MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 23 Juni 2018 14:51
Jalur Keluarga Miskin Paling Diminati
KESEMPATAN WARGA MISKIN: Pendaftaran siswa baru di SMPN 5 Tarakan pada hari pertama PPDB, Jumat (22/6) didominasi siswa dari keluarga kurang mampu yang mendaftar melalui jalur keluarga miskin.

PROKAL.CO, TARAKAN — Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Tarakan, Jumat (22/6), langsung diserbu calon siswa dan orangtua.

Pantauan awak media ini di sejumlah SMP, dari dua jalur yang dibuka, paling banyak pendaftar adalah warga kurang mampu yang memanfaatkan jalur keluarga miskin (gakin). Sedangkan jalur prestasi masih sepi peminat.

SMP Negeri 5, salah satu sekolah yang cukup banyak kedatangan keluarga kurang mampu. Di antaranya Siti Halimah yang datang bersama suami Mara Rifai dan anaknya Maulidia. Warga RT 16 Kelurahan Lingkas Ujung ini berharap bisa diterima di sekolah tersebut.

“Supaya masa depannya bagus, masuk negeri lagi,” ujar Halimah, disela pendaftaran.

Halimah memilih sekolah tersebut selain karena berstatus negeri, juga dekat dengan rumahnya. Berdasarkan zonasi, sang anak berhak masuk di SMPN 5. Sehingga punya peluang besar untuk bisa diterima. 

Untuk bisa mendaftar lewat jalur gakin, Halimah membawa berkas yang diminta, termasuk bukti pernyataan keluarga miskin seperti Kartu Indonesia )intar (KIP), kartu beras miskin (raskin), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Perlindungan Sosial (KPS) serta kartu Program Keluarga Harapan (PKH).

Halimah mengaku tidak menemui kendala saat mendaftar, terlebih ia datang langsung ke sekolah. Halimah dan anaknya tinggal menunggu pengumuman hasil pendaftaran.

Namun, ia dan anaknya harus bersaing ketat dengan warga miskin lainnya. Karena sesuai kuota yang ditentukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, untuk jalur gakin, setiap sekolah hanya menerima 10 persen dari jumlah siswa yang akan diterima. SMPN 5 sendiri pada tahun ajaran nanti hanya menerima 273 siswa.

Ketua Panitia PPBD SMPN 5 Tarakan, Iin Sri Rejeki, mengakui jalur gakin memang banyak diserbu warga.

“Untuk jalur prestasi sampai saat ini masih belum ada yang mendaftar. Tapi Untuk keluarga tidak mampu respons masyarakat cukup antusias untuk mendaftar ke SMP 5,” tutur Sri.

Meski minim pendaftar di hari pertama, jalur prestasi tetap dibuka. Menurut Sri, pihaknya menyiapkan kuota 10 persen di jalur ini, dengan membagi dalam kategori, prestasi akademik dan non akademik. Penentuan siswa lulus akan menggunakan sistem ranking. 

Sesuai jadwal yang ditetapkan Disdikbud Tarakan, pihaknya membuka pendaftaran untuk jalur prestasi dan gakin hingga Sabtu (23/6). Setelah itu dilanjutkan jalur zonasi. 

Tidak hanya di SMPN 5, pendaftaran hari pertama SMPN 1 juga diserbu warga kurang mampu. Ketua Panitia PPBD Tarakan Muhammad Rahmad mengakui hal itu.

“Kalau dilihat pendaftarnya sudah mulai banyak. Banyak yang keluarga tidak mampu. Prestasi kayaknya kurang,” ujar Rahmad di sela pendaftaran.

SMPN 1 Tarakan sendiri tahun ini hanya menerima 350 siswa yang dibagi dalam 12 rombongan belajar. Sebenarnya SMP tertua di Tarakan ini menerima 352 siswa, namun karena kuota dua siswa sudah diisi yang tidak naik kelas, sehingga berkurang menjadi 350 siswa. 

Sementara itu, salah satu orangtua calon siswa, Yestin, datang bersama anaknya Fahrunnisa Qorijannata untuk mencoba di jalur prestasi non akademik. Yestin sangat berharap anaknya diterima meski berasal dari daerah yang tidak masuk dalam zona wilayah SMPN 1 Tarakan.

Anaknya punya prestasi di bidang pramuka dengan pernah menjadi juara pertama se-Tarakan, serta memiliki nilai ujian yang cukup tinggi, 25,97. Modal itulah yang meyakinkan anaknya untuk mendaftar di SMPN 1 Tarakan yang dibuktikan dengan pengakuan sertifikat dari Disdikbud Tarakan. “Ya iyalah, berharap banget,” tutur Yestin.

Menanggapi hal itu, Ketua Panitia PPBD Tarakan Muhammad Rahmad membolehkan. Hanya saja, persaingannya sangat ketat karena jalur prestasi non akademik hanya menyiapkan kuota 7 orang saja.

“Yang luar zona boleh daftar asalkan ada prestasinya. Tetapi sebelum daftar ke SMP 1 dia harus memverifikasi sertifikatnya di Dinas Pendidikan dulu apakah disahkan atau tidak,” ujarnya.

Kepala Disdikbud Tarakan, Ilham Nor mengakui, dari hasil pantauannya ke sejumlah sekolah, hari pertama PPDB jenjang SD dan SMP berlangsung lancar. Belum ada komplain yang diterima pihaknya dari penerapan aturan baru PPDB yang menerapkan sistem zonasi atau pembagian wilayah.

“Dengan keluarnya Permendikbud yang baru itu Nomor 14 Tahun 2018 dan kita perjelas lagi dengan Perwali Nomor 6 Tahun 2018, zona itu yang kita atur berdasarkan kelurahan terdekat. Jadi tidak ada lagi sekolah tertentu yang menjadi favorit. Sekolah tertentu pilihan utama, tidak ada istilah menyeberang,” ujar Ilham Nor di ruang kerjanya.

Dengan pembagian zona wilayah ini, banyak manfaat yang dirasakan. Di antaranya penyebaran anak berprestasi akan merata di setiap sekolah.

Sementara itu, menyangkut persyaratan keluarga miskin, Ilham Nor menjelaskan bahwa pihaknya tidak sembarang dalam menetapkan kategori tersebut. Selain dibuktikan dengan dokumen yang menguatkan berasal dari keluarga kurang mampu, yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki dokumen sudah mendapatkan SK Wali Kota Tarakan. 

“Kalau tidak terdapat dalam SK wali kota saya kira itu dipertanyakan. Karena memang SK wali kota itukan sudah mencakup seluruh data keluarga miskin yang ada di kota Tarakan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ilham Nor juga mengimbau orangtua calon siswa untuk tidak memaksakan anaknya masuk di sekolah yang bukan zona wilayahnya. Atau dari segi usianya, tidak terpenuhi, atau juga dari ukuran nilai ujiannya juga tidak mencukupi. Karena jika dipaksakan memperkecil peluang untuk diterima di sekolah negeri. (mrs/rio)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 13:42

Tak Keberatan Dilibatkan Bahas APBD

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan masih fokus membahas rancangan anggaran pendapatan dan belanja…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:40

Lanjutkan Kuliah, Berhasil Raih Cum Laude

Nama Mayjen (Purn) TNI Dicky Wainal Usman sempat mencuat jelang Pilgub Kaltara, 2015 lalu. Lama tak…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:39

Akses ke Perbatasan Terhubung

MALINAU - Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, terus digalakkan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:39

Temui Personel TNI, Layani Permintaan Foto Pelajar SMK

Kunjungan kerja Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dari Nunukan ke Malinau melalui jalur darat, butuh…

Senin, 15 Oktober 2018 00:11

Tak Terima, Laporkan

SELAIN baliho, spanduk atau poster, peserta pemilu juga diperbolehkan memasang stiker di tempat-tempat…

Senin, 15 Oktober 2018 00:10

Masih Mangkrak, Pembangunan GOR Tak Ada Kejelasan

TARAKAN – Hingga menjelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Tarakan Sofian Raga, pembangunan…

Senin, 15 Oktober 2018 00:10

Tempuh Perjalanan Darat, Terkesan Dermaga Sungai Ular

Selama 5 tahun terbentuknya Kaltara, pembangunan wilayah perbatasan jadi perhatian. Terutama untuk infrastruktur…

Senin, 15 Oktober 2018 00:09

Fokus Perbaikan Jalan Berlubang

MALINAU - Pengerjaan jalan nasional untuk wilayah perbatasan Malinau hingga ke Sungai Ular, Kabupaten…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:25

Begini Usaha Mempermudah Urusan TKI

SEBAGAI pintu gerbang keluar masuknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencoba peruntungan di negeri…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:24

Terduga Perompak ‘Dihadiahi’ Timah Panas

TANJUNG SELOR – Personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) Nunukan bersama Satuan Tugas (Satgas)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .