MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KOMBIS

Kamis, 05 Juli 2018 13:38
Awali dengan Ritual Adat

Pesta Rakyat 2018

RITUAL: Penurunan sesajen untuk menghormati para penunggu di perairan Tarakan untuk dilancarkan acara puncak Pesta Rakyat.

PROKAL.CO, TARAKAN - Waktu pelaksanaan Pesta Rakyat pembuatan rekor MURI konvoi speedboat terpanjang dengan membentangkan spanduk 1 kilometer di perairan Tarakan, semakin dekat. Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh panita dengan bekerja keras demi menyukseskan acara tersebut.

Salah satunya, ritual adat suku Tidung untuk menghormati para leluhur. Ritual tersebut berupa penurunan sajen seperti ketan merah, ketan putih, pisang, telur, dan beras kuning yang disimpan di miniatur kapal.

Wakapolda Kaltara Kombes Pol Zainal Arifin Paliwang, ketua panitia, dan panitia-panitia lain sebelum turun ke laut melakukan selamatan atau pembacaan doa untuk meminta kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam berbagai kegiatan. Doa dilakukan di salah satu rumah tokoh adat yang terletak di RT 1 Beringin 1 Selumit Pantai. Lalu, memulai pelarungan sajen dari dermaga Beringin 1 untuk menuju titik start acara konvoi speedboat di Dermaga Angkatan Laut Mamburungan.

Setelah ritual pemberian sesajen selesai dilakukan, rombongan bergerak kembali ke dermaga Beringin 1 dan memberikan kembali sesajen berupa mangkok kecil yang berisi beras merah, hitam, kuning dan telur. Dan titik akhir dari acara ritual tersebut menuju titik finish acara konvoi, yakni daerah perikanan yang juga menurunkan sesajen ke laut.

Abdullah Ali, tokoh adat yang menjadi pemimpin dalam acara ritual tersebut mengatakan, hal ini dilakukan bukan karena menyembah hal-hal gaib, melainkan untuk menghormati dan memberitahukan kepada para penunggu yang berada di laut Tarakan bahwa akan ada acara besar untuk memperkenalkan Kaltara ke internasional agar dijaga dan dilancarkan.

"Karena ini laut Tarakan dihuni oleh para leluhur, jadi sesuai dengan adat Tidung, kita patut menghormati mereka (leluhur). Dan, memberitahukan kepada mereka bahwa kegiatan keramaian yang berada di laut Tarakan bermaksud baik agar tidak disulitkan dan diberikan kelancaran," jelasnya, Rabu (4/7).

Meskipun begitu, Ali mengungkapkan tetap meminta keselamatan kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran. Dan, hal tersebut dilakukan sebagai wujud izin atau memberitahukan kepada para penunggu yang ada di laut Tarakan. "Kita tetap meminta kepada Allah SWT, karena Allah adalah zat yang maha tinggi dari segalanya," ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolda Kaltara Kombes Pol Zainal Arifin Paliwang sekaligus menjadi ketua umum acara Pesta Rakyat, mengatakan acara ritual tersebut dilakukan berdasarkan saran para sesepuh-sesepuh atau orang tua Tarakan dengan tujuan memperlancar tanpa ada gangguan-gangguan hal tidak diinginkan.

"Semoga setelah dilakukan ritual tadi doa kita diijabah oleh Allah SWT agar acara kita pada hari Sabtu (7/7), diberikan kelancaran, kemudahan, dan kesuksesan didukung dengan cuaca yang baik," ujarnya.

Selain itu, Zainal mengungkapkan bahwa tujuan utamanya adalah semua yang direncanakan para panitia yang sudah berjalan satu setengah bulan lamanya dapat berjalan sebagaimana yang diinginkan.

"Intinya, ritual tadi bertujuan meminta kepada Allah supaya tidak ada gangguan dalam hal apa pun, mulai dari gladi hingga hari H tidak ada hambatan," ujarnya. (adv/*/ade/*/may/fen)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 19:48

Kaltara Boyong Piala Bergilir

<p><strong>JAKARTA</strong> &ndash; Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .