MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 15 Juli 2018 14:18
Pernah Ditegur Ombudsman, Harus Diperhatikan Bersama-sama

Menelaah Kondisi Pasar Induk Tanjung Selor (1)

HARUS ADA SOLUSI: Tampak sampah menumpuk pada salah satu sudut di Pasar Induk Tanjung Selor.

PROKAL.CO, class="p1">Sebagai Ibu Kota Kaltara, posisi Tanjung Selor sangat strategis. Pusat pemerintahan, sekaligus penghubung perdagangan. Dengan segala kelebihan itu, sayangnya, Pasar Induk Tanjung Selor, belum bisa mewakili layaknya pusat perdagangan di ibu kota provinsi. Sampah berserakkan. Limbah sisa dagangan dibuang begitu saja. 

 

YEHESKEL-ARIFUDIN, Tanjung Selor

 

HIRUK pikuk keramaian mulai terlihat sejak baru di depan jalan masuk Pasar Induk Tanjung Selor. Karcis seharga Rp 1.000 menjadi syarat untuk bisa memarkirkan sepeda motor di halaman.

Di parkiran kendaraan, aktivitas transaksi antara pedagang dan konsumen mulai terlihat. Antara pedagang dan pembeli saling berinteraksi demi mencapai harga terbaik demi mencapai kata sepakat.

Sayang, tingginya frekuensi aktivitas pada pusat ekonomi di Tanjung Selor itu, tidak diimbangi dengan perbaikan pada pengelolaan sampah. Sisa-sisa barang dagangan terlihat teronggok di pojok-pojok pasar. Bau amis yang menyengat, menusuk indera penciuman, apabila masuk ke dalam pasar basah. Tempat berjualan ikan, ayam dan daging.

Keluhan terhadap kondisi pasar itu, tidak hanya datang dari konsumen. Para pedagang pun juga. Salah seorang pedagang sayur, Alfian, mengaku kebersihan pasar hanya saat pagi. Ketika sore, sisa-sisa barang dagangan menumpuk di bak-bak sampah. Bahkan, sampah itu menggung karena tidak diangkut.

“Petugas kebersihannya masih kurang. Kerena di pagi hari saja yang bersih. Itu juga karena sorenya dibersihkan. Kalau siang, sudah enggak ada lagi petugas kebersihan,” kata pria yang membantu menjaga lapak sayur milik ibunya.

Seorang perempuang yang sedang membeli sayur di lapak milik Alfian, Lisa, ikut berkomentar terkait kondisi Pasar Induk Tanjung Selor. Sejak tinggal di Tanjung Selor empat tahun lalu, perempuan berhijab yang mengenakan baju warna hitam, motif bunga itu, tidak hanya mengeluhkan kondisi kebersihan. Ia mengkritisi keseluruhan pasar.

“Kendaraan yang diparkir sembarangan. Pedagangnya juga tidak disiplin. Suka buang sampah sembarangan,” ucapnya dengan nada datar.

Tapi, menurutnya, kondisi saat ini sudah jauh lebih baik, dibandingkan empat tahun lalu. Ingatan Lisa ketika menginjakkan kaki di Pasar Induk Tanjung Selor untuk pertama kali, begitu buruk. Kotor. Bau. Sampah berserakkan. “Ini sekarang sudah jauh lebih baik ketimbang tahun sebelumnya,” aku Lisa.

Kondisi pasar yang semerawut dengan sampah yang tidak dikelola dengan baik, diakui Kepala UPTD Pasar Induk Tanjung Selor,  Joly Kamser Sinaga. Kepada awak media ini, dia “curhat” terkait kondisi pasar.

Sebagai orang yang bertanggung jawab penuh pada kondisi pasar, pria yang karib disapa Joly ini, mengatakan, sering menyosialisasikan kepada para pedagang untuk menjaga kebersihan. Namun, imbauan itu, tak digubris. Pedagang masih menumpuk sampahnya. Limbah dibuang begitu saja ke parit.

“Kami menyampaikan akan memberikan penghargaan kepada pedagang yang menjaga kebersihan di sekitar tempat jualannya. Tapi hanya sedikit yang melakukannya,” kata pria yang dikenal ramah oleh para pedagang.

Memang kata Joly, petugas kebersihan di pasar masih kurang. Saat ini, hanya ada 20 petugas kebersihan, yang bertugas membersihkan areal keseluruhan pasar yang luasnya mencapai 10 hektare. Itu pun, para petugas hanya membersihkan pusat perdagangan di Tanjung Selor, hanya pagi dan sore hari. “Mereka bekerja membersihkan sampah di sekitar pasar induk. Dari lapak-lapak pedagang hingga halaman parkir,” terangnya.

Ketiadaan anggaran untuk bisa mengelola sampah juga menjadi kendala. Joly menjelaskan, terkait angkutan sampah dilakukan oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Bulungan. Pihaknya hanya mengumpulkan sampah dari para pedagang untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah sementara yang terletak di belakang pasar.

“Anggaran kami untuk pegawai dan operasional dalam setahun cuman Rp 1 miliar per tahun. Sedangkan pendapatan dari retribusi dalam setahun cuman Rp 190 juta pada 2017,” ulas.

Dana Rp 1 miliar itu digunakan tidak hanya untuk operasional. Juga menggaji karyawan serta petugas kebersihan. 

Maka, untuk bisa menyediakan kebutuhan alat pengelolaan sampah yang modern tidak akan bisa. Pun kebijakan terhadap pengelolaan sampah bukan wewenang dari pihak Joly. 

Sebab, Pasar Induk Tanjung Selor, juga pernah mendapat teguran dari Ombudsman. Sebab, pihaknya sempat ingin membuat aturan terkait persoalan kebersihan. Yakni memberi sanksi kepada pedagang yang lapaknya kotor. Berdasarkan arahan Ombudsman, akhirnya kebijakan itu tidak jadi dilakukan. 

“Takutnya, itu dikatakan pungutan liar. Karena tidak ada peraturannya. Jadi tidak jadi dilaksanakan. Padahal tujuannya ingin membuat pasar jadi lebih besar,” tuturnya. 

Joly pun berharap ada langkah konkret dari DLH Bulungan, mengatasi persoalan sampah di Pasar Induk Tanjung Selor. Sekali lagi, sebagai orang yang bertanggung jawab, Joly mengaku, pasar induk, seharusnya bisa lebih baik, jika persoalan yang ada, diselesaikan bersama-sama.

Sebagai wajah utama pusat perdagangan di ibu kota, sudah selayaknya mendapat perhatian lebih. (*/bersambung/rio)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 14:09

Anggaran Terbatas, Pengaspalan Tetap Diprogramkan

TANJUNG SELOR - Akses jalan darat menuju wilayah perbatasan ditargetkan pemerintah bisa rampung tahun…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:08

Kotak Suara Akan Dilelang

TARAKAN -  Pada pemilihan presiden dan anggota legislatif tahun depan, kotak suara yang digunakan…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:07

Dua Pendaftar Tak Penuhi Persyaratan

TANJUNG SELOR - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan mencatat pendaftar…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:42

Tak Keberatan Dilibatkan Bahas APBD

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan masih fokus membahas rancangan anggaran pendapatan dan belanja…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:39

Akses ke Perbatasan Terhubung

MALINAU - Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, terus digalakkan.…

Senin, 15 Oktober 2018 00:11

Tak Terima, Laporkan

SELAIN baliho, spanduk atau poster, peserta pemilu juga diperbolehkan memasang stiker di tempat-tempat…

Senin, 15 Oktober 2018 00:10

Masih Mangkrak, Pembangunan GOR Tak Ada Kejelasan

TARAKAN – Hingga menjelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Tarakan Sofian Raga, pembangunan…

Senin, 15 Oktober 2018 00:09

Fokus Perbaikan Jalan Berlubang

MALINAU - Pengerjaan jalan nasional untuk wilayah perbatasan Malinau hingga ke Sungai Ular, Kabupaten…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:25

Begini Usaha Mempermudah Urusan TKI

SEBAGAI pintu gerbang keluar masuknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencoba peruntungan di negeri…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:24

Terduga Perompak ‘Dihadiahi’ Timah Panas

TANJUNG SELOR – Personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) Nunukan bersama Satuan Tugas (Satgas)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .