MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 22 Juli 2018 11:04
Butuh Keseriusan, Punya Hak yang Sama

Cara Pemerintah Menangani Anak Berkebutuhan Khusus

BUTUH PENANGANAN KHUSUS: Siswa SLB Negeri Tanjung Selor sedang bermain sembari belajar.

PROKAL.CO, class="p1">Pemerataan pendidikan menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung tuntas bagi pemerintah. Tidak hanya bagi anak-anak usia wajib belajar saja. Pendidikan juga harus dirasakan kepada anak berkebutuhan khsusus.

 

ARIFUDDIN, Tanjung Selor

 

PENINGKATAN kualitas tenaga pengajar, sarana dan fasilitas pendidikan terus dilakukan di wilayah pelosok hingga perbatasan.

Upaya itu dilakukan agar semua anak usia sekolah, mendapatkan haknya untuk belajar. Tak peduli anak itu berasal dari mana. Kondisinya seperti apa. Pemerintah wajib memberikan haknya.

Salah satu yang perlu mendapatkan perhatian lebih soal pendidikan adalah anak kebutuhkan khusus. 

Persoalan ini pasalnya, tidak hanya terjadi di daerah. Di Jakarta, yang notabene merupakan pusatnya pemerintahan, masih banyak ditemukan kasus anak kebutuhan khusus tak mendapatkan pendidikan yang layak.

Alhasil, masih banyak pula anak berkebutuhan khusus yang kita temukan dikucilkan oleh masyarakat. Terlebih, kondisi sosial masyarakat, belum memberikan ruang yang setara kepada anak-anak kebutuhan khusus.

Persoalan ini disadari benar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara.  Sekretaris Disdikbud Kaltara Teguh Heri Susanto mengatakan, anak kebutuhan khusus membutuhkan pendidikan. Agar mampu bersaing dengan anak yang normal. Namun, perlu penanganan khusus pula.

Pasalnya, untuk bisa memberikan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus, membutuhkan upaya lebih. Tidak sekadar membuat kurikulum yang pantas dengan metode paling mutakhir. 

Mampu memahami mental, emosi dan fisik si anak, menjadi faktor dalam memberikan pendidikan bagi anak kebutuhan khusus.

Untuk itu ujar Teguh, pengajarnya pun wajib memiliki kompetensi yang khusus juga. Pelayanan dan cara mendidikanya pun khusus.

“Harapannya agar anak-anak berkebutuhan khusus ini dapat diterima di masyarakat,” ucapnya kepada Bulungan Post, Sabtu (21/7).

Ia mengatakan, pemerintah saat ini telah mendirikan empat sekolah luar biasa (SLB). Agar, anak-anak berkebutuhan khusus tersebut mendapat pendidikan yang sama berdasarkan jenjang umur.

Namun, Teguh cukup sadar bahwa masih ada kekurangan pada SLB yang dimiliki saat ini. Ia menjelaskan, hanya SLB Tarakan saja yang memiliki fasilitas lengkap. Termasuk ruang terapi sebagai kebutuhan untuk menangani anak berkebutuhan khusus. 

“SLB di Tarakan menjadi rujukan untuk tiga SLB lainnya. Fasilitasnya sudah dilengkapi dengan ruang terapi. Sedangkan SLB yang ada di Bulungan, masih belum ada ruang terapi,” ucapnya.

Terkait tenaga pengajar diakuinya juga masih kurang. Minat untuk menjadi guru di SLB terang Teguh sangat minim. Hanya segelintir orang saja yang mau menjadi guru bagi anak-anak yang secara fisik dan mental berbeda jauh dengan anak normal.

Tidak hanya soal tenaga pengajar ternyata yang turut menjadi masalah. Kurangnya kesadaran orangtua yang anaknya berkebutuhan khusus untuk menyekolahkan ke SLB pun minim. Hal itu disampaikan Kepala SLB Bulungan, Junaidi. 

Ia mengatakan, orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar bisa mendaftarkan anaknya ke SLB. Atau kepada masyarakat yang peduli kepada anak-anak berkebutuhan khusus bisa menginformasikan kepada SLB. 

“Agar anak-anak tersebut bisa mendapatkan pendidikan dan terapi dari tenaga yang terlatih” singkat Junaidin.

Nyatanya, penanganan kepada anak berkebutuhan khusus melalui pendidikan pun ada yang belum mendapatkan. Nurhayati, warga RT 09, Jalan Hasanudin, Tanjung Selor mengaku, kedua anaknya yang masing-masing berusia 17 dan 11 tahun belum mendapat pendidikan. Hanya karena berbeda.

Ibu paro baya ini berharap uluran tangan pemerintah, agar kedua anaknya yang berbeda itu mendapat pendidikan. Layaknya anak-anak normal lainnya.

“Dua anak saya ini begini keadaannya. Mereka berdua tidak sekolah dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah,” aku perempuan yang nyaris putus asa itu.

“Kami harap anak kami ini bisa sekolah dan mendapatkan terapi khusus,” harapnya.

Pendidikan anak berkebutuhan khusus bukan hanya jadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat memiliki kewajiban untuk bisa mengentaskan persoalan ini. 

Orangtua anak berkebutuhan khusus pun diharapkan lebih terbuka dan mau menginformasikan keberadaan anggota keluarganya. (*/rio) 


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 14:09

Anggaran Terbatas, Pengaspalan Tetap Diprogramkan

TANJUNG SELOR - Akses jalan darat menuju wilayah perbatasan ditargetkan pemerintah bisa rampung tahun…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:08

Kotak Suara Akan Dilelang

TARAKAN -  Pada pemilihan presiden dan anggota legislatif tahun depan, kotak suara yang digunakan…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:07

Dua Pendaftar Tak Penuhi Persyaratan

TANJUNG SELOR - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan mencatat pendaftar…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:42

Tak Keberatan Dilibatkan Bahas APBD

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan masih fokus membahas rancangan anggaran pendapatan dan belanja…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:39

Akses ke Perbatasan Terhubung

MALINAU - Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, terus digalakkan.…

Senin, 15 Oktober 2018 00:11

Tak Terima, Laporkan

SELAIN baliho, spanduk atau poster, peserta pemilu juga diperbolehkan memasang stiker di tempat-tempat…

Senin, 15 Oktober 2018 00:10

Masih Mangkrak, Pembangunan GOR Tak Ada Kejelasan

TARAKAN – Hingga menjelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Tarakan Sofian Raga, pembangunan…

Senin, 15 Oktober 2018 00:09

Fokus Perbaikan Jalan Berlubang

MALINAU - Pengerjaan jalan nasional untuk wilayah perbatasan Malinau hingga ke Sungai Ular, Kabupaten…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:25

Begini Usaha Mempermudah Urusan TKI

SEBAGAI pintu gerbang keluar masuknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencoba peruntungan di negeri…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:24

Terduga Perompak ‘Dihadiahi’ Timah Panas

TANJUNG SELOR – Personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) Nunukan bersama Satuan Tugas (Satgas)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .