MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Selasa, 29 Mei 2018 14:23
Paling Lambat H-7
Ilustrasi

PROKAL.CO, SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan perusahaan atau pengusaha untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) keagamaan bagi pekerja.

Instruksi tersebut juga sudah disampaikan Menteri Ketenagakerjaan melalui surat edaran nomor: 2/2018 tentang pembayaran THR keagamaan.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tarakan, Hanto Bismoko mengungkapkan, sesuai surat edaran tersebut, THR keagamaan harus dibayarkan paling lambat seminggu sebelum Lebaran.

Dalam surat edaran tersebut, pembayaran THR keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus atau lebih. Juga bagi pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Adapun besaran THR, menurut Hanto Bismoko, bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih diberikan sebesar 1 bulan upah. Pekerja yang memenuhi masa kerja satu bulan terus-menerus hanya mendapatkan THR secara proporsional dengan hitung-hitungan yang sudah ditentukan pemerintah.

“Dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 dikali 1 bulan upah,” jelasnya terkait pembayaran THR bagi pekerja yang baru 1 bulan atau lebih.

Tidak hanya dua kriteria pekerja itu saja, dalam surat edaran tersebut, pekerja yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja (kontrak) ataupun harian lepas, juga mendapatkan THR.

Dimana pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. Sedangkan bagi pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima setiap bulan selama masa kerja.

Bagi perusahaan yang telah menetapkan besaran nilai THR keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama atau kebiasaan lebih besar dari nilai THR kegamaan, maka THR yang dibayarkan kepada pekerja atau buruh sesuai dengan perjanjian tersebut.

Menurut Hanto, surat edaran tersebut sudah didistribusikan pihaknya kepada seluruh perusahaan maupun pengusaha. Pihaknya pun membuka diri jika ada pekerja yang keberatan terhadap pembayaran THR.

“Pokoknya seluruh perusahaan wajib. Ya, silakan lapor saja ke sini (Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian). Nanti ada pengawas yang akan menindaklanjuti. Asal ada laporan,” ujarnya.

Sementara itu, selain surat edaran pembayaran THR keagamaan, pemerintah juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk pelaksanaan cuti bersama. Berdasarkan surat edaran yang diterima pihaknya, cuti bersama bagi karyawan perusahaan bersifat fluktuatif atau pilihan, sesuai kesepatakan antara pengusaha dengan pekerja atau serikat pekerja. Sebab, perusahaan juga butuh waktu untuk bekerja.

“Jadi, tidak harus 7 hari juga (cuti bersama PNS). Bisa dimusyawarahkan, mungkin bisa turun dari itu, mungkin bisa 5 hari, tergantunglah kesepakatan,” ujarnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 14:37

Harus Fokus untuk Capai RPJMD

TANJUNG SELOR – Defisit anggaran yang melanda kabupaten/kota di Kalimantan Utara, turut berdampak…

Senin, 22 Oktober 2018 13:21

Programkan Sekolah Berasrama di Perbatasan

TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara memiliki kewenangan untuk tingkat…

Senin, 22 Oktober 2018 13:17

Dua Lapter Diusulkan ke Pusat

TANJUNG SELOR - Setelah menunggu verifikasi dari otoritas bandara, lapangan terbang di Long Layu dan…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:19

Penderita ISPA Mencapai 9.828 Orang

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan Bulungan mencatat 10 penyakit paling banyak diderita warga, baik…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:10

POPM Masih 72 Persen

TANJUNG SELOR – Pemberian obat pencegaha massal (POPM) kaki gajah atau filariasis yang dimulai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:23

30 Persen Balita Pendek di Daerah Tertinggal

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang Sosial, Budaya dan Pemerintahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:54

Pasar Jelarai Ditarget Awal 2019

TANJUNG SELOR – Pasar tradisional yang dibangun di Desa Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan,…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:40

Investasi Berdampak ke PAD

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:24

Target Imunisasi MR Tersisa 13 Persen

TANJUNG SELOR – Upaya merealisasikan target pemberian imunisasi atau vaksin measles rubella (MR),…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:22

Ubah Stigma Penderita HIV/AIDS

TANJUNG SELOR - Kasus Human Immunodeficiency virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .