MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 07 Juni 2018 15:14
Pertamina Bantah BBM Langka, Lalu Kenapa Terus Antre?

Antrean Diduga karena Pengetap

SALAHKAN PENGETAP: Antrean kendaraan yang terjadi beberapa hari lalu di SPBU Gunung Lingkas.

PROKAL.CO, TARAKAN – Antrean panjang yang terjadi pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tarakan, dibantah PT Pertamina (persero) karena Bahan Bakar Minyak (BBM) langka.

Junior Sales Executive Retail III PT Pertamina Tarakan Imam Bukhari mengatakan jika pasokan BBM lancar saja. Bahkan menjelang Lebaran pihaknya menambah pasokan BBM.

“Jika ada yang bilang antrian panjang akibat Premium langka itu salah. Biasanya kita kucurkan 20 hingga 25 ton setiap harinya kini menjelang Lebaran kita naikan jadi 30 bahkan ada yang 40 ton per hari,” katanya kepada Bulungan Post, Rabu (6/6).

Karena menurutnya, yang membuat antrean terlihat panjang di SPBU adalah para pengetap. Meski demikian, pihaknya tidak dapat melarang aktivitas pengetap tersebut. Sebab, status pengetap juga sebagai konsumen. Kekosongan regulasi membuat PT Pertamina pun tidak bisa bertindak.

“Para pengetap mengisi BBM di tangkinya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jelas kita tidak punya wewenang untuk menindaknya,” ujarnya.

Menurutnya tidak mungkin jika pihaknya harus memeriksa satu per satu kendaraan roda dua maupun roda empat yang diduga menjadi pengetap. Sebab jika harus melayani sambil melakukan pemeriksaan akan membuat antrean menjadi semakin panjang.

Pasalnya Pertamina hanya bertugas menyediakan dan menyalurkan BBM. Jika ditambah dengan mengawasi satu per satu pengetap tentu pihaknya akan kewalahan. Maka dari itu Imam berharap adanya bantuan dari instansi terkait.

“Kasihan masyarakat saja. Saya tidak bisa berkomentar lebih jauh karena bukan kewenangan kami. Dan harusnya instansi terkait lebih berkoordinasi untuk mengawasi para pengetap. Kami hanya menyalurkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Saat ditanyakan mengenai beberapa pengendara yang terlihat mengisi BBM menggunakan jerikan pihaknya membantah hal tersebut dibiarkan. Pasalnya untuk BBM non subsidi jenis Pertalite dan Pertamax bebas untuk dibelanjakan berapapun namun tetap harus sesuai aturan.

“Kalau untuk Pertalite dan Pertamax termasuk dalam non subsidi, jadi tidak apa-apa. Tetapi tetap harus sesuai dengan aturan. Yang tidak boleh itu yang masuk ke dalam subsidi seperti jenis Premium dan Solar,” jelasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 15:43

Ribuan Massa Hadiri Kampanye Akbar Pasangan OKE

TARAKAN – Rapat umum terbuka atau kampanye akbar pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota…

Jumat, 22 Juni 2018 15:08

Pemkot Tarakan Bersikap Tegas, Beri Sanksi Dua ASN Terlibat Politik

TARAKAN - Hari pertama masuk kerja pascacuti bersama, Kamis (21/6), Pemerintah Kota Tarakan langsung  menjatuhkan…

Kamis, 21 Juni 2018 15:13

Jalan di Perumahan PNS Rusak

TARAKAN – Pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terutama soal infrastruktur masih…

Kamis, 21 Juni 2018 14:58

DEBAT KURANG GEREGET, KPU Tarakan Beralasan Minim Anggaran

TARAKAN – Debat kandidat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan telah berlangsung di Kayan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:51

Sidak Hari Pertama Kerja

DALAM rangka mengawasi kinerja aparatur sipil negara (ASN), Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan…

Kamis, 14 Juni 2018 14:23

Motoris Negatif Gunakan Narkoba, Penyebab Kecelakaan Speedboat Masih Diselidiki

TARAKAN – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan mulai memeriksa saksi-saksi…

Rabu, 13 Juni 2018 15:31

DPT Bertambah, Jadi 133.345 Pemilih

PERUBAHAN jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan dilakukan…

Selasa, 12 Juni 2018 15:07

KPU dan Tim Sepakat di Taman Berkampung

TARAKAN – Lokasi rapat umum terbuka atau kampanye telah disepakati antara Komisi Pemilihan Umum…

Selasa, 12 Juni 2018 15:06

Warga Kurang Aktif

PANITIA Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Tarakan sudah memproses tujuh kasus terkait dugaan pelanggaran…

Senin, 11 Juni 2018 14:59

Asri Santosa: Maskapai dan Agen Taat Aturan

MENINDAKLANJUTI dugaan kenaikan harga tiket pesawat, stakeholder melakukan inspeksi mendadak (sidak)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .