MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 09 Juni 2018 12:46
Berstatus Honorer, Hadapi Medan Berat Melayani Masyarakat

Perjuangan Simonalisa, Petugas Medis di Perbatasan Indonesia

PENGABDIAN: Monalisa (kiri) sedang memeriksa kesehatan warga Long Layu, Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan.

PROKAL.CO, Menembus hutan dan mengarungi medan yang sulit, menjadi bagian pekerjaan Simonalisa. Namun, perempuan kelahiran Nunukan, 5 Februari 1992 itu tak pernah mengeluh. Ia ingin berterima kasih kepada kampung halamannya. Dengan cara mengabdi kepada masyarakat. Memberikan pelayanan kesehatan.

 

AGUS PRASETYO, Tanjung Selor

 

MENDAPAT tugas dari Dinas Kesehataan Kabupaten Nunukan untuk menjadi tenaga kesehatan honorer di Kecamatan Krayan bukan menjadi beban bagi gadis lulusan Diploma Keperawatan, Universitas Borneo, Tarakan itu.

Saat diwawancar via telepon, Simonalisa mengungkapkan dirinya yang sudah satu tahun menjadi tenaga kesehatan untuk masyarakat Krayan. Sebagai seorang perawat, tak pernah terlintas di dirinya untuk bisa bertualang hingga ke wilayah pedalaman Bumi Benuanta-sebutan Kaltara- yang hanya bisa diakses menggunakan pesawat itu.

“Semenjak lulus kuliah, saya tak pernah berfikir akan bertugas di Krayan,” ujarnya kepada Bulungan Post, Kamis (7/6).

Dirinya yang mulai tugas di Kecamatan Krayan sejak 20 April 2017, mengaku bahwa Krayan sebenarnya tidak seperti yang banyak dibayangkan banyak orang.

“Waktu saya tahu akan ditugaskan di Krayan, sempat khwatir juga. Apakah di Krayan itu ada jaringan untuk komunikasi nantinya dengan keluarga yang ada di Nunukan? Teryata saya salah, sekarang Krayan sudah lumayan berkembang. Jaringan telepon pun cukup baik lah,” jelasnya.

Tak sampai satu tahun, Simonalisa yang mengabdi selama 14 tenaga kesehatan lainnya di Krayan kini mengaku betah. Sebab, masyarakat di Krayan menyambut ia dan teman-temannya dengan penuh kehangatan. Menjadikan tenaga medis itu bagai bagian dari keluarga.

“Masyarakat di Krayan sangat ramah. Mereka sangat welcome dengan saya dan teman perawat lainya. Bahkan kalau masyarakat tahu kami ada tamu, mereka bergotong royong memasak makanan,” terang perempuan yang karib disapa Mona itu.

Namun, di balik rasa syukurnya dapat mengabdi kepada masyarakat di pedalaman itu, Mona mengaku sedih. Tiba-tiba, di tengah wawancara dengan awak media ini, Mona menangis.

Dirinya mengatakan merasa sedih melihat kondisi fasilitas di Kecamatan Krayan. Terutama untuk di wilayah Krayan Barat yaitu Long Layu.

“Kalau Long Bawan atau biasa yang disebut Krayan Induk fasilitasnya sudah lumayan bagus, tapi tidak dengan Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan. Di sana sangat memprihatinkan. Terutama untuk petugas kesehatan, jumlah sangat terbatas,” ucapnya sembari berusaha menenangkan diri.

Ia menjelaskan, untuk akses jalan dari Long Bawan menuju Long Layu sangat memprihatinkan. “Long Bawan ke Long Umbung sekitar 1 jam. Kemudian Long Umbung ke Long Layu itu sekitar 10 jam berjalan kaki,” ungkapnya.

Jalan yang curam dan berbukit pun menjadi medan yang dilalui dari Long Umbung menuju Long Layu. Belum, lebatnya hutan yang mampu langkah kian berat. Badan lelah. Semangat meredup.

“Tidak bisa menggunakan kendaraan, karena jalan yang dilalui jalan setapak. Berlumpur. Hingga mendaki gunung yang tinggi. Sempat hampir menyerah. Tapi karena penasaran dan demi membantu masyarakat di sana, apa pun rintangannya harus dilalui semua,” tuturnya.

“Kalau masyarakat di sini, karena sudah biasa berjalan kaki bisa menghabiskan waktu hingga 5 jam saja. Tapi kalau orang baru bisa hingga 10 jam,” lanjutnya.

Dengan keterbatasan fasilitas kesehatan dan akses jalan yang sangat menyulitkan, dirinya merasa bangga dengan masyrakat Krayan. Pasalnya tidak pernah mengeluh dengan keterbatasan yang dialami.

“Saya salut dengan kondisi mereka seperti itu. Tidak pernah mengeluh, bahkan untuk berteriak ke pemerintah pun tidak pernah. Mereka mensyukuri di tengah keterbatasan yang ada di kampung. Walaupun saya tahu sebenar nya mereka ingin merasakan kehidupan perkotaan,” bebernya.

Dengan segala keterbatasan tempat dirinya bertugas, Mona mengaku ingin dapat melayani masyarakat Krayan dalam waktu yang lama. Dengan mimpi, suatu saat Krayan dapat lebih maju. Masyarakatnya sehat.

“Tentunya saya ingin memberi fasilitas kesehatan untuk mereka walau dengan peralatan medis yang sederhana. Semoga pemerintah juga bisa coba-coba jalan ke Kecamatan Krayan, melihat kondisi masyarakatnya. Saya berharap lebih Krayan untuk tahun-tahun ke depannya. Tidak ada lagi masyarakat yang harus berjalan kaki berjam-jam hanya untuk berobat ataupun menuju kampung lainya,” tutupnya. (*/rio)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 14:45

Berkas Laka Speedboat Belum Lengkap

BERKAS kasus kecelakaan laut Speedboat Harapan Baru, belum sepenuhnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:43

Capaian Imunisasi MR 21,68 Persen

TANJUNG SELOR - Meski pemberian vaksin Measles Rubella (MR) masih menuai pro kontra di kalangan masyarakat…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:39

Sertifikasi Halal sambil Jalan

PRO dan kontra yang terjadi akibat vaksin imunisasi Measles Rubella (MR) menimbulkan keresahan bagi…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:51

Satu Kepala OPD Terjaring Razia Satpol PP

TANJUNG SELOR – Penekanan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie agar PNS maupun pegawai tidak tetap…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:44

Rekrutmen CPNS Tunggu Kepastian Pusat

MASYARAKAT Tarakan masih harus bersabar untuk bisa mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).…

Senin, 13 Agustus 2018 16:01

Kurir Bawa Sabu 1 Kg

TANJUNG SELOR – Kawasan perbatasan di Kabupaten Nunukan masih menjadi pintu masuk bagi para bandar…

Senin, 13 Agustus 2018 14:05

NAH KAN, KASUSSS..!! Sejumlah Pejabat KTT Diperiksa

TANA TIDUNG – Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim)…

Minggu, 12 Agustus 2018 15:22

Mahasiswa Diminta Ciptakan Penelitian Baru

TUGAS terberat bagi lembaga perguruan tinggi, salah satunya mampu menciptakan penelitian baru setiap…

Minggu, 12 Agustus 2018 15:19

Buka Lahan, Dilarang Dibakar

TANJUNG SELOR - Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik…

Sabtu, 11 Agustus 2018 14:51

Proyek Bikin Pipa PDAM Bocor

TARAKAN - Berlanjutnya proyek pembangunan pengendalian banjir di Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .