MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 24 Juni 2018 14:42
Target Seribu Pecandu Narkoba Direhabilitasi
CEGAH NARKOBA: Polda Kaltara memaparkan program target seribu korban pecandu narkoba di Kampung Arab, Tanjung Selor, Sabtu (23/6).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kaltara mempunyai program seribu korban pecandu narkoba mendapat penanganan rehabilitasi.

 

Penanganam tersebut pun membutuhkan peran serta instansi lainnya, seperti Dinas Kesehatan (Diskes), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara dan masyarakat. Untuk mewujudkan program tersebut, Biddokkes Polda Kaltara membuat proyeknya di daerah Kampung Arab, dengan menggandeng Persaudaraan Pemuda Kampung Arab (PPKA). Dikatakan Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Kepala Biddokkes Polda Kaltara AKBP dr Effri Susanto, program ini berlatar belakang adanya indikasi tingginya penyalahgunaan narkoba di Bumi Benuanta.

 

Polda Kaltara berupaya untuk menggalang potensi sekaligus bersinergi bersama masyarakat. Dengan membuat sistem pelayanan rehabilitasi bagi korban pecandu narkoba. Sehingga diharapkan ke depan semua lini, baik unsur pemerintah daerah, Polda Kaltara, BNNP dan komponen masyarakat bisa fokus menangani persoalan narkoba tersebut.

 

"Rehabilitasi pencandu narkoba merupakan suatu kebutuhan. Terpenting untuk mengatasi korban pecandu narkoba di Kaltara," katanya kepada Bulungan Post,  Sabtu (23/6).

 

Menurutnya, dengan proses rehabilitasi maka pengguna narkoba akan berkurang. Sehingga peredaran narkoba pun bisa menurun.

Dia menjelaskan program rehabilitasi dengan target seribu korban pecandu dilakukan bertahap. Program tersebut merupakan tahap awal untuk bisa. menyembuhkan pecandu narkoba lainnya. Program tersebut diyakini bisa tuntas selama setahun.

Diyakini pecandu narkoba di Kaltara melebihi jumlah tersebut. Apabila melihat fenomena penyalahgunaan narkoba, diterangkannya seperti gunung es. "Yang kita lihat jauh lebih sedikit, dari fakta sebenarnya," sebutnya.

 

Program ini akan terus dievaluasi. Jika target telah tertangani, maka masih berlanjut ke periode kedua. Pasca rehabilitasi terhadap korban pecandu tetap akan ditindaklanjuti. Agar masyarakat bisa merasakan dampak dan manfaatnya positif dari program tersebut.

 

Memilih Kampung Arab sebagai pilot project, Effri menilai kepedulian pemudanya cukup baik terhadap masalah narkoba. Ke depan, Polda Kaltara juga menggalang kelompok-kelompok lainnya. 

 

Berdasarkan data untuk Bulungan bagi pecandu narkoba 2017, ada 18 orang. Effri mengatakan, pihaknya akan evaluasi keberhasilan rehabilitasi yang ditangani. Bahkan yang sudah menjalani rehabilitasi bisa dijadikan contoh untuk memotivasi pecandu narkoba lainnya.

 

Berkaitan pembiayaan, korban tidak perlu khawatir karena diberikan secara gratis. Untuk tempat rehabilitasi memanfaatkan fasilitas yang ada dimiliki di tiap kabupaten dan kota. Misalnya, puskesmas, klinik polres dan klinik di bawah naungan BNNP Kaltara.

 

Di lain pihak, Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Kaltara Tulus menanggapi, agar program itu bisa mencapai seribu korban pecandu menjalani rehabilitasi. Bahkan BNNP Kaltara telah menandatangani kerja sama dengan seluruh kabupaten dan kota.

 

"Di Bulungan sudah merespons dan menunjuk lima institusi, termasuk puskesmas dan rumah sakit. Untuk melayani korban pecandu narkoba, khusus rawat jalan," urainya.

 

Lanjutnya, untuk rawat inap belum bisa terlaksana. Dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk melaporkan apabila ada pecandu narkoba menjalani rehabilitasi.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Masalah Kesehatan Diskes Bulungan Imam Sujono mengatakan, selama tahun lalu sudah 18 korban pecandu di-assement. Sedangkan tahun ini memasuki Juni sudah ada 15 korban pecandu. Jika melihat jumlahnya, memasuki Juni 2018, telah terjadi peningkatan. Korban pecandu yang jalani rehabilitasi, kata dia, ada yang dikirim ke Bogor dan Samarinda.

 

"Untuk capai target 1.000 korban pecandu jalani rehabilitasi diperlukan peran semua lini," katanya.

 

Hal yang jadi perhatian di wilayah Bulungan diperlukan panti khusus untuk menangani rehabilitasi korban pecandu narkoba. Ketua Pembina PPKA Muhammad Idris menyambut baik adanya program ini dan perlu kesadaran masyarakat dalam bersama-sama mengatasi penyalahgunaan narkoba yang memprihatinkan. (uno/rio)


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 11:32

Sembilan Titik Rawan Laka

TANJUNG SELOR – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara memetakan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:07

Dua OPD Pemprov Naik Status

TANJUNG SELOR – Terjadi perubahan tipe organisasi perangkat daerah (OPD)…

Minggu, 09 Desember 2018 11:05

Sembilan Peserta SKB Tak Hadir

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Pemprov…

Minggu, 09 Desember 2018 11:03

Kaltara Di-deadline 14 Desember

TANJUNG SELOR – Pembahasan APBD Kaltara 2019 telah difasilitasi Direktorat…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:35

Intensitas Hujan Masih Normal

INTENSITAS hujan di Bulungan terus mengalami peningkatan. Namun, menurut data…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:31

9.743 Peserta Tunggak Iuran BPJS

TANJUNG SELOR – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Bulungan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:14

APBD Kaltara Difasilitasi Kemendagri

TANJUNG SELOR – Penetapan bersama APBD Kaltara 2019 yang belum…

Kamis, 06 Desember 2018 14:31

Humas Kaltara Masuk Nominasi Medsos Terbaik

TANGERANG – Meski belum meraih juara, prestasi membanggakan ditorehkan oleh…

Kamis, 06 Desember 2018 14:22

Penetapan DPTHP-2 Molor

TANJUNG SELOR - Rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua…

Rabu, 05 Desember 2018 09:27

Paman Garap Keponakan, Korban Ngaku Sudah 7 Kali

TANJUNG SELOR – Aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .