MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Selasa, 12 Juni 2018 15:10
Raperda RZWP3K Ngantre di Kemendagri
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Kaltara menjadi salah satu produk hukum yang ditunggu untuk segera disahkan.

Setelah ada persetujuan antara Pemprov dengan DPRD Kaltara, 1 Mei lalu, kini raperda tersebut masih di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendapatkan nomor registrasi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakry mengatakan, dengan adanya payung hukum RZWP3K, maka pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau di Kaltara bisa lebih terencana. Pemanfaatannya juga bisa dilakukan dengan legal, karena sudah diperkuat dengan perda dan tidak ada penyalahgunaan zonasi.

“Kalau sudah disahkan perdanya, semua bisa diatur, khususnya pemanfaatan wilayah laut, termasuk pulau kecil dan daerah pesisir,” ujar Amir, pekan lalu.

Di dalam Raperda RZWP3K, ruang laut dan pesisir Kaltara dibagi dalam empat zona. Yakni, alur laut, kawasan konservasi, kawasan strategis nasional tertentu (KSNT), dan jalur pemanfaatan umum (JPU). Dengan pembagian zona itu, potensi pembangunan di sektor kelautan dan perikanan akan memiliki peluang yang lebih besar. Salah satunya adalah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Selama ini, kata Amir, tidak bisa leluasa bergerak karena belum adanya regulasi dari daerah. “Inilah pentingnya perda ini. Selain pemanfaatan oleh yang memiliki kewenangan, juga jadi potensi pendapatan bagi daerah dan masyarakatnya,” ujarnya.

Ditanya terkait batas pemanfaatan ruang laut antara Kaltara dengan Kaltim, Amir mengatakan, hal itu belum ada. Pasalnya, Kaltim yang merupakan provinsi induk Kaltara hingga kini belum membuat Perda RZWP3K.

Selain itu, Amir juga mengharapkan dengan cepat disahkannya Raperda RZWP3K ini, konflik yang biasa terjadi di sektor kelautan dan perikanan bisa diminimalisasi sehingga pemanfaatan sumber daya alam yang ada bisa lebih maksimal.

“Apalagi, wilayah pesisir Kaltara dengan 188 pulau kecil dan panjang garis pantainya 3.519 kilometer, memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 10:26

Jumlah Printer KTP-el Belum Ideal

TANJUNG SELOR – Jumlah printer untuk pencetakan KTP-el di Dinas…

Selasa, 11 Desember 2018 10:00

DPTHP-2 Bertambah 64 Pemilih

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan telah usai…

Selasa, 11 Desember 2018 09:55

Realisasi DAK Capai 90,7 Persen

TANJUNG SELOR – Pencairan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan…

Senin, 10 Desember 2018 12:57

Sertifikasi Nelayan Tersisa 1 Persen

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara mendapatkan kuota sebanyak 600 nelayan…

Senin, 10 Desember 2018 12:48

Tahun Depan Bertambah

KABUPATEN Bulungan akan kembali kedatangan warga transmigrasi pada tahun depan.…

Senin, 10 Desember 2018 12:46

Waspada Diabetes Melitus

PENYAKIT diabetes melitus perlu diwaspadai masyarakat. Karena menurut Ketua Ikatan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:30

Tim Saber Pungli ‘Bidik’ Pelayanan Publik

TANJUNG SELOR – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli)…

Minggu, 09 Desember 2018 11:26

Penghargaan Tak Berbanding Lurus dengan Kondisi Pasar

TANJUNG SELOR – Penghargaan Pasar Tertib Ukur diperoleh Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Dishub Akan Gelar Ramp Check

TANJUNG SELOR - Dalam rangka mempersiapkan angkutan Natal dan tahun…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:40

ASN Diwanti-wanti soal Gratifikasi

WAKIL Bupati Bulungan Ingkong Ala menegaskan kepada seluruh aparatur sipil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .