MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 09 Juni 2018 12:48
Harga Tiket Pesawat “Menggila”

Masakapai Tak Patuhi Aturan Ambang Batas

TUNGGU CHEK-IN: Penumpang duduk di lantai ruang check-in terminal Bandara Juwata Tarakan sambil, Rabu (7/6).

PROKAL.CO, TARAKAN – Lonjakan harga tiket pesawat menjelang Hari Raya Idulfitri, semakin tak terkendali. Jika tiket tujuan Tarakan–Makassar ada yang tembus hingga Rp 2 juta. Rute Balikpapan dan Jakarta juga mengalami kenaikan harga “menggila”.

Salah seorang warga, Steve Singgih Wibowo mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat. Apalagi dia baru membeli tiket pesawat karena harus berangkat mendadak ke Samarinda.

“Keluarga meninggal di Samarinda, tadi pagi (Jumat, 8/6) mau berangkat cari tiket, paling tinggi sudah Rp 1,9 juta ke Balikpapan dan itu sudah habis. Dapat informasi sama juga ke Jakarta juga malah Rp 4 juta,” beber Steve Singgih kepada Bulungan Post.

Menurutnya, animo masyarakat yang cukup tinggi untuk bepergian menggunakan pesawat udara di momen Lebaran, menjadi kesempatan maskapai untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Ia pun mempertanyakan peran pemerintah daerah maupun instansi terkait lainnya dalam mengawasi harga tiket pesawat. 

“Cobalah di antara pemerintah daerah ini ada ambang batas. Kalau tinggi jangan juga sampai melampaui. Yang masyarakat ingin mudik itu harusnya dipermudah, bukan dipersulit,” sesalnya.

Steve meminta kalau perlu harga tiket di momen :ebaran sama seperti harga normal di hari biasa. Sebab, tidak ada faktor yang mempengaruhi kenaikan harga tiket. Seperti kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Dengan kenaikan yang dinilai tidak terkendali ini, masyarakat ucapnya, sangat dirugikan.

“Kami minta pemerintah menentukan ambang batas tiket. Jangan seenak-enaknya seperti ini,” kesalnya.

Lonjakan harga tiket yang sangat tinggi ini memang tak sesuai bila mendengar jaminan dari sejumlah maskapai ketika menghadiri apel posko angkutan lebaran di bandara Juwata Tarakan, Rabu (7/6).

Perwakilan Garuda Indonesia, Rudi, ketika itu menuturkan, harga tiket yang dipatok pihaknya masih memenuhi ambang batas. Seperti tujuan Tarakan-Balikpapan tertinggi Rp 900 ribu, dan Jakarta Rp 1,2 juta.

“Itu sudah maksimum dan sesuai aturan menteri perhubungan. Jadi kami enggak berani untuk menaikkan lagi,” ujarnya. 

Begitupun dengan perwakilan Sriwijaya Distrik Tarakan, Rendi. Tujuan Tarakan–Balikpapan, harga terendah Rp 402 ribu, dan tertinggi dipatok hanya Rp 1,2 juta.

“Seperti disampaikan kepala banda bahwa sudah diatur PM 14/2016 tentang kami selaku operator mengikuti regulator tersebut,” kata Rendi.

Kepala Bandara Juwata Tarakan Asri Santosa saat itu menegaskan, harga tiket harus berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

“Sudah diatur semuanya di dalam PM (peraturan menteri) tersebut,” tegas Asri, ditemui usai membuka posko pengamanan arus mudik di bandara Juwata Tarakan, Rabu (7/6).

Menurutnya, bisnis maskapai memang murni berdasarkan keuntungan. Namun demikian, pihaknya tetap menjaga rasio atau batas ambang dari tarif penerbangan melalui aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Ia menambahkan, jika ada maskapai yang berani menaikkan harga tiket di luar aturan, tentunya akan ada sanksi yang diberikan baik sanksi administrasi ataupun denda. “Di aturan ada itu,” tegasnya.

Dari hasil laporan yang ia terima, hari pertama arus mudik di Bandara Juwata Tarakan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Meskipun ada kenaikan, namun jumlahnya tidak telalu banyak. “Sekitar 3 persen dari tahun-tahun yang lalu,” tuturnya.

Ia menargetkan, lonjakan penumpang bisa mencapai 2 ribu sampai 2.500 penumpang per harinya. Dibandingkan hari bisa yang hanya 1.000 sampai 1.500 penumpang setiap hari.

Saat ini jumlah maskapai yang melayani penerbangan di Bandara Juwata Tarakan sebanyak 9 kali. Baik penerbangan komersil maupun perintis yang akan melayani daerah pedalaman. (mrs/rio) 


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 14:13

Beri Kuliah Umum Tak Dilarang

KOMISI Pemihan Umum (KPU) Tarakan telah menetapkan tempat peserta pemilu melakukan kampanye. Oleh karena…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:06

Dua Pamen Bergeser

ROTASI di tubuh Korps Bhayangkara, kembali dilakukan. Sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:02

Batas Malinau-KTT Masih Berpolemik

TANJUNG SELOR – Meski kini telah ditetapkan sebagai daerah otonomi penuh, persoalan batas wilayah…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:59

Aset Pemkot Disulap Jadi Pusat Perdagangan

TARAKAN – Gedung milik Pemkot Tarakan di Jalan Mulawarman, disewakan kepada pihak swasta. Gedung…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:58

Oknum Polisi Malaysia Tertangkap Bawa Miras

TANJUNG SELOR - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia berhasil menangkap dua…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:57

KPU Pastikan Warga Terdaftar

TANJUNG SELOR - Daftar pemilih tetap (DPT) telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Namun, masih…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:09

Anggaran Terbatas, Pengaspalan Tetap Diprogramkan

TANJUNG SELOR - Akses jalan darat menuju wilayah perbatasan ditargetkan pemerintah bisa rampung tahun…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:08

Kotak Suara Akan Dilelang

TARAKAN -  Pada pemilihan presiden dan anggota legislatif tahun depan, kotak suara yang digunakan…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:07

Dua Pendaftar Tak Penuhi Persyaratan

TANJUNG SELOR - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan mencatat pendaftar…

Rabu, 17 Oktober 2018 14:04

Tinjau Jalan Poros Long Bawan Tembus Krayan Selatan

Jalan poros Long Bawan, Kabupaten Malinau, merupakan akses perbatasan yang menghubungkan Kecamatan Krayan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .