MANAGED BY:
SENIN
15 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Minggu, 03 Juni 2018 16:32
Jembatan Udara Berguna Pasarkan Produk Perbatasan

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Tahun ini, Kalimantan Utara mendapatkan program jembatan udara dari pemerintah pusat. Program ini bertujuan untuk mendistribusikan barang kebutuhan pokok masyarakat di wilayah perbatasan, pedalaman dan wilayah terluar.

Diharapkan program ini mampu menekan disparitas harga kebutuhan pokok antara wilayah perkota dengan perbatasan juga pedalaman. Selain distribusi barang, jembatan udara juga bisa dimanfaatkan warga pedalaman dan perbatasan untuk memasarkan produk lokal masyarakat setempat.

Kepala Bidang Perhubungan Udara dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Andi Nasuha mengatakan, hal itu bisa dilakukan untuk mengangkut produk perbatasan ke daerah lain di Kaltara. Namun, untuk bisa menjadi fasilitas distribusi produk perbatasan lewat jembatan udara, dibutuhkan payung hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

“Sebenarnya jembatan udara dimungkinkan untuk mendistribusikan produk dari perbatasan untuk dijual melalui Tarakan. Karena, selama ini pesawat juga dalam keadaan kosong ketika kembali dari perbatasan ke Tarakan,” ungkap Andi, beberapa waktu lalu.

Untuk bisa menjalankan jembatan udara sebagai distribusi produk perbatasan, Andi menyebut harus berkoordinasi dengan instansi terkait. Antara lain Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Bandara Juwata Tarakan. “Saya belum mendapat informasi lanjutan bagaimana aturannya, sehingga butuh menjalin komunikasi di antara instansi terkait,” ujarnya.

Jika sudah ada kejelasan aturannya, jembatan udara ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat di perbatasan. Pasalnya, biaya distribusi produk bisa ditekan melalui jembatan udara dan mampu mendukung kegiatan promosi.

“Kita kan punya sumber daya yang bisa dikirim dari perbatasan. Dengan adanya jembatan udara, diharapkan dapat menyelaraskan antara produksi dan pemasarannya. Jadi, ada timbal balik yang saling menguntungkan,” terangnya.

Dishub Kaltara, kata Andi, terus mendorong pemerintah untuk memprioritaskan Kaltara bisa segera mandiri. Sehingga, ke depan, Kaltara tidak lagi ketergantungan dengan subsidi untuk distribusi barang. Salah satunya adalah mendorong untuk dilakukan pengembangan bandara yang ada di Kaltara.

Apalagi, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjanjikan akan memberikan anggaran Rp 1 triliun untuk pengembangan sektor perhubungan di Kaltara. (rus/rio)


BACA JUGA

Minggu, 30 September 2018 16:44

Jamin SOA Barang Tak Dimonopoli

TANJUNG SELOR – Tingginya harga barang di daerah perbatasan, menjadi perhatian serius Pemprov…

Jumat, 28 September 2018 16:04

Pelaku Usaha Wajib Miliki NIB

TANJUNG SELOR - Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi…

Jumat, 28 September 2018 15:47

Harga Sewa Terlalu Mahal, Investor Mundur Kelola Pabrik Rumput Laut

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan terus berupaya memfungsikan pabrik…

Rabu, 26 September 2018 14:59

ADUH..!! 80 Persen Kebutuhan Warga Masih dari Malaysia

TANJUNG SELOR – Banyaknya barang-barang dari Malaysia yang beredar di daerah perbatasan Kalimantan…

Senin, 24 September 2018 16:39

Pendapatan Tergerus Pembangunan Infrastruktur

TANJUNG SELOR – Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan oleh pemerintah, memiliki…

Rabu, 19 September 2018 14:59

Irau Malinau Tempat Promosi Produk UMKM

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terus mempersiapkan event Irau ke-9 yang akan…

Rabu, 19 September 2018 14:30

Penggunaan Ringgit di Sebatik Menurun

PENGUNAAN mata uang asing berupa ringgit Malaysia, masih jadi permasalahan di wilayah perbatasan Kaltara,…

Selasa, 18 September 2018 14:38

Kube untuk Masyarakat Miskin

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mempunyai program berupa Kelompok Usaha Bersama (Kube) untuk membedayakan…

Senin, 17 September 2018 17:27

Pengecer Tak Boleh Berjualan Elpiji Melon

TANJUNG SELOR – Penjualan elpiji 3 kilogram (kg) sepertinya terus menjadi masalah. Selain ketersediannya…

Senin, 17 September 2018 17:06

PDRB Per Kapita Terus Meningkat

SALAH satu indikator tingkat kemakmuran penduduk di suatu daerah atau wilayah dapat dilihat dari nilai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .