MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 27 Juni 2018 13:42
Pelaku SARA Diuber Polisi
Yudhistira Midhyawan

PROKAL.CO, DINODAINYA Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan dengan black campaign yang dilakukan melalui selebaran melalui isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) membuat Kepolisian pun geram.

Kepolisian Resor (Polres) Tarakan pun telah melakukan penyidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengatakan, pihaknya telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Namun, dari hasil keterangan saksi tersebut, pihaknya belum mengetahui pelaku black campaign yang ditujukan kepada pasangan calon Badrun-Ince.

"Pelakunya dalam tahap proses pencarian.  Saat kami lakukan pemeriksaan terhadap saksi yang kami panggil, mereka tidak dapat menyebutkan keterangan lebih lanjut tentang pelakunya. Mereka hanya menjelaskan menemukan selebaran tersebut di mobilnya," katanya kepada Bulungan Post, Selasa (26/6).

Yudhistira mengakui, pihaknya kini dalam tahap pencarian terhadap pelaku. Lalu akan memanggil pemilik akun yang menyebarkan selebaran tersebut di media sosial.

"Mengapa begitu, sebab yang pertama kali memposting juga ada andil, menyebarkan provokasi melalui medsos," ungkapnya.

Ia menyayangkan orang yang pertama kali menemukan selebaran tersebut justru mengunggahnya melalui medsos. Seharusnya, tindakan yang benar ucapnya adalah melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.

"Saya harap kepada seluruh masyarakat Bumi Paguntaka agar tidak ikut menyebarkan selebaran tersebut. Baik dalam gambar atau selebarannya. Karena kita khawatirkan hal baru terjadi," ungkapnya.

Yudhistira mengakui bahwa bukan hanya pihaknya yang menelusuri hal tersebut, melainkan bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) demi terciptanya Tarakan yang damai.

Anggota Panitua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tarakan, Jupri mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait pelaku black campaign tersebut. Namun, karena pandangan si pelapor terbatas lantaran si pelaku berada jauh, ciri-ciri pelaku pun tak dapat diketahui secara rinci.

"Menurut keterangannya, ia tidak begitu jelas melihat wajahnya. Yang pasti pelaku menggunakan motor matic warna putih," ungkapnya.

Meski begitu, Panwaslu Tarakan tetap harus melakukan penyidikan lebih lanjut. Sebab keterangan saksi yang diberikan belum memenuhi syarat.

"Kita butuhkan seminggu masa penyidikan, lalu kita akan melakukan rapat untuk memastikan tindak lanjut dari kasus tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua tim sukses Bais, Hasan Basri, mengecam cara-cara yang dilakukan oknum penyebar selebaran berisi isu SARA tersebut. Menurutnya, cara yang dilakukan dengan menyebarkan isu SARA merupakan perbuatan politik kotor.

"Ini kan sudah menyangkut SARA. Kita semua tahu bahwa SARA sangat dilarang dan sangat dikutuk di seluruh dunia," ujarnya, Senin (25/6).

Karena itu, pihaknya meminta kepada pihak yang berwenang agar mengusut tuntas pelaku penyebar selebaran tersebut. Dia yakin ada pelakunya. "Tidak mungkin jika selebaran itu tertulis dengan sendirinya. Dan, jelas yang melakukan hal tersebut, pasti yang duluan takut kalah sebelum berkompetisi. Karena tidak bisa mengalahkan strategi kami, jadi menggunakan hal-hal kotor seperti itu," ujarnya.

Karena tindakan kampanye hitam atau black campaign dari oknum itu, kini tim advokasi pihaknya telah menindaklanjuti. "Sebenarnya pihak kami melapor atau tidaknya, pihak kepolisian telah bergerak dengan sendirinya. Sebab, isi dari selebaran tersebut berisi tentang SARA, hoax, dan ujaran kebencian. Bagaimanapun pasti ditelusuri," ungkapnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 14:25

Antisipasi Napi Masuk Tarakan

TARAKAN – Narapidana yang sengaja dilepas saat terjadi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, belum…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:23

Insentif Ketua RT Hanya Cair Tiga Bulan

TARAKAN – Ketua-ketua RT akhirnya bakal menikmati insentif yang belum dibayarkan selama lima bulan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:49

Stiker di Kaca Mobil Ganggu Jarak Pandang

TARAKAN – Kaca mobil, baik angkutan kota maupun mobil pribadi menjadi salah satu media bagi peserta…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:45

APK Bertebaran di Tarakan

TARAKAN – Alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu berupa baliho, mulai menghiasi setiap sudut…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:37

Klaim Tarakan Bebas Kaki Gajah

TARAKAN – Pemberian obat pencegahan missal (POPM) penyakit kaki gajah atau filariasis tidak diwajibkan…

Senin, 15 Oktober 2018 00:15

Organisasi Kepemudaan Membantu

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltara Haerumuddin mengatakan, banyaknya organisasi…

Senin, 15 Oktober 2018 00:14

Gini Nih Jadinya Kalau Termakan Isu Penculikan di Medsos

TARAKAN – Isu penculikan anak yang beredar di media sosial, kembali ditelan mentah-mentah oleh…

Senin, 15 Oktober 2018 00:08

Kepemilikan Identitas Ganda Berkurang

MALINAU - Persoalan identitas kependudukan yang kerap ditemui di wilayah perbatasan Kaltara, terutama…

Senin, 15 Oktober 2018 00:07

Bapas untuk Bimbing Narapidana

TARAKAN – Tidak lama lagi akan berdiri Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Kalimantan Utara. Lokasinya…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:22

Persiapkan Diri untuk Bersaing

NUNUKAN - Pembangunan suatu daerah lebih maju, jika pemangku kepentingan memberikan kontribusi. Termasuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .