MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 30 Mei 2018 13:47
KSOP Tarakan Kumpulkan Keterangan

Terkait Kecelakaan Speedboat Harapan Baru Express

EVALUASI: Petugas KSOP Tarakan menyita life jaket tidak layak pakai dari beberapa speedboat reguler, Selasa (29/5).

PROKAL.CO, TARAKAN – Pascamusibah kecelakaan speedboat SB Harapan Baru Expres yang menewaskan 5 orang pada Selasa pekan lalu (22/5), Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan telah melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab kecelakaan.

Namun, hingga sepekan mengumpulkan data dan keterangan, KSOP Tarakan belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan. Disebabkan, motoris belum bisa dimintai keterangan karena sakit. Sang motoris hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Petugas baru memeriksa anak buah kapal (ABK) speedboat saja.

“Sementara hanya baru kami periksa satu,” ujar  Kepala KSOP Tarakan Letkol Marinir Abdul Rahman, melalui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Partroli Syaharuddin kepada Bulungan Post, Selasa (29/5).

Menurut Syaharuddin, berdasarkan aturan, pihaknya memang tidak bisa melakukan pemanggilan jika kondisi orang yang akan dimintai keterangan tidak mendukung.

Namun, Syaharuddin mengaku, sang motoris tidak memiliki catatan buruk di KSOP Tarakan. Hanya saja bagaimana pribadinya sehari-hari, ia menyerahkan kepala pemilik kapal yang dianggap lebih mengetahui hal itu.

Selain menunggu keterangan dari motoris, pihaknya juga masih membutuhkan keterangan dari salah satu korban selamat yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut. Namun, pemanggilan belum bisa dilakukan karena terkendala alamat saksi yang belum diketahui.

“Ketika belum dikonfirmasi semuanya untuk dijadikan suatu narasi atau resume. Kami belum bisa memutuskan bahwa apakah itu memang murni yang bekaitan dengan kelalaian profesi, tindakan sebagai motoris ketika membawa kapal. Sehingga kapal itu bisa dibawa dengan aman dan lancar,” beber Syaharuddin.

Di sisi lain, Syaharuddin juga menilai jumlah penumpang masih seusai dengan kemampuan angkut kapal. Data yang diperolehnya, jumlah penumpang dewasa sebanyak 28 orang ditambah penumpang anak-anak 4 orang. Sementara kapasitas angkut penumpang 38 orang.

Syaharuddin menegaskan, investigasi yang dilakukan pihaknya hanya menyangkut profesi motoris. Jika ditemukan kelalaian profesi, sanksinya bisa sampai pencabutan sertifikat berlayar dan tidak diizinkan membawa kapal selama kurun waktu tertentu.

Sanksi seperti itu sudah pernah diberikan kepada motoris lainnya dari kecelakaan-kecelakaan yang sudah terjadi. Itu merupakan bentuk pembinaan sekaligus memberikan efek jera dan peringatan agar senantiasa berhati-hati saat melakukan pelayaran.

“Kami juga tidak pernah berhenti menanyakan kondisi motoris. Apakah sehat, kondisi kapalnya bagaimana, dan mereka juga mengatakan iya. Namun terlepas dari itu kami juga mengharapkan bahwa tetap hati-hati, jangan ugal-ugalan, seolah-olah menganggap lautan itu alam kita sehingga mengabaikan keselamatan,” tuturnya.    

Terkait bangkai speedboat, Syaharuddin mengungkapkan hingga kini, masih berada di tempat kejadian perkara (TKP). Ia sendiri tidak mengetahui persis alasan pemilik belum melakukan evakuasi. Yang diselamatkan hanya mesin kapal karena dikhawatirkan hilang jika masih berada di TKP.

Sementara itu, dalam upaya keselamatan pelayaran, KSOP Kelas III Tarakan juga terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada motoris dan ABK yang akan berlayar.

Seperti yang tampak pada Selasa pagi (29/5), tampak petugas memeriksa kelengkapan alat keselamatan pelayaran terhadap spedboat reguler. Seperti life buoy atau pelampung penolong. Bahkan, petugas juga meminta ABK melakukan simulasi penggunaannya.  

“Bagaimana kesiapan si motoris ketia ada emergency. Dalam hal ini untuk melepaskan alat life buoy itu untuk menolong orang. Jadi tadi imbauan saya kepada beberapa speedboat yang sempat diperiksa bahwa life buoy itu jangan diikat mati dengan alasan takut terbang atau takut hilang. Makanya difungsikan awak kapal untuk menjaga kapalnya,” ujar Syaharuddin.

Selain life buoy, petugas juga mengimbau tentang tata cara penyusunan muatan yang baik untuk menjaga stabilitas kapal serta memeriksa life jacket. Dari beberapa kapal yang diperiksa, pihaknya menyita beberapa life jacket yang tidak layak pakai.

“Beberapa life jacket yang memang sudah tidak layak lagi digunakan, kami amankan. Bahwa memang itu tidak layak dan saya sarankan pada pemilik speedboat untuk segera menggantinya,” pungkas Syaharuddin. (mrs/rio)


BACA JUGA

Minggu, 24 Juni 2018 14:42

Target Seribu Pecandu Narkoba Direhabilitasi

TANJUNG SELOR - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kaltara mempunyai program seribu korban…

Minggu, 24 Juni 2018 14:32

Dikenal sebagai Politisi Perempuan yang Aktif

TANJUNG SELOR – Chairiah, 54 tahun, istri dari mantan Bupati Bulungan, Budiman Arifin meninggal…

Minggu, 24 Juni 2018 14:29

Bantu Ibu Berjualan, Ingin Masuk MTsN

"Saya tahu susahnya orangtua untuk menyekolahkan saya," kata Aldo Rivaldhy. Kalimat itu terucap dari…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:53

Proses Seleksi Sekprov Independen

TANJUNG SELOR – Untuk proses pendaftaran calon pejabat madya di lingkup Pemprov Kaltara beberapa…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:51

Jalur Keluarga Miskin Paling Diminati

TARAKAN — Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:43

Keterbatasan Anggaran Jadi Penyebab Kesulitan Perbaiki Jalan Penghubung Tiga Desa

TANJUNG SELOR - Jalan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan yang rusak…

Jumat, 22 Juni 2018 15:23

Kasus Bayi Terus Dikembangkan, Polisi Sempat Panggil Sejumlah Terduga

TARAKAN – Walaupun masih belum menemukan titik temu, namun Kepolisian tetap optimistis dapat menangkap…

Jumat, 22 Juni 2018 15:09

Empat Pegawai Bolos Kerja

GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie menegaskan akan memberikan sanksi terhadap aparatur sipil…

Jumat, 22 Juni 2018 15:06

Evaluasi Kepadatan Transportasi

TANJUNG SELOR – Arus mudik dan balik Lebaran 2018 diklaim berjalan lancar dan aman. Meski masih…

Kamis, 21 Juni 2018 15:00

Polda Kaltara Terima Helikopter

TANJUNG SELOR - Untuk menunjang kinerja Polda Kaltara, Markas Besar Polisi RI (Mabes Polri) memberikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .