MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 22 Juli 2018 11:04
Butuh Keseriusan, Punya Hak yang Sama

Cara Pemerintah Menangani Anak Berkebutuhan Khusus

BUTUH PENANGANAN KHUSUS: Siswa SLB Negeri Tanjung Selor sedang bermain sembari belajar.

PROKAL.CO, class="p1">Pemerataan pendidikan menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung tuntas bagi pemerintah. Tidak hanya bagi anak-anak usia wajib belajar saja. Pendidikan juga harus dirasakan kepada anak berkebutuhan khsusus.

 

ARIFUDDIN, Tanjung Selor

 

PENINGKATAN kualitas tenaga pengajar, sarana dan fasilitas pendidikan terus dilakukan di wilayah pelosok hingga perbatasan.

Upaya itu dilakukan agar semua anak usia sekolah, mendapatkan haknya untuk belajar. Tak peduli anak itu berasal dari mana. Kondisinya seperti apa. Pemerintah wajib memberikan haknya.

Salah satu yang perlu mendapatkan perhatian lebih soal pendidikan adalah anak kebutuhkan khusus. 

Persoalan ini pasalnya, tidak hanya terjadi di daerah. Di Jakarta, yang notabene merupakan pusatnya pemerintahan, masih banyak ditemukan kasus anak kebutuhan khusus tak mendapatkan pendidikan yang layak.

Alhasil, masih banyak pula anak berkebutuhan khusus yang kita temukan dikucilkan oleh masyarakat. Terlebih, kondisi sosial masyarakat, belum memberikan ruang yang setara kepada anak-anak kebutuhan khusus.

Persoalan ini disadari benar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara.  Sekretaris Disdikbud Kaltara Teguh Heri Susanto mengatakan, anak kebutuhan khusus membutuhkan pendidikan. Agar mampu bersaing dengan anak yang normal. Namun, perlu penanganan khusus pula.

Pasalnya, untuk bisa memberikan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus, membutuhkan upaya lebih. Tidak sekadar membuat kurikulum yang pantas dengan metode paling mutakhir. 

Mampu memahami mental, emosi dan fisik si anak, menjadi faktor dalam memberikan pendidikan bagi anak kebutuhan khusus.

Untuk itu ujar Teguh, pengajarnya pun wajib memiliki kompetensi yang khusus juga. Pelayanan dan cara mendidikanya pun khusus.

“Harapannya agar anak-anak berkebutuhan khusus ini dapat diterima di masyarakat,” ucapnya kepada Bulungan Post, Sabtu (21/7).

Ia mengatakan, pemerintah saat ini telah mendirikan empat sekolah luar biasa (SLB). Agar, anak-anak berkebutuhan khusus tersebut mendapat pendidikan yang sama berdasarkan jenjang umur.

Namun, Teguh cukup sadar bahwa masih ada kekurangan pada SLB yang dimiliki saat ini. Ia menjelaskan, hanya SLB Tarakan saja yang memiliki fasilitas lengkap. Termasuk ruang terapi sebagai kebutuhan untuk menangani anak berkebutuhan khusus. 

“SLB di Tarakan menjadi rujukan untuk tiga SLB lainnya. Fasilitasnya sudah dilengkapi dengan ruang terapi. Sedangkan SLB yang ada di Bulungan, masih belum ada ruang terapi,” ucapnya.

Terkait tenaga pengajar diakuinya juga masih kurang. Minat untuk menjadi guru di SLB terang Teguh sangat minim. Hanya segelintir orang saja yang mau menjadi guru bagi anak-anak yang secara fisik dan mental berbeda jauh dengan anak normal.

Tidak hanya soal tenaga pengajar ternyata yang turut menjadi masalah. Kurangnya kesadaran orangtua yang anaknya berkebutuhan khusus untuk menyekolahkan ke SLB pun minim. Hal itu disampaikan Kepala SLB Bulungan, Junaidi. 

Ia mengatakan, orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar bisa mendaftarkan anaknya ke SLB. Atau kepada masyarakat yang peduli kepada anak-anak berkebutuhan khusus bisa menginformasikan kepada SLB. 

“Agar anak-anak tersebut bisa mendapatkan pendidikan dan terapi dari tenaga yang terlatih” singkat Junaidin.

Nyatanya, penanganan kepada anak berkebutuhan khusus melalui pendidikan pun ada yang belum mendapatkan. Nurhayati, warga RT 09, Jalan Hasanudin, Tanjung Selor mengaku, kedua anaknya yang masing-masing berusia 17 dan 11 tahun belum mendapat pendidikan. Hanya karena berbeda.

Ibu paro baya ini berharap uluran tangan pemerintah, agar kedua anaknya yang berbeda itu mendapat pendidikan. Layaknya anak-anak normal lainnya.

“Dua anak saya ini begini keadaannya. Mereka berdua tidak sekolah dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah,” aku perempuan yang nyaris putus asa itu.

“Kami harap anak kami ini bisa sekolah dan mendapatkan terapi khusus,” harapnya.

Pendidikan anak berkebutuhan khusus bukan hanya jadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat memiliki kewajiban untuk bisa mengentaskan persoalan ini. 

Orangtua anak berkebutuhan khusus pun diharapkan lebih terbuka dan mau menginformasikan keberadaan anggota keluarganya. (*/rio) 


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:52

Longsor di Jalan Lingkar Sebatik, Ancam Keselamatan Warga, Belum Ada Penanganan

SEBATIK BARAT – Kondisi jalan lingkar Sebatik, tepatnya di Bukit Menangis RT 06 Desa Bambangan,…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:58

Bangun Laboratorium Uji Mutu

TANJUNG SELOR - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Disperindagkop…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:50

Bentuk Desa Tangguh Bencana

TANJUNG SELOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara mempunyai program membuat desa tangguh…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:45

Berkas Laka Speedboat Belum Lengkap

BERKAS kasus kecelakaan laut Speedboat Harapan Baru, belum sepenuhnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:43

Capaian Imunisasi MR 21,68 Persen

TANJUNG SELOR - Meski pemberian vaksin Measles Rubella (MR) masih menuai pro kontra di kalangan masyarakat…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:39

Sertifikasi Halal sambil Jalan

PRO dan kontra yang terjadi akibat vaksin imunisasi Measles Rubella (MR) menimbulkan keresahan bagi…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:51

Satu Kepala OPD Terjaring Razia Satpol PP

TANJUNG SELOR – Penekanan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie agar PNS maupun pegawai tidak tetap…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:44

Rekrutmen CPNS Tunggu Kepastian Pusat

MASYARAKAT Tarakan masih harus bersabar untuk bisa mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).…

Senin, 13 Agustus 2018 16:01

Kurir Bawa Sabu 1 Kg

TANJUNG SELOR – Kawasan perbatasan di Kabupaten Nunukan masih menjadi pintu masuk bagi para bandar…

Senin, 13 Agustus 2018 14:05

NAH KAN, KASUSSS..!! Sejumlah Pejabat KTT Diperiksa

TANA TIDUNG – Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .