MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 13 Juni 2018 15:36
Harga Ayam di Tarakan Mahal

Disperindag Simpulkan Penjual Cari Keuntungan

TURUN LAPANGAN: Plt. Walikota Tarakan Khaeruddin Areif Hidayat memantau harga ayam di Pasar Gusher, Tarakan, kemarin (12/6).

PROKAL.CO, TARAKAN - Warga Kota Tarakan dibuat heboh dengan kenaikan harga daging ayam yang mencapai dua kali lipat dari harga biasanya. Bahkan melampau jau dari ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Desi warga Kelurahan Pamusian mengatakan pekan lalu, harga ayam, masih Rp 40 ribu per kilogram (kg). Kini, memasuki H-2 Lebaran, harga daging ayam melonjak Rp 70-80 ribu di pasaran. “Kalau hari biasa bisa dapat 2 kg saya ini,” ungkapnya.

Fenomena itu membuat Plt Wali Kota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat pun langsung melakukan inspeksi mendadak di Pasar Gusher, Tarakan, Selasa (12/6). Dirinya ingin memastikan terkait keluhan masyarakat Bumi Paguntaka-sebutan Kota Tarakan.

Ia mengatakan, Pemkot Tarakan memberikan perhatian serius atas mahalnya harga daging ayam di pasaran. Sebab, pada saat sidak, ia mendapatkan jika harga daging ayam dijual di atas HET.

Pemkot Tarakan pun ucapnya akan menurunkan Satgas Pangan untuk memantau langsung di lapangan. Bahkan, jika ada penjual ayam yang menjual di atas HET, ia meminta Satgas Pangan untuk menyita seluruh barang dagangan.

“Kalau nanti petugas ada menemukan penjual ayam yang menjual harga di atas HET maka tidak ada ampun lagi. Pemiliknya kami panggil dan dagangannya kami sita,” ungkap Arief saat melakukan sidak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tarakan, Thajuddin Tuwo yang ikut mendampingi mengatakan, siap menurunkan Satgas Pangan sesuai dengan instruksi Plt Wali Kota Tarakan tersebut.

“Jika terbukti bersalah, kita panggil distributor tempat penjual mengambil ayam. Nanti kita tunjukan bahwa pedagang bersangkutan menjual di atas HET,” ucapnya.

Pasalnya, Disperindag Tarakan telah memiliki kesepakatan dengan peternak ayam agar tidak menjual ayam melebihi Rp 50 ribu per kg. Namun, fakta di lapangan diakui Thajuddin tidak sesuai dengan hasil kerja sama tersebut. Ia menyimpulkan, kenaikan harga ayam dilakukan oleh para penjual di pasar.

Sebab, ketika dirinya menanyakan kepada seorang pedagang di Pasar Gusher bernama Ros, harga ayam mahal dikarenakan distributor telah menaikkan harga. Ros mengaku kepada Thajuddin membeli ayam dari distributor Rp 27 ribu per kg. Ditambah, biaya transportasi dan membersihkan Rp 15 ribu.

Jika dihitung harga seekor ayam didapatkan Rp 42 ribu per ekor. Jika menjual Rp 45 ribu, Ros mengaku tak dapat untung.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan melalui Kanit Tipiter Polres Tarakan Ipda Deni Mardiyanto mengatakan, siap menjalani perintah dari Plt Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat.

Kepolisian yang tergabung dalam Satgas Pangan pun, telah mendatangi sejumlah distributor ayam. Dari pertemuan itu, Satgas Pangan sepakat harga ayam dijual Rp 45 ribu per kg. Meski, dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 62 Tahun 2018  HET harga ayam Rp 34 ribu per kg.

“Untuk HET Rp34 ribu kita tidak bisa diterapkan di Tarakan. Letak wilayah kita yang dikelilingi oleh laut juga menjadi salah satu faktor. Jadi kesepakatan bersama HET Rp 45 ribu. Kalau ada yang kedapatanm maka kami akan langsung melakukan teguran atau pencabutan izin tergantung hasil pemeriksaan. Bahkan kita akan mengambil pula ayamnya, Ini sanksi tegas yang kami berikan,” pungkasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 14:15

Rancang Perluasan Komoditas

KEPALA Biro Perekonomian Setprov Kalimantan Utara Usdiansyah mengatakan, produksi sumber daya alam (SDA)…

Kamis, 04 Oktober 2018 16:48

Provinsi Diminta Tertibkan Pergub Untuk Atur Harga Udang di Kaltara

TARAKAN – Hasil kunjungan yang dilakukan DPRD Tarakan ke kementerian terkait untuk menyikapi anjloknya…

Senin, 01 Oktober 2018 15:48

Warga Diajak Konsumsi Produk Lokal

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara mempunyai potensi sumber daya alam di tiap kabupaten dan kota.…

Minggu, 30 September 2018 16:44

Jamin SOA Barang Tak Dimonopoli

TANJUNG SELOR – Tingginya harga barang di daerah perbatasan, menjadi perhatian serius Pemprov…

Jumat, 28 September 2018 16:04

Pelaku Usaha Wajib Miliki NIB

TANJUNG SELOR - Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi…

Jumat, 28 September 2018 15:47

Harga Sewa Terlalu Mahal, Investor Mundur Kelola Pabrik Rumput Laut

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan terus berupaya memfungsikan pabrik…

Rabu, 26 September 2018 14:59

ADUH..!! 80 Persen Kebutuhan Warga Masih dari Malaysia

TANJUNG SELOR – Banyaknya barang-barang dari Malaysia yang beredar di daerah perbatasan Kalimantan…

Senin, 24 September 2018 16:39

Pendapatan Tergerus Pembangunan Infrastruktur

TANJUNG SELOR – Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan oleh pemerintah, memiliki…

Rabu, 19 September 2018 14:59

Irau Malinau Tempat Promosi Produk UMKM

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terus mempersiapkan event Irau ke-9 yang akan…

Rabu, 19 September 2018 14:30

Penggunaan Ringgit di Sebatik Menurun

PENGUNAAN mata uang asing berupa ringgit Malaysia, masih jadi permasalahan di wilayah perbatasan Kaltara,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .