MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 26 Mei 2018 14:23
Kubur Harapan untuk Melihat Sang Putri Menikah

Curhatan Husein Amir, Ayah dari Korban Speedboat SB Harapan Baru Express

DIPANGGIL DULUAN: Jenazah Novita Lestari saat dievakuasi di pelabuhan sdf Tarakan menuju RSUD tarakan

PROKAL.CO, Rezeki, jodoh dan maut di tangan tuhan. Tidak ada yang datang lebih dulu. Hal itu yang dialami Novita Lestari, salah seorang korban speedboat SB Harapan Baru Express yang meninggal dunia.

 

ADE JULIAN NUR, Tarakan

 

RAUT wajah  para penguni rumah di Jalan Yos Sudarso RT 18 Nomor 04, Kelurahan Selumit Pantai tampak berbeda dari biasanya. Pun dengan aktivitas di rumah dari Novita Lestari itu.

Apabila harinya terdengar suara televisi. Beberapa hari terakhir, hanya terdengar suara obrolan keluarga. Jumat (25/5) kemarin, sejumlah keluarga sedang sibuk menyiapkan makanan untuk tahlilan hari ketiga sejak meninggalnya Novita.

Dari kesibukan masak-memasak itu, seorang lelaki paro baya sedang duduk melamun sendirian. Lelaki tersebut adalah Husein Amir. Ayah kandung Novita.

Kepada awak media ini, pria berkacama itu bercerita soal sang putri sulungnya. Ia merasa adalah orang paling kehilangan dari kepergian sang buah hati.

Pasalnya lelaki yang kesehariannya menjadi ketua RT tersebut merupakan orang paling dekat dengan korban.  Sambil menahan air matanya, Husein bercerita tentang keseharian dan kebiasaan anak sulungnya tersebut yang merupkan anak manja. Meskipun Novita adalah anak paling tua. “Dan hal itulah yang membuat saya berasa ini mimpi,” ungkapnya.

Dan yang paling menyedihkan dirasakan Husein adalah ketika tidak bisa melihat senyum anaknya lagi. Padahal baru saja bulan lalu, seorang pria melamar putri kesayangannya itu. Dan akan melangsungkan pernikahan setelah Lebaran.

Selain merupakan sosok paling dekat, yang membuat Husein sedih adalah tak mampu mengantarkan putri sulungnya ke pelaminan.

“Padahal saya yang paling mendorongnya untuk segera menikah. Karena saya sangat ingin lihat dia memakai baju pengantin di hari pernikahannya, juli mendatang. Tapi apa mau dikata, sudah takdir Allah,” ujarnya.

Air matanya tak terbendung saat mengingat perkataan Novita yang menyebutkan akan memberikan cucu pertama untuknya. Putrinya itu juga berjanji akan memberi nama belakangnya dengan namanya.

Sambil terbata ia mengatakan tidak menyangka, pada Selasa (22/5) adalah hari terakhirnya mendengar suara putri pertamanya tersebut. Meski hanya melalui telepon genggam yang mengatakan minta jemput ketika tiba di Pelabuhan Sdf Tarakan.

“Itu suara terakhirnya yang saya dengar lewat telepon. Dia mengatakan “bapak jemput aku jam 4 nanti. Bapak mau dibawakan apa?” Lalu saya jawab yang penting selamat saya sudah bersyukur,” ujarnya.

Tak disangka, Husein menjemput Novita jam 4. Bedanya, sang putri sulungnya itu sudah tidak bernyawa.

Husein mengaku seperti orang kehilangan nyawa ketika mendengar kabar anaknya adalah salah seorang korban meninggal speedboat SB Harapan Baru Express.

“Ketika saya lihat anak saya di ruang jenazah, saya seperti mau menyusul dia. Saya merawat dia dari bayi hingga sebesar sepeti itu. Hari itu juga melihat dia terbujur kaku di kamar jenazah,” ujarnya.

Husein harus mengubur harapannya dalam-dalam untuk dapat melihat anak pertamanya menikah dalam waktu dekat. Dan harus menerima kenyataan tidak dapat menimang cucu pertama dari Novita.

“Saya sebagai ayah berharap, siapapun yang mengenal anak saya, jika memiliki kesalahan disengaja ataupun tidak, mohon dimaafkan. Agar dia dapat tenang dalam istirahatnya,” pungkasnya. (*/ade/rio)

ADE JULIAN NUR, Tarakan

RAUT wajah  para penguni rumah di Jalan Yos Sudarso RT 18 Nomor 04, Kelurahan Selumit Pantai tampak berbeda dari biasanya. Pun dengan aktivitas di rumah dari Novita Lestari itu.

Apabila harinya terdengar suara televisi. Beberapa hari terakhir, hanya terdengar suara obrolan keluarga. Jumat (25/5) kemarin, sejumlah keluarga sedang sibuk menyiapkan makanan untuk tahlilan hari ketiga sejak meninggalnya Novita.

Dari kesibukan masak-memasak itu, seorang lelaki paro baya sedang duduk melamun sendirian. Lelaki tersebut adalah Husein Amir. Ayah kandung Novita.

Kepada awak media ini, pria berkacama itu bercerita soal sang putri sulungnya. Ia merasa adalah orang paling kehilangan dari kepergian sang buah hati.

Pasalnya lelaki yang kesehariannya menjadi ketua RT tersebut merupakan orang paling dekat dengan korban.  Sambil menahan air matanya, Husein bercerita tentang keseharian dan kebiasaan anak sulungnya tersebut yang merupkan anak manja. Meskipun Novita adalah anak paling tua. “Dan hal itulah yang membuat saya berasa ini mimpi,” ungkapnya.

Dan yang paling menyedihkan dirasakan Husein adalah ketika tidak bisa melihat senyum anaknya lagi. Padahal baru saja bulan lalu, seorang pria melamar putri kesayangannya itu. Dan akan melangsungkan pernikahan setelah Lebaran.

Selain merupakan sosok paling dekat, yang membuat Husein sedih adalah tak mampu mengantarkan putri sulungnya ke pelaminan.

“Padahal saya yang paling mendorongnya untuk segera menikah. Karena saya sangat ingin lihat dia memakai baju pengantin di hari pernikahannya, juli mendatang. Tapi apa mau dikata, sudah takdir Allah,” ujarnya.

Air matanya tak terbendung saat mengingat perkataan Novita yang menyebutkan akan memberikan cucu pertama untuknya. Putrinya itu juga berjanji akan memberi nama belakangnya dengan namanya.

Sambil terbata ia mengatakan tidak menyangka, pada Selasa (22/5) adalah hari terakhirnya mendengar suara putri pertamanya tersebut. Meski hanya melalui telepon genggam yang mengatakan minta jemput ketika tiba di Pelabuhan Sdf Tarakan.

“Itu suara terakhirnya yang saya dengar lewat telepon. Dia mengatakan “bapak jemput aku jam 4 nanti. Bapak mau dibawakan apa?” Lalu saya jawab yang penting selamat saya sudah bersyukur,” ujarnya.

Tak disangka, Husein menjemput Novita jam 4. Bedanya, sang putri sulungnya itu sudah tidak bernyawa.

Husein mengaku seperti orang kehilangan nyawa ketika mendengar kabar anaknya adalah salah seorang korban meninggal speedboat SB Harapan Baru Express.

“Ketika saya lihat anak saya di ruang jenazah, saya seperti mau menyusul dia. Saya merawat dia dari bayi hingga sebesar sepeti itu. Hari itu juga melihat dia terbujur kaku di kamar jenazah,” ujarnya.

Husein harus mengubur harapannya dalam-dalam untuk dapat melihat anak pertamanya menikah dalam waktu dekat. Dan harus menerima kenyataan tidak dapat menimang cucu pertama dari Novita.

“Saya sebagai ayah berharap, siapapun yang mengenal anak saya, jika memiliki kesalahan disengaja ataupun tidak, mohon dimaafkan. Agar dia dapat tenang dalam istirahatnya,” pungkasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 15:56

Antisipasi Penyelundupan Pekerja Ilegal ke Malaysia, Polda Perketat Pintu Keberangkatan

TANJUNG SELOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara Brigjen Indrajit menegaskan,…

Selasa, 23 Oktober 2018 15:55

BP3TKI Akan Fasilitasi lewat Perusahaan Resmi

PULUHAN Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Sabah, kembali dideportasi oleh pemerintah…

Selasa, 23 Oktober 2018 15:53

Target KTP-el Terbentur Peralatan

TANJUNG SELOR – Target rekam data KTP-el kemungkinan tidak tercapai. Ada dua hal yang jadi kendala…

Selasa, 23 Oktober 2018 13:54

CPNS Pemprov Bakal Ikuti 4.752 Pelamar

PELAMAR CPNS Pemprov Kaltara yang telah menyerahkan berkas persyaratan tinggal menunggu pengumuman.…

Selasa, 23 Oktober 2018 13:46

Rp 200 Juta untuk 100 Lansia

TANJUNG SELOR - Dinas Sosial (Dissos) Kaltara telah menyalurkan bantuan sosial dalam bentuk uang maupun…

Senin, 22 Oktober 2018 13:04

49 WNI Gagal Diberangkatkan ke Tawau

NUNUKAN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara menggagalkan keberangkatan puluhan warga…

Senin, 22 Oktober 2018 12:58

Pemprov Usul 3.000 Unit Bantuan Perbaikan Rumah Warga

TANJUNG SELOR - Untuk membenahi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah yang kondisinya kurang layak…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:21

Bupati Bulungan Diberi Gelar, Ini Nama Gelarnya..

TANJUNG SELOR - Perayaan HUT ke-228 Tanjung Selor dan HUT ke-58 Kabupaten Bulungan, dirangkai dengan…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:18

Terus Perjuangkan Anggaran Pendidikan

TANJUNG SELOR - Pembangunan bidang pendidikan jadi perhatian Pemprov Kaltara, selain infrastruktur.…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:16

KPU Pinjam Dome Sport Centre

UNTUK mengamankan logistik pemilu tahun depan, rencananya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara akan menempatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .