MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 05 Juni 2018 15:56
Ingin Bahagiakan Orangtua, Lulus SMA Target Hafal 30 Juz

Penghafal Alquran di Kaltara: Muhammad Reffi dan Muhammad Arrafi (3-habis)

HAFIZ: Muhammad Reffi (kanan) dan Muhammad Arrafi (kiri) bersama ayahnya, Muhammad Reza.

PROKAL.CO, Muhammad Reffi dan Muhammad Arrafi memanfaatkan hari-harinya dengan memperdalam ilmu agama di pondok pesantren. Keduanya pun punya keinginan, kelak menjadi hafiz.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

MUHAMMAD Reffi dan Muhammad Arrafi tampak ceria saat menghadiri kegiatan di Masjid Al-Maarif, Ahad (3/6) pagi. Mengenakan gamis dan kopiah berwarna putih, putera pasangan Muhammad Reza dan Darsi ini berbahagia, karena akan diwisuda atas kesuksesan mereka yang mampu menghafal beberapa juz Alquran. 

Di usia 14 tahun, Reffi sudah hafal hingga 5 juz. Adiknya, Arrafi yang berusia 12 tahun, juga telah mampu menghafal hingga 4 juz. Kesuksesan itu berkat niat dan ketekunan mereka menimba ilmu agama di sebuah pondok pesantren di Jakarta. Setelah lulus dari SD di Tarakan, mereka memutuskan hijrah ke ibu kota negara untuk belajar agama.

“Yang kakak duluan (ke Jakarta, Red), 2016. Berarti 2 tahun sudah hafal 5 juz. Yang adik itu masuk 2017. Satu tahun sudah dapat 4 juz,” ujar Muhammad Reza, ayah Reffi dan Arrafi, kemarin.

Keinginan kedua anaknya masuk di pondok pesantren, menurut Reza, bukan sekadar atas kemauan orangtua agar sang anak menjadi generasi penerus yang memiliki akhlak bagus. Tapi, juga dilandaskan kemauan sendiri kedua anaknya.

“Waktu masih SD kan nakalnya enggak ketulungan. Melihat teman-teman yang kakak-kakaknya pulang dari pondok, ternyata perilakunya beda, bisa ceramah di masjid, bisa jadi imam, baru SMP. Itu yang mendorong mereka untuk masuk di pesantren,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai wartawan ini.

Melihat kemauan putranya yang cukup besar, Reza menyelaraskannya dengan mencari sekolah agama yang memiliki nilai plus. Tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tapi juga seimbang ilmu pengetahuan umumnya. Sehingga, dipilihlah sebuah pondok pesantren di bawah naungan Ustaz Yusuf Mansyur. 

Reza mengaku pernah melihat sendiri bagaimana anak-anaknya ditempa ilmu agama, terutama dalam menjadi generasi penghafal Alquran. “Waktu saya berkunjung ke sana, memang saya lihat pagi mereka belajar seperti biasa, siangnya mereka menghafal (Alquran).  Malamnya mereka tes menghafal hafalan tadi siang. Misalnya, tadi siang dia menghafal surah Al-Baqarah ayat 1-5, malamnya langsung dites, hafal betul apa tidak. Jadi, setiap hari harus ada ayat yang dihafal,” bebernya.

Modal menghafal Alquran yang disempurnakan dengan bacaan tajwid yang benar, membuat keduanya punya potensi untuk menjadi penceramah dan imam. Bahkan, Reza mengaku anaknya Muhammad Arrafi sering dipercaya masyarakat untuk tampil menjadi imam di masjid sekitar rumahnya.

Dalam sikap dan tutur kata anak-anaknya, Reza juga melihat ada perubahan berarti. Keduanya sudah jarang mengungkapkan kata-kata kasar kepada siapa pun, termasuk teman-teman mereka. Lebih banyak mengandung nasihat.

Terlepas kemampuan yang mereka dapatkan selama menimba ilmu di pondok pesantren tersebut, masa kecil Muhammad Reffi dan Muhammad Arrafi memang tidak lepas dari belajar Alquran.

Selain mengenyam pendidikan di bangku SD, keduanya juga dititip belajar Alquran di salah satu rumah tahfizh di Tarakan yang memiliki metode tersendiri untuk memudahkan dalam membaca dan menghafal ayat-ayat suci Alquran.

“Alhamdulillah diberikan kemudahan oleh Allah SWT untuk menghafal ayat suci Alquran,” ujarnya dengan wajah berseri.

Melihat kemampuan anak-anaknya yang sudah bisa menghafal Alquran, besar harapan Reza kedua anaknya dapat melanjutkan pendidikan di pondok pesantren tersebut hingga ke level jenjang tertinggi. Hingga menyelesaikan pendidikan setingkat SMP di pondok pesantren tersebut, keduanya ditargetkan bisa menghafal hingga 15 juz. Sementara, sisanya akan dilanjutkan saat melanjutkan ke jenjang setingkat SMA di pondok tersebut.

“Sehingga kelas 3 SMA insya Allah harus dapat 30 juz,” sebutnya.   

Dengan metode yang sudah didapatkan di pondok pesantren tersebut, Muhammad Reffi mengaku tidak merasa sulit menjadi penghafal Alquran. “Baca-baca doang. Ulang-ulangi setiap hari,” kata Reffi.

Menurutnya, setiap hari kegiatan menghafal Alquran sudah dimulai jam 5 subuh sampai pukul 7 pagi. Dilanjutkan jam 4 sampai jam 5 sore hari, dengan target harus bisa menghafal setengah juz setiap harinya.

Reffi pun tidak berkeinginan yang muluk-muluk dalam menjadi seorang penghafal Alquran. Selain untuk dirinya sendiri, ia hanya ingin membahagiakan kedua orangtuanya. “Biar bisa kasih syafaat dan rumah kepada orangtua di surga,” harapnya.

Reffi juga berniat untuk terus melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren tersebut sampai lulus setingkat SMA. Ia menargetkan bisa menjadi hafiz yang mampu menghafal hingga 30 juz. (*/fen)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 13:42

Tak Keberatan Dilibatkan Bahas APBD

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan masih fokus membahas rancangan anggaran pendapatan dan belanja…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:39

Akses ke Perbatasan Terhubung

MALINAU - Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, terus digalakkan.…

Senin, 15 Oktober 2018 00:11

Tak Terima, Laporkan

SELAIN baliho, spanduk atau poster, peserta pemilu juga diperbolehkan memasang stiker di tempat-tempat…

Senin, 15 Oktober 2018 00:10

Masih Mangkrak, Pembangunan GOR Tak Ada Kejelasan

TARAKAN – Hingga menjelang berakhirnya masa jabatan Wali Kota Tarakan Sofian Raga, pembangunan…

Senin, 15 Oktober 2018 00:09

Fokus Perbaikan Jalan Berlubang

MALINAU - Pengerjaan jalan nasional untuk wilayah perbatasan Malinau hingga ke Sungai Ular, Kabupaten…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:25

Begini Usaha Mempermudah Urusan TKI

SEBAGAI pintu gerbang keluar masuknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencoba peruntungan di negeri…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:24

Terduga Perompak ‘Dihadiahi’ Timah Panas

TANJUNG SELOR – Personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) Nunukan bersama Satuan Tugas (Satgas)…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:23

Terkesan Inovasi Warga Nunukan

GUBERNUR Kaltara Irianto Lambrie mengapresiasi pembangunan Warung Keamanan dan Ketertiban Masyarakat…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:18

Sempat Ditolak, Berkas Akhirnya Diverifikasi

TANJUNG SELOR – Perjuangan pendaftar CPNS Pemkab Bulungan yang berkasnya sempat ditolak untuk…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:15

Banyak Warga Belum Mengerti

SEBANYAK 30 persen warga Kabupaten Bulungan belum terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan di Badan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .