MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 23 Juli 2018 13:24
Pengrajin Kaltara Sabet Juara Nasional
RAIH JUARA: Sarinah (kanan) berhasil menyabet juara harapan 2 dalam kompetensi hantaran tingkat nasional.

PROKAL.CO, class="p1">KREATIVITAS pengrajin di wilayah Kaltara perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Apalagi kreativitas tersebut membawa nama Bumi Benuanta hingga ke kancah nasional. Salah satunya pengrajin hantaran pernikahan. 

Berbagai kerajinan di Kaltara beraneka ragam. Mulai dari tas anyaman, batik, kursi dari bahan rotan hingga hantaran yang biasa digunakan untuk acara pernikahan. 

Baru-baru ini salah seorang pengrajin, Sarinah, mengikuti lomba peserta didik dan pelatihan hantaran. Diselenggarakan pada 18-20 Juli lalu di Jakarta. Sarinah merupakan satu-satunya peserta yang mewakili Kaltara di ajang tersebut, dari perwakilan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Cendikia, Tarakan. 

Ibu dua anak ini mampu meraih juara harapan dua yang diikuti sebanyak 16 provinsi. Dia mengatakan, dalam kompetensi itu ada tiga tema yang harus dibuat masing-masing peserta. 

Terdiri dari membuat hantaran Idulfitri, mengkreasikan buku tamu untuk acara pernikahan dan souvenir pernikahan. Setiap peserta diberikan waktu tiga untuk menyelesaikan tiga tema yang telah ditentukan. “Waktu yang diberikan kita berusaha harus selesai tiga tema itu,” ucapnya, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Ahad (22/7). 

Meskipun sudah berupaya, alumni SMPN 2 Tarakan ini harus puas meraih juara harapan dua. Karena penilaian yang dilakukan kelemahan ada di tema souvernir. Dia menilai, kreativitas masing-masing peserta dari provinsi lain cukup bagus. 

Waktu tiga jam yang diberikan tidak dialami kesulitan sama sekali oleh perempuan yang akrab dipanggil Rina. 

Karena dirinya lebih fokus untuk mengkreasikan hantaran. Bahkan diakui dari peserta lain tampilannya berbeda, karena dengan mengambil tema khas Kaltara. 

Selanjutnya, hasil karya masing-masing dipajang oleh panitia pelaksana. Bahan-bahan yang disiapkan dari masing-masing peserta sesuai tema yang telah ditentukan melalui makalah yang mereka buat. 

Dia mengatakan, bahan-bahan dibawa dari Tarakan. Tapi seluruh bahan-bahan tersebut akan diganti oleh panitia. Ini merupakan pengalaman pertama yang diikutinya. Banyak hal yang diperoleh setelah mengikuti kompetensi tersebut. Di antaranya menambah wawasan, mengenal peserta dari provinsi lainnya. Sekaligus bisa mengambil pelajaran dari hasil karya peserta lainnya, terutama untuk souvenir. 

Maklum, perempuan yang lahir di Balikpapan pada 28 Maret 1982 ini membuat souvenir berupa dompet berbahan uang logam. 

“Harus diakui untuk souvenir dari peserta lain hasilnya sangat bagus. Tapi ini saya jadikan pelajaran dan pengalaman agar ke depan bisa maksimal hasil karya yang saya ciptakan,” ungkapnya. 

Wanita yang berdomisili di Jalan Gunung Tembak Kampung Enam Kota Tarakan ini, telah menekuni kerajinan hantaran pernikahan sudah 5 tahun. Awalnya hanya suka membungkus-bungkus hantaran untuk pernikahannya sendiri. Namun kelamaan dia mulai menekuni kerajinan tersebut dan dapat menghasilkan uang. 

Meski awalnya uang yang didapat hanya Rp 35 ribu. Tapi berkat ketekunan dan kreasi yang dimiliki, kini perlahan hasil karyanya tersebut jadi pilihan bagi dua insan yang akan melangsungkan pernikahan. 

Dalam merangkai hantaran, Rina tidak membutuhkan waktu lama. Sehari bisa menyelesaikan 3-4 hantaran. Tapi ide mengkreasikan hantaran diperoleh Rina pada saat malam hari. “Dapat inspirasi untuk kreasi hantaran biasanya malam hari. Saya mengkreasikan hantaran menyesuaikan pemesan,” ujarnya. 

Dia mengharapkan adanya perhatian pemerintah daerah, khususnya yang membidangi dari Dinas Pariwisata. Pasalnya, pengrajin hantaran bila di provinsi lain mendapatkan pembinaan. Sehingga persiapan ketika adanya lomba sudah ada persiapan matang. Adanya lomba kompetensi berupa hantaran ini setidaknya bisa mengangkat nama daerah, baik Tarakan khususnya maupun Kaltara pada umumnya. (uno/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:55

Delapan Warga Lapas Tarakan Bebas

SEBANYAK 515 orang wargabinaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan mendapat pengurangan…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:56

Pindah ke NasDem, Ruddin Siap Mundur

TARAKAN – Pengunduran diri kader Partai Golongan Karya (Golkar), Ruddin dari partai yang telah…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:39

Arief Hidayat Gugat KPU Kaltara

TARAKAN - Dari pendaftaran calon anggota legislatif yang dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:08

Lahan dan Anggaran Jadi Kendala

TARAKAN – Persoalan sampah di Tarakan kembali menjadi serius setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA)…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:56

Tepis Isu Penghapusan Subsidi Listrik

TARAKAN – Subsidi listrik tepat sasaran bagi rumah tangga tidak mampu, sampai saat ini masih diberlakukan…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:49

Disdikbud Kaltara Tetap Ikuti Aturan PPDB

TARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara tetap mengikuti aturan tentang penerimaan siswa…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:39

Sejumlah Orangtua Tak Mengizinkan Pemberian Iminusasi MR

TARAKAN – Pemberian vaksin imunisasi Measles Rubella (MR), tetap dilakukan di Tarakan. Meski,…

Senin, 13 Agustus 2018 16:20

SKKL Akan Jadi Jalur Utama

TARAKAN – Pembangunan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) oleh PT Telkom, telah rampung dikerjakan.…

Senin, 13 Agustus 2018 15:59

Parpol di Daerah Mulai Persiapan

TARAKAN – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan…

Senin, 13 Agustus 2018 14:08

Internet Bermasalah, KPU Pakai Manual

RAPAT pleno penetapan calon legislatif sementara dan penyerahan hasil verifikasi berkas ke masing-masing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .