MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 26 Mei 2018 14:23
Kubur Harapan untuk Melihat Sang Putri Menikah

Curhatan Husein Amir, Ayah dari Korban Speedboat SB Harapan Baru Express

DIPANGGIL DULUAN: Jenazah Novita Lestari saat dievakuasi di pelabuhan sdf Tarakan menuju RSUD tarakan

PROKAL.CO, Rezeki, jodoh dan maut di tangan tuhan. Tidak ada yang datang lebih dulu. Hal itu yang dialami Novita Lestari, salah seorang korban speedboat SB Harapan Baru Express yang meninggal dunia.

 

ADE JULIAN NUR, Tarakan

 

RAUT wajah  para penguni rumah di Jalan Yos Sudarso RT 18 Nomor 04, Kelurahan Selumit Pantai tampak berbeda dari biasanya. Pun dengan aktivitas di rumah dari Novita Lestari itu.

Apabila harinya terdengar suara televisi. Beberapa hari terakhir, hanya terdengar suara obrolan keluarga. Jumat (25/5) kemarin, sejumlah keluarga sedang sibuk menyiapkan makanan untuk tahlilan hari ketiga sejak meninggalnya Novita.

Dari kesibukan masak-memasak itu, seorang lelaki paro baya sedang duduk melamun sendirian. Lelaki tersebut adalah Husein Amir. Ayah kandung Novita.

Kepada awak media ini, pria berkacama itu bercerita soal sang putri sulungnya. Ia merasa adalah orang paling kehilangan dari kepergian sang buah hati.

Pasalnya lelaki yang kesehariannya menjadi ketua RT tersebut merupakan orang paling dekat dengan korban.  Sambil menahan air matanya, Husein bercerita tentang keseharian dan kebiasaan anak sulungnya tersebut yang merupkan anak manja. Meskipun Novita adalah anak paling tua. “Dan hal itulah yang membuat saya berasa ini mimpi,” ungkapnya.

Dan yang paling menyedihkan dirasakan Husein adalah ketika tidak bisa melihat senyum anaknya lagi. Padahal baru saja bulan lalu, seorang pria melamar putri kesayangannya itu. Dan akan melangsungkan pernikahan setelah Lebaran.

Selain merupakan sosok paling dekat, yang membuat Husein sedih adalah tak mampu mengantarkan putri sulungnya ke pelaminan.

“Padahal saya yang paling mendorongnya untuk segera menikah. Karena saya sangat ingin lihat dia memakai baju pengantin di hari pernikahannya, juli mendatang. Tapi apa mau dikata, sudah takdir Allah,” ujarnya.

Air matanya tak terbendung saat mengingat perkataan Novita yang menyebutkan akan memberikan cucu pertama untuknya. Putrinya itu juga berjanji akan memberi nama belakangnya dengan namanya.

Sambil terbata ia mengatakan tidak menyangka, pada Selasa (22/5) adalah hari terakhirnya mendengar suara putri pertamanya tersebut. Meski hanya melalui telepon genggam yang mengatakan minta jemput ketika tiba di Pelabuhan Sdf Tarakan.

“Itu suara terakhirnya yang saya dengar lewat telepon. Dia mengatakan “bapak jemput aku jam 4 nanti. Bapak mau dibawakan apa?” Lalu saya jawab yang penting selamat saya sudah bersyukur,” ujarnya.

Tak disangka, Husein menjemput Novita jam 4. Bedanya, sang putri sulungnya itu sudah tidak bernyawa.

Husein mengaku seperti orang kehilangan nyawa ketika mendengar kabar anaknya adalah salah seorang korban meninggal speedboat SB Harapan Baru Express.

“Ketika saya lihat anak saya di ruang jenazah, saya seperti mau menyusul dia. Saya merawat dia dari bayi hingga sebesar sepeti itu. Hari itu juga melihat dia terbujur kaku di kamar jenazah,” ujarnya.

Husein harus mengubur harapannya dalam-dalam untuk dapat melihat anak pertamanya menikah dalam waktu dekat. Dan harus menerima kenyataan tidak dapat menimang cucu pertama dari Novita.

“Saya sebagai ayah berharap, siapapun yang mengenal anak saya, jika memiliki kesalahan disengaja ataupun tidak, mohon dimaafkan. Agar dia dapat tenang dalam istirahatnya,” pungkasnya. (*/ade/rio)

ADE JULIAN NUR, Tarakan

RAUT wajah  para penguni rumah di Jalan Yos Sudarso RT 18 Nomor 04, Kelurahan Selumit Pantai tampak berbeda dari biasanya. Pun dengan aktivitas di rumah dari Novita Lestari itu.

Apabila harinya terdengar suara televisi. Beberapa hari terakhir, hanya terdengar suara obrolan keluarga. Jumat (25/5) kemarin, sejumlah keluarga sedang sibuk menyiapkan makanan untuk tahlilan hari ketiga sejak meninggalnya Novita.

Dari kesibukan masak-memasak itu, seorang lelaki paro baya sedang duduk melamun sendirian. Lelaki tersebut adalah Husein Amir. Ayah kandung Novita.

Kepada awak media ini, pria berkacama itu bercerita soal sang putri sulungnya. Ia merasa adalah orang paling kehilangan dari kepergian sang buah hati.

Pasalnya lelaki yang kesehariannya menjadi ketua RT tersebut merupakan orang paling dekat dengan korban.  Sambil menahan air matanya, Husein bercerita tentang keseharian dan kebiasaan anak sulungnya tersebut yang merupkan anak manja. Meskipun Novita adalah anak paling tua. “Dan hal itulah yang membuat saya berasa ini mimpi,” ungkapnya.

Dan yang paling menyedihkan dirasakan Husein adalah ketika tidak bisa melihat senyum anaknya lagi. Padahal baru saja bulan lalu, seorang pria melamar putri kesayangannya itu. Dan akan melangsungkan pernikahan setelah Lebaran.

Selain merupakan sosok paling dekat, yang membuat Husein sedih adalah tak mampu mengantarkan putri sulungnya ke pelaminan.

“Padahal saya yang paling mendorongnya untuk segera menikah. Karena saya sangat ingin lihat dia memakai baju pengantin di hari pernikahannya, juli mendatang. Tapi apa mau dikata, sudah takdir Allah,” ujarnya.

Air matanya tak terbendung saat mengingat perkataan Novita yang menyebutkan akan memberikan cucu pertama untuknya. Putrinya itu juga berjanji akan memberi nama belakangnya dengan namanya.

Sambil terbata ia mengatakan tidak menyangka, pada Selasa (22/5) adalah hari terakhirnya mendengar suara putri pertamanya tersebut. Meski hanya melalui telepon genggam yang mengatakan minta jemput ketika tiba di Pelabuhan Sdf Tarakan.

“Itu suara terakhirnya yang saya dengar lewat telepon. Dia mengatakan “bapak jemput aku jam 4 nanti. Bapak mau dibawakan apa?” Lalu saya jawab yang penting selamat saya sudah bersyukur,” ujarnya.

Tak disangka, Husein menjemput Novita jam 4. Bedanya, sang putri sulungnya itu sudah tidak bernyawa.

Husein mengaku seperti orang kehilangan nyawa ketika mendengar kabar anaknya adalah salah seorang korban meninggal speedboat SB Harapan Baru Express.

“Ketika saya lihat anak saya di ruang jenazah, saya seperti mau menyusul dia. Saya merawat dia dari bayi hingga sebesar sepeti itu. Hari itu juga melihat dia terbujur kaku di kamar jenazah,” ujarnya.

Husein harus mengubur harapannya dalam-dalam untuk dapat melihat anak pertamanya menikah dalam waktu dekat. Dan harus menerima kenyataan tidak dapat menimang cucu pertama dari Novita.

“Saya sebagai ayah berharap, siapapun yang mengenal anak saya, jika memiliki kesalahan disengaja ataupun tidak, mohon dimaafkan. Agar dia dapat tenang dalam istirahatnya,” pungkasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 14:53

Proses Seleksi Sekprov Independen

TANJUNG SELOR – Untuk proses pendaftaran calon pejabat madya di lingkup Pemprov Kaltara beberapa…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:51

Jalur Keluarga Miskin Paling Diminati

TARAKAN — Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:43

Keterbatasan Anggaran Jadi Penyebab Kesulitan Perbaiki Jalan Penghubung Tiga Desa

TANJUNG SELOR - Jalan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan yang rusak…

Jumat, 22 Juni 2018 15:23

Kasus Bayi Terus Dikembangkan, Polisi Sempat Panggil Sejumlah Terduga

TARAKAN – Walaupun masih belum menemukan titik temu, namun Kepolisian tetap optimistis dapat menangkap…

Jumat, 22 Juni 2018 15:09

Empat Pegawai Bolos Kerja

GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie menegaskan akan memberikan sanksi terhadap aparatur sipil…

Jumat, 22 Juni 2018 15:06

Evaluasi Kepadatan Transportasi

TANJUNG SELOR – Arus mudik dan balik Lebaran 2018 diklaim berjalan lancar dan aman. Meski masih…

Kamis, 21 Juni 2018 15:00

Polda Kaltara Terima Helikopter

TANJUNG SELOR - Untuk menunjang kinerja Polda Kaltara, Markas Besar Polisi RI (Mabes Polri) memberikan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:49

Jalur Udara Pun Penuh

MASA libur panjang Hari Raya Idulfitri berakhir kemarin (20/6). Para pekerja sudah harus kembali ke…

Kamis, 21 Juni 2018 14:46

Transportasi Air Masih Primadona

TANJUNG SELOR – Transportasi air masih menjadi primadona bagi masyarakat Bumi Benuanta-sebutan…

Jumat, 15 Juni 2018 08:57

Ribuan Umat Islam Padati Baitul Izzah

TARAKAN - Cuaca mendung yang sempat menyelimuti langit di Kota Tarakan pada Jumat (15/6), tidak menghentikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .