MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 09 Juni 2018 12:46
Berstatus Honorer, Hadapi Medan Berat Melayani Masyarakat

Perjuangan Simonalisa, Petugas Medis di Perbatasan Indonesia

PENGABDIAN: Monalisa (kiri) sedang memeriksa kesehatan warga Long Layu, Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan.

PROKAL.CO, Menembus hutan dan mengarungi medan yang sulit, menjadi bagian pekerjaan Simonalisa. Namun, perempuan kelahiran Nunukan, 5 Februari 1992 itu tak pernah mengeluh. Ia ingin berterima kasih kepada kampung halamannya. Dengan cara mengabdi kepada masyarakat. Memberikan pelayanan kesehatan.

 

AGUS PRASETYO, Tanjung Selor

 

MENDAPAT tugas dari Dinas Kesehataan Kabupaten Nunukan untuk menjadi tenaga kesehatan honorer di Kecamatan Krayan bukan menjadi beban bagi gadis lulusan Diploma Keperawatan, Universitas Borneo, Tarakan itu.

Saat diwawancar via telepon, Simonalisa mengungkapkan dirinya yang sudah satu tahun menjadi tenaga kesehatan untuk masyarakat Krayan. Sebagai seorang perawat, tak pernah terlintas di dirinya untuk bisa bertualang hingga ke wilayah pedalaman Bumi Benuanta-sebutan Kaltara- yang hanya bisa diakses menggunakan pesawat itu.

“Semenjak lulus kuliah, saya tak pernah berfikir akan bertugas di Krayan,” ujarnya kepada Bulungan Post, Kamis (7/6).

Dirinya yang mulai tugas di Kecamatan Krayan sejak 20 April 2017, mengaku bahwa Krayan sebenarnya tidak seperti yang banyak dibayangkan banyak orang.

“Waktu saya tahu akan ditugaskan di Krayan, sempat khwatir juga. Apakah di Krayan itu ada jaringan untuk komunikasi nantinya dengan keluarga yang ada di Nunukan? Teryata saya salah, sekarang Krayan sudah lumayan berkembang. Jaringan telepon pun cukup baik lah,” jelasnya.

Tak sampai satu tahun, Simonalisa yang mengabdi selama 14 tenaga kesehatan lainnya di Krayan kini mengaku betah. Sebab, masyarakat di Krayan menyambut ia dan teman-temannya dengan penuh kehangatan. Menjadikan tenaga medis itu bagai bagian dari keluarga.

“Masyarakat di Krayan sangat ramah. Mereka sangat welcome dengan saya dan teman perawat lainya. Bahkan kalau masyarakat tahu kami ada tamu, mereka bergotong royong memasak makanan,” terang perempuan yang karib disapa Mona itu.

Namun, di balik rasa syukurnya dapat mengabdi kepada masyarakat di pedalaman itu, Mona mengaku sedih. Tiba-tiba, di tengah wawancara dengan awak media ini, Mona menangis.

Dirinya mengatakan merasa sedih melihat kondisi fasilitas di Kecamatan Krayan. Terutama untuk di wilayah Krayan Barat yaitu Long Layu.

“Kalau Long Bawan atau biasa yang disebut Krayan Induk fasilitasnya sudah lumayan bagus, tapi tidak dengan Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan. Di sana sangat memprihatinkan. Terutama untuk petugas kesehatan, jumlah sangat terbatas,” ucapnya sembari berusaha menenangkan diri.

Ia menjelaskan, untuk akses jalan dari Long Bawan menuju Long Layu sangat memprihatinkan. “Long Bawan ke Long Umbung sekitar 1 jam. Kemudian Long Umbung ke Long Layu itu sekitar 10 jam berjalan kaki,” ungkapnya.

Jalan yang curam dan berbukit pun menjadi medan yang dilalui dari Long Umbung menuju Long Layu. Belum, lebatnya hutan yang mampu langkah kian berat. Badan lelah. Semangat meredup.

“Tidak bisa menggunakan kendaraan, karena jalan yang dilalui jalan setapak. Berlumpur. Hingga mendaki gunung yang tinggi. Sempat hampir menyerah. Tapi karena penasaran dan demi membantu masyarakat di sana, apa pun rintangannya harus dilalui semua,” tuturnya.

“Kalau masyarakat di sini, karena sudah biasa berjalan kaki bisa menghabiskan waktu hingga 5 jam saja. Tapi kalau orang baru bisa hingga 10 jam,” lanjutnya.

Dengan keterbatasan fasilitas kesehatan dan akses jalan yang sangat menyulitkan, dirinya merasa bangga dengan masyrakat Krayan. Pasalnya tidak pernah mengeluh dengan keterbatasan yang dialami.

“Saya salut dengan kondisi mereka seperti itu. Tidak pernah mengeluh, bahkan untuk berteriak ke pemerintah pun tidak pernah. Mereka mensyukuri di tengah keterbatasan yang ada di kampung. Walaupun saya tahu sebenar nya mereka ingin merasakan kehidupan perkotaan,” bebernya.

Dengan segala keterbatasan tempat dirinya bertugas, Mona mengaku ingin dapat melayani masyarakat Krayan dalam waktu yang lama. Dengan mimpi, suatu saat Krayan dapat lebih maju. Masyarakatnya sehat.

“Tentunya saya ingin memberi fasilitas kesehatan untuk mereka walau dengan peralatan medis yang sederhana. Semoga pemerintah juga bisa coba-coba jalan ke Kecamatan Krayan, melihat kondisi masyarakatnya. Saya berharap lebih Krayan untuk tahun-tahun ke depannya. Tidak ada lagi masyarakat yang harus berjalan kaki berjam-jam hanya untuk berobat ataupun menuju kampung lainya,” tutupnya. (*/rio)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 15:23

Kasus Bayi Terus Dikembangkan, Polisi Sempat Panggil Sejumlah Terduga

TARAKAN – Walaupun masih belum menemukan titik temu, namun Kepolisian tetap optimistis dapat menangkap…

Jumat, 22 Juni 2018 15:09

Empat Pegawai Bolos Kerja

GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie menegaskan akan memberikan sanksi terhadap aparatur sipil…

Jumat, 22 Juni 2018 15:06

Evaluasi Kepadatan Transportasi

TANJUNG SELOR – Arus mudik dan balik Lebaran 2018 diklaim berjalan lancar dan aman. Meski masih…

Kamis, 21 Juni 2018 15:00

Polda Kaltara Terima Helikopter

TANJUNG SELOR - Untuk menunjang kinerja Polda Kaltara, Markas Besar Polisi RI (Mabes Polri) memberikan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:49

Jalur Udara Pun Penuh

MASA libur panjang Hari Raya Idulfitri berakhir kemarin (20/6). Para pekerja sudah harus kembali ke…

Kamis, 21 Juni 2018 14:46

Transportasi Air Masih Primadona

TANJUNG SELOR – Transportasi air masih menjadi primadona bagi masyarakat Bumi Benuanta-sebutan…

Jumat, 15 Juni 2018 08:57

Ribuan Umat Islam Padati Baitul Izzah

TARAKAN - Cuaca mendung yang sempat menyelimuti langit di Kota Tarakan pada Jumat (15/6), tidak menghentikan…

Jumat, 15 Juni 2018 08:48

Bruaaak, Dua Motor Berhantaman, 1 Remaja Tewas 2 Kritis

TARAKAN - Kecelakaan kembali terjadi di Kota Tarakan pada Jumat (15/6) sekira pukul 00.30 Wita, tepatnya…

Kamis, 14 Juni 2018 22:08
BREAKING NEWS

Pawai Takbir Dimeriahkan Kendaraan Hias

TANJUNG SELOR - Pawai mobil hias bernuansa religi meramaikan malam takbiran menyambut 1 Syawal 1439…

Kamis, 14 Juni 2018 15:09
BREAKING NEWS

Lebaran, Berpotensi Cuaca Buruk

TARAKAN - Gelombang di perairan laut Tarakan, Kamis (14/6) pagi, dipantau cukup tinggi. Kondisi ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .