MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 22 Juni 2018 15:41
Lebaran Ketupat, Tambah Pemasukan Pedagang
BERKAH LEBARAN: Jumiati menunggu konsumen untuk membeli ketupat di Pasar Tenguyun, kemarin (21/6).

PROKAL.CO, TARAKAN - Perayaan Lebaran Ketupat membuat  pedagang di Tarakan kebanjiran pembeli. Tradisi yang dilaksanakan tiap tanggal 7 Syawal itu, memberikan pemasukan lebih bagi pedagang ketupat di Pasar Tenguyun, Tarakan.

Salah seorang penjual ketupat, Jumiati mengatakan, telah menjual ketupat selama 3 hari. Ia mengaku, telah mendapatkan keuntungan yang lumayan banyak dari hasil berjualan ketupat. Tradisi menjual ketupat selalu dilakukan pedagang yang sehari-sehari berjualan bumbu dapur itu, sejak hari ketiga Lebaran

“Kalau puncak penjualannya kemarin. Sampai-sampai ada yang hanya membeli daunnya dan buat sendiri di rumah,” ungkapnya kepada Bulungan Post, Kamis (21/6).

Jumiati mengaku mendapat bahan-bahan dari penyedian daun nipah khusus untuk membuat ketupat. “Setiap menjelang Lebaran pasti langganan saya itu mengantarkan daunnya. Sebelum berjualan, subuh saya anyam dulu. Paginya baru dijual,” jelasnya.

Untuk satu ikat  berisi lima hingga enam ketupat seharga RP 10 ribu. Ia juga memberi diskon kepada pembeli yang membeli dua ikat ketupat dengan harga Rp 15 ribu. Selain dari ketupat, pemasukan tambahan juga didapatkannya dengan berjualan nangka muda, jeruk nipis dan kentang.

Siti Juariah (69) Warga Jalan Mawar RT 1 Kelurahan Kampung Satu mengatakan dari pertama kali di Tarakan sejak tahun 1974 selalu merayakan Lebaran Ketupat. “Kemarin sudah beli 50 biji ketupat karena anak saya pulang semuanya. Karena kurang, jadi saya tambah lagi 30 biji,” ungkapnya.

Ibu Handoko-panggilan akrabnya- mengakui, setiap tahunnya ia tidak pernah melewati Lebaran Ketupat. “Sekalian untuk memberi masakan kesukaan kepada anak-anak karena semua pulang kampong. Kalau tahun sebagian ada yang tidak pulang. Sebenarnya merayakan Lebaran Ketupat ini karena senang bisa kumpul satu keluarga,” tandasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Senin, 01 Oktober 2018 15:48

Warga Diajak Konsumsi Produk Lokal

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara mempunyai potensi sumber daya alam di tiap kabupaten dan kota.…

Minggu, 30 September 2018 16:44

Jamin SOA Barang Tak Dimonopoli

TANJUNG SELOR – Tingginya harga barang di daerah perbatasan, menjadi perhatian serius Pemprov…

Jumat, 28 September 2018 16:04

Pelaku Usaha Wajib Miliki NIB

TANJUNG SELOR - Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi…

Jumat, 28 September 2018 15:47

Harga Sewa Terlalu Mahal, Investor Mundur Kelola Pabrik Rumput Laut

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan terus berupaya memfungsikan pabrik…

Rabu, 26 September 2018 14:59

ADUH..!! 80 Persen Kebutuhan Warga Masih dari Malaysia

TANJUNG SELOR – Banyaknya barang-barang dari Malaysia yang beredar di daerah perbatasan Kalimantan…

Senin, 24 September 2018 16:39

Pendapatan Tergerus Pembangunan Infrastruktur

TANJUNG SELOR – Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan oleh pemerintah, memiliki…

Rabu, 19 September 2018 14:59

Irau Malinau Tempat Promosi Produk UMKM

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terus mempersiapkan event Irau ke-9 yang akan…

Rabu, 19 September 2018 14:30

Penggunaan Ringgit di Sebatik Menurun

PENGUNAAN mata uang asing berupa ringgit Malaysia, masih jadi permasalahan di wilayah perbatasan Kaltara,…

Selasa, 18 September 2018 14:38

Kube untuk Masyarakat Miskin

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mempunyai program berupa Kelompok Usaha Bersama (Kube) untuk membedayakan…

Senin, 17 September 2018 17:27

Pengecer Tak Boleh Berjualan Elpiji Melon

TANJUNG SELOR – Penjualan elpiji 3 kilogram (kg) sepertinya terus menjadi masalah. Selain ketersediannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .