MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 14 Juni 2018 14:16
Kisruh Harga Ayam, Pedagang Keberatan Ikuti HET, Satgas Pangan Beri Toleransi
TAK DAPAT PERSETUJUAN: Sejumlah pedagang ribut dengan satgas pangan saat sidak di Pasar Gusher, Tarakan, Rabu (13/6).

PROKAL.CO, TARAKAN – Kesepakatan bersama terkait harga eceran tertinggi (HET) ayam potong, dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan serta aparat kepolisian dan sejumlah distributor ke Pasar Gusher, Selasa (12/6) belum dilaksanakan pedagang ayam.

Hasil sidak lanjutan pada Rabu (13/6) di pasar yang sama, masih mendapatkan pedagang menjual ayam potong di atas HET, Rp 45 ribu per kilogram. Harga yang dijual pedagang pun  bervariasi. Mulai dari HET, hingga Rp 65 ribu per kilogram.

Seorang pedagang ayam di Pasar Gusher, Saiful mengaku, masih menjual di atas HET. “Kita kan banyak langganan. Kalau warung kita kasih Rp 40 ribu. Karena langganan har-hari. Kalau jual ke warga Rp 55-50 ribu,” ujar perempuan berhijab itu.

Mansyur, pedagang ayam lainnya juga masih menjual ayam potong di atas HET. Alasannya, ia tidak mendapatkan informasi secara detil tentang HET yang sudah ditentukan.

“Belum ada (surat edaran tentang HET ayam potong) sampai sekarang. Makanya saya bilang ikuti aja pasaran,” ujar Mansyur. 

Masyur sendiri agak keberatan dengan patokan harga jual ayam Rp 45 ribu per kilogram. Ia berdalih, stok ayam saat ini kurang. Pun berat ayam pun berkurang.

Sehingga jika dikalkulasi, keuntungan yang didapatnya sangat tipis bila menerapkan HET. Ia mengaku mendapat ayam dari distributor dengan harga Rp 27-28 ribu per kilogram. Harga itu diakuinya sudah naik dibandingkan hari biasa, yang hanya Rp 25 ribu per kilogram.

Belum lagi proses menguliti sampai dijual bersih yang memakan waktu dan tenaga. Ia mencontohkan, kondisi ayam yang baru diambil setelah dimasak untuk dikuliti, sangat berbeda beratnya. Hal itu memengaruhi harga jual ayam serta keuntungannya.

Di sisi lain, Mansyur juga harus memikirkan gaji untuk 5 orang pekerjanya. Serta kebutuhan lain seperti air, listrik, sewa ruko yang ditempatinya, dan lain-lain yang mendukung usaha dagang ayam potongnya. Sehingga ia berharap momen Lebaran, waktu yang tepat untuk mendapat untung lebih, guna menutupi semua biaya tersebut.  “Sedikit untungnya kalau Rp 45 ribu. Jujur saja,” beber Mansyur.

Pedagang lain, Purwanto, juga keberatan dengan HET Rp 45 ribu per kilogram. Pasalnya momentum saat ini dianggapnya untuk menutupi kerugian pada hari-hari biasa yang terkadang banyak ayam terbuang karena tidak laku.

“Masalah Rp 45 ribu untuk hari ini sampai besok, saya tidak setuju. Saya jualan di meja saya tetap jual Rp 60-65 ribu. Terserah mau diapakan,” tegasnya.

Menurutnya, harga ayam harus disesuaikan dengan kondisi pasar. Kondisi yang terjadi saat ini adalah stok ayam yang berkurang. Selain itu, ukuran dan berat ayam juga tidak seberapa. Sehingga mau tidak mau ia harus menjual dengan harga tinggi untuk menutupi kerugian.

Dari pantauan Bulungan Post, pemerintah bersama aparat terkait belum bisa berbuat banyak agar pedagang dapat menerapkan HET. Pemerintah justru banyak mendapat pertentangan di lapangan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaltara, Hasriani, berharap ada sikap tegas yang dilakukan satuan tugas (satgas) pangan terhadap pedagang yang belum menerapkan HET.

“Ini kan tadi sebenarnya sudah ada penindakan tegas dari satgas dalam hal ini dari kepolisian. Harusnya ada tindakan yang diambil. Barangnya diambil,” katanya.  

Hasriani sendiri kecewa dengan sikap beberapa pedagang yang belum menerapkan HET. “Sebenarnya aksi hari ini (kemarin, Red) sudah harus Rp 45 ribu. Karena sudah ada kesepakatan dengan semua distributor. Tapi bisa dilihat sendiri tadi kan, yang lain iya, sudah oke. Sesuai dengan distributor yang membagikan ayam ke mereka. Tapi ada beberapa yang memang satu keluarga yang agak sulit menerima,” ujarnya.

Menurut Hasriani, Pemprov Kaltara sendiri punya dasar yang kuat untuk tetap menerapkan HET tersebut. Yakni dengan terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Ayam Ras.

HET yang diberlakukan pun sebenarnya dinilai lebih baik dari ditetapkan pemerintah pusat. Di mana untuk luar Jawa hanya dipatok Rp 34 ribu per kilogram. Namun, dengan berbagai pertimbangan termasuk memikirkan keuntungan distributor dan pedagang, disepakatilah HET Rp 45 ribu per kilogram.

“Sebenarnya Rp 45 (ribu) itu sudah ada untuk mereka dan sudah harga bagus gitu loh. Toh selama ini juga mereka tetap menjual ke pelanggan mereka itu di posisi Rp 40 ribu (per kilogram). Artinya kan tetap masih ada keuntungan dan jalan,” tuturnya.

Harga ayam potong di Tarakan yang meningkat drastis, dinilai Hasriani, menjadi sorotan di Indonesia. Ia bahkan mengklaim, harga ayam di Tarakan yang tertinggi. Karena itu, pemerintah harus turun tangan agar persoalan ini tidak memberatkan masyarakat yang membutuhkan di momen Lebaran ini.

Satgas pangan sendiri masih memberikan toleransi karena sejumlah pedagang mengaku belum mendapatkan informasi hasil kesepatakan tentang HET.

“Yang jelas tadi kendalanya informasi itu belum sampai ke pedagang. Setelah disampaikan baru (pedagang) memahami,” kata Ipda Deny Mardiyanto mewakili satgas pangan. (mrs/rio)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 15:23

Kasus Bayi Terus Dikembangkan, Polisi Sempat Panggil Sejumlah Terduga

TARAKAN – Walaupun masih belum menemukan titik temu, namun Kepolisian tetap optimistis dapat menangkap…

Jumat, 22 Juni 2018 15:09

Empat Pegawai Bolos Kerja

GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie menegaskan akan memberikan sanksi terhadap aparatur sipil…

Jumat, 22 Juni 2018 15:06

Evaluasi Kepadatan Transportasi

TANJUNG SELOR – Arus mudik dan balik Lebaran 2018 diklaim berjalan lancar dan aman. Meski masih…

Kamis, 21 Juni 2018 15:00

Polda Kaltara Terima Helikopter

TANJUNG SELOR - Untuk menunjang kinerja Polda Kaltara, Markas Besar Polisi RI (Mabes Polri) memberikan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:52

Perbanyak Silaturahmi, Jenguk Senior yang Sakit

Momen Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan oleh seluruh umat muslim untuk bersilaturahmi. Tak kecuali Gubernur…

Kamis, 21 Juni 2018 14:49

Jalur Udara Pun Penuh

MASA libur panjang Hari Raya Idulfitri berakhir kemarin (20/6). Para pekerja sudah harus kembali ke…

Kamis, 21 Juni 2018 14:46

Transportasi Air Masih Primadona

TANJUNG SELOR – Transportasi air masih menjadi primadona bagi masyarakat Bumi Benuanta-sebutan…

Jumat, 15 Juni 2018 08:57

Ribuan Umat Islam Padati Baitul Izzah

TARAKAN - Cuaca mendung yang sempat menyelimuti langit di Kota Tarakan pada Jumat (15/6), tidak menghentikan…

Jumat, 15 Juni 2018 08:48

Bruaaak, Dua Motor Berhantaman, 1 Remaja Tewas 2 Kritis

TARAKAN - Kecelakaan kembali terjadi di Kota Tarakan pada Jumat (15/6) sekira pukul 00.30 Wita, tepatnya…

Kamis, 14 Juni 2018 22:08
BREAKING NEWS

Pawai Takbir Dimeriahkan Kendaraan Hias

TANJUNG SELOR - Pawai mobil hias bernuansa religi meramaikan malam takbiran menyambut 1 Syawal 1439…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .