MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 17 Juli 2018 14:26
Gandeng UBT dan INOVASI Kembangkan Literasi hingga Pedalaman

Upaya Kemendikbud Tuntaskan Persoalan Literasi di Kaltara

FOKUS LITERASI: Kepala Pusat Penelitian Pendidikan Kemendikbud Moch Ambduh hadir di Tarakan, Senin (16/7).

PROKAL.CO, class="p1">Tingkat keterampilan membaca anak-anak Indonesia, terutama untuk kategori kelas awal, yakni kelas I sampai III sekolah dasar masih rendah. Termasuk di Kalimantan Utara. 

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

PENILAIAN itu berdasarkan hasil Assessment Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) pada 2016 lalu, yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

“46,83 persen pelajar SD itu kurang mampu membaca. Hanya 6,06 persen yang tergolong membacanya itu baik. Sementara, 47,11 itu cukup mampu,” ujar Kepala Pusat Penelitian Pendidikan Kemendikbud Moch Ambduh saat hadir di Tarakan, Senin (16/7). 

Terkhusus di Kaltara sendiri. Berdasarkan hasil survei Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (SIPPI) yang dilakukan INOVASI, juga menemukan hanya 14,59 persen siswa kelas I SD yang mampu membaca. Sedangkan di kelas II hanya 60,49 persen. Survei ini melibatkan 540 siswa di 20 SD di Bulungan dan Malinau. 

Terampil membaca yang dimaksudkan dalam hal ini tidak hanya mampu membaca, tapi juga paham dengan isi bacaan yang dibacanya dan mampu mengembangkan isi bacaan itu dengan bahasa sendiri. 

Persoalan ini menjadi tantangan bagi Kemendikbud. Sebab, keterampilan membaca adalah kunci bagi anak bisa belajar dan berkembang. Hanya dengan terampil membaca, anak bisa mempelajari semua mata pelajaran. 

Menurut Abdu, literasi wajib diberikan saat anak menginjak bangku SD, terutama kelas I hingga kelas III. Karena usia tersebut sangat pas untuk mendukung kemampuan mereka dalam membaca. 

Justru salah besar apabila orangtua sangat berharap anaknya bisa belajar membaca ketika mengenyam pendidikan usia dini (PAUD) ataupun taman kanak-kanak, karena dari segi konsep pendidikan saja, antara PAUD dan SD memang berbeda. 

Tantangan inilah yang mendorong Kemendikbud untuk bekerja sama dengan semua pihak terkait. Misal, dengan menggandeng lembaga ataupun organisasi peduli pendidikan, universitas maupun pemerintah daerah untuk meningkatkan keterampilan membaca anak. 

Di Kalimantan Utara sendiri, Kemendikbud menggandeng Universitas Borneo Tarakan serta INOVASI yang merupakan lembaga kemitraan Australia-Indonesia untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa kelas awal, melalui kegiatan-kegiatan seminar dan lain-lain.

“Melalui penyelenggaraan kegiatan-kegiatan semacam ini saya beharap betul ini punya kontribusi yang tinggi. Karena kalau tidak dilakukan, siapa lagi yang peduli dengan kemampuan literasi kelas awal bagi siswa kita di Kalimantan Utara ini,” ujar lulusan S-2 State University of New York (SUNY) Amerika Serikat itu. 

Sementara itu, ketertarikan UBT dalam mendorong tercapainya literasi pendidikan yang baik di kelas awal ini tidak lepas dari konsen UBT di bidang pendidikan. Dengan adanya Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP), yang di dalamnya dibuka jurusan pendidikan guru sekolah dasar. Sehingga landasan kokoh akan ditanam kepada calon tenaga pendidik untuk nantinya diterapkan saat terjun ke masyarakat. 

“Menjadi penting untuk kita perhatikan pada pendidikan kelas awal yang dalam hal ini kelas pendidikan dasar, yang tentunya dibagi menjadi dua kelas yang kita kenal adalah rendah dan kelas tinggi. Di kelas rendah ini yang ditekankan adalah kemampuan siswa dalam membaca, menulis dan menghitung. Sehingga meletakan landasan yang kokoh di pendidikan dasar itu menjadi sangat penting bagi perkembangan selanjutnya sehingga UBT memang konsen dalam hal ini,” beber Wakil Rektor I UBT Ady Sutrisno. 

Di pihak lain, Program Manajer INOVASI Kaltara, Handoko Widardo menjelaskan, pihaknya tertarik mengembangkan literasi di Kaltara karena tidak lepas keberadaan UBT.  

“Universitas Borneo Tarakan adalah mitra yang sangat strategis dan mempunyai peran yang sangat penting, karena UBT ini adalah satu-satunya universitas negeri yang mempunya PGSD dan merekalah yang menyuplai guru paling banyak untuk kabupaten/kota di Kalimantan Utara,” ujar Handoko.  

“Dari hasi diskusi kami menunjukan bahwa minat UBT untuk mengembangkan program khusus yaitu literasi kelas awal di dalam perkuliahannya sangat tinggi. Dan, UBT juga mempunyai peran untuk melatih guru-guru yang sudah punya jabatan. Oleh sebab itu, INOVASI yang umurnya sangat pendek ini harus bekerja sama dengan pihak yang nantinya bisa menjamin dengan keberlangsungan program ini,” lanjutnya. 

Untuk strategi pengembangan literasi di wilayah di pedalaman, pihaknya atas permintaan dari pemerintah daerah melalui dinas terkait, akan mengembangkan satu model super visi berbasis media sosial. “Wilayah-wilayah yang sulit untuk dijangkau dengan perjalan darat dan air, mungkin mereka sudah mempunyai jaringan dengan WhatsApp, misalnya. Kita akan menyediakan materi-materi yang bisa mereka pakai. Kita sedang membuat satu pilot kecil bersama dengan beberapa pengawas di Bulungan dan beberapa sekolah. Misalnya, sekolah di Peso yang perjalanannya memerlukan waktu tiga jam,” tuturnya. 

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa pihak untuk menggunakan buku-buku digital yang nanti bisa dikirim dalam flash disk dan dititipkan kepada motoris dan sebagainya yang bisa digunakan guru-guru di pedalaman dalam meningkatkan proses belajar mengajar di kelasnya. 

Buku-buku digital tersebut dinilai sangat bagus dan harganya terjangkau, karena hanya bermodalkan flash disk. Sehingga akan mempercepat proses literasi di lapangan. (*/fen) 


BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 12:30

Pipa Bocor, Dua Operator Pingsan

TARAKAN – Operator stasiun M-5 milik salah satu perusahaan migas…

Minggu, 18 November 2018 14:43

Oknum PNS Terancam Sanksi

TANJUNG SELOR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bulungan menemukan…

Sabtu, 17 November 2018 02:32

Polda Selidiki Penyebab Tenggelamnya TB Fortunesius

TANJUNG SELOR – Penyebab tenggelamnya tugboat Fortunesius di perairan Pulau…

Sabtu, 17 November 2018 02:18

Pria Ini Bakal Berenang di 3 Selat Sekaligus

Memanfaatkan momentum Hari Pahlawan 10 November, Ibrahim Rusli kembali menguji…

Jumat, 16 November 2018 10:33

Petakan Kebutuhan Dokter

KEBUTUHAN tenaga medis seperti perawat, bidan dan dokter bakal semakin…

Jumat, 16 November 2018 10:26

Korban Kedua Ditemukan Terperangkap

TANJUNG SELOR – Satu korban kapal tenggelam di perairan Pulau…

Jumat, 16 November 2018 10:17

DPT Bertambah 19.627 Jiwa

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara telah melaksanakan…

Kamis, 15 November 2018 10:25

Gubernur Target 2020 RSUD Beroperasi

TANJUNG SELOR – Rencana Pemprov Kaltara membangun rumah sakit di…

Kamis, 15 November 2018 10:21

Satu korban Belum Ditemukan

PENCARIAN dua kru tugboat Fortunesius yang dinyatakan hilang pada Senin…

Kamis, 15 November 2018 10:19

Penculikan Anak Tidak Benar

MARAKNYA penyebaran berita bohong atau hoaks yang menjadi konsumsi publik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .