensi berupa hantaran ini setidaknya bisa mengangkat nama daerah, baik Tarakan khususnya maupun Kaltara pada umumnya. (uno/rio)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 14:25

Antisipasi Napi Masuk Tarakan

TARAKAN – Narapidana yang sengaja dilepas saat terjadi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, belum…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:23

Insentif Ketua RT Hanya Cair Tiga Bulan

TARAKAN – Ketua-ketua RT akhirnya bakal menikmati insentif yang belum dibayarkan selama lima bulan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:49

Stiker di Kaca Mobil Ganggu Jarak Pandang

TARAKAN – Kaca mobil, baik angkutan kota maupun mobil pribadi menjadi salah satu media bagi peserta…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:45

APK Bertebaran di Tarakan

TARAKAN – Alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu berupa baliho, mulai menghiasi setiap sudut…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:37

Klaim Tarakan Bebas Kaki Gajah

TARAKAN – Pemberian obat pencegahan missal (POPM) penyakit kaki gajah atau filariasis tidak diwajibkan…

Senin, 15 Oktober 2018 00:15

Organisasi Kepemudaan Membantu

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltara Haerumuddin mengatakan, banyaknya organisasi…

Senin, 15 Oktober 2018 00:14

Gini Nih Jadinya Kalau Termakan Isu Penculikan di Medsos

TARAKAN – Isu penculikan anak yang beredar di media sosial, kembali ditelan mentah-mentah oleh…

Senin, 15 Oktober 2018 00:08

Kepemilikan Identitas Ganda Berkurang

MALINAU - Persoalan identitas kependudukan yang kerap ditemui di wilayah perbatasan Kaltara, terutama…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:22

Persiapkan Diri untuk Bersaing

NUNUKAN - Pembangunan suatu daerah lebih maju, jika pemangku kepentingan memberikan kontribusi. Termasuk…

Sabtu, 13 Oktober 2018 13:51

Bawaslu Akan Tindak Tegas Calon yang Kampanye di Lembaga Pendidikan

TARAKAN – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara Siti Nuhriyati dengan tegas menyatakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .