MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 24 Mei 2018 15:33
Kemudi Gunakan Sistem Hidrolik

KSOP Tarakan Enggan Berasumsi, Gubernur Minta Jangan Terulang

PROKAL.CO, TARAKAN – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) KSOP Kelas III Tarakan belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan speedboat SB Harapan Baru Express pada Selasa (22/5).

Kepala KSOP Tarakan Letkol Marinir Abdul Rahman, melalui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Partroli Syaharuddin mengaku, baru akan melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut.

Dugaan tali kemudi putus atau motoris yang mengantuk menurut Syaharuddin tidak bisa dijadikan landasan KSOP Tarakan menyimpulkan terjadinya kecelakaan.

“Tapi yang pastinya kami dari syahbandar sendiri belum bisa menyimpulkan apa penyebab pastinya karena kami belum melakukan pemeriksaan,” ujar Syaharuddin, dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu (23/5).

Namun, khusus dugaan penyebab kecelakaan karena tali stir yang putus, Syaharuddin membantah. Ia meluruskan, bahwa kendali speedboat tersebut menggunakan sistem hidrolik sehingga cara kerjanya otomatis.

“Kalau tali ya setengah mati dong. Artinya itu ada gerakan secara manual untuk membanting speedboat. Sementara itu mesin besar. Jadi mesin 200 PK itu rata-rata menggunakan hidrolik, tidak ada tali,” tegas Syaharuddin. 

Adapun karena dugaan morotis mengantuk, Syaharuddin enggan memberikan komentar karena analisa itu masuk dalam ranah kesehatan. Dengan begitu, ada instansi terkait yang memiliki kewenangan untuk menjawab.

“Ada lembaga tersendiri yang punya kewenangan untuk mengontrol kesehatan orang. Salah satunya kesehatan pelabuhan,” timpalnya.

Saat ini, pihaknya masih fokus pada upaya evakuasi seluruh penumpang. Setelah itu, barulah pihaknya melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Namun, Syaharuddin belum bisa memastikan kapan memulai pemeriksaan.

Sedangkan dalam pemeriksaan nanti, lanjut Syaharuddin, bisa saja melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari tahu penyebabnya. Pihaknya fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan motoris.

Kecelakaan tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Namun Syaharuddin memastikan bahwa pihaknya sudah berupaya melakukan evaluasi dan pembenahan di setiap musibah yang terjadi. Tapi, ia mengaku butuh dukungan semua pihak untuk mewujudkan kesalamatan pelayaran yang diharapkan.

“Saya rasa kami juga sudah melakukan pembenahan-pembenahan sejak dari kecelakaan yang ada sudah dilakukan evaluasi.  Mulai dari mengharapkan adanya peremajaan armada, hingga membuat speedboat jadi lebih layak. Kami arahkan untuk merubah lebih bagus, itu sudah berjalan,” klaimnya

Piihaknya juga akan bekerja sama dengan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar dan Dinas Perhubungan Kaltara untuk melakukan pendidikan dan pelatihan terhadap awak kapal. “Terus pengawasan dari segi kelengkapan keselamatan itu sudah kami lakukan. Namun semua memang harus bersama-sama,” harapnya.

Terpisah, Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit mengatakan, kecelakaan speedboat SB Harapan Baru Express merupkan kecelakaan tunggal.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sang motoris, Iskandar dinyatakan negatif dari narkoba. “Kita sudah memeriksa kesehatan dan tes urine terhadap motoris. Alhasil pemeriksaan hasilnya negatif,” jelasnya, kemarin (23/5).

Menurutnya, kondisi motoris saat kejadian diduga mengantuk sehingga speedboat oleng dan menabrak pohon yang ada di tepian sungai.

Untuk kondisi motoris sementara ini belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Dikarenakan masih mengalami cedera patah tulang dan menjalani perawatan di RSUD Kota Tarakan. “Jika sudah pulih kami akan minta keterangam motoris, sebagai bentuk pertanggungjawaban,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menerangkan, kecelakaan biasanya disebabkan oleh tiga hal yakni human error, kesalahan teknis, dan musibah yang tidak pernah direncanakan. Adapun yang terpenting setiap masalah perlu dilakukan pengawasan oleh pihak yang berwenang.

“Semestinya untuk mencegah terjadi hal yang tidak diinginkan dinas terkait harus melakukan sesuai prosedur. Vuman kebanyakan tidak dilaksanakan. Seharusnya dinas terkait melakukan pengawasan di bidang teknis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika kewenangan tentang standar prosedur ada di tingkat kabupaten/kota. Jika ada yang melanggar pihaknya hanya bisa memberikan teguran dan pembinaan. Andaikan kewenangan itu berada di tingkat provinsi, sebagai pemimpin Kaltara, ia bisa langsung bertindak.

“Ke depannya kalau hal ini masih terus berulang, dan penyebabnya karena teknis atau human eror kepala dinasnya kita cabut. Brrarti dia tidak bisa melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik,” tegasnya. (*/ade/uno/mrs/rio)


BACA JUGA

Minggu, 24 Juni 2018 14:42

Target Seribu Pecandu Narkoba Direhabilitasi

TANJUNG SELOR - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kaltara mempunyai program seribu korban…

Minggu, 24 Juni 2018 14:32

Dikenal sebagai Politisi Perempuan yang Aktif

TANJUNG SELOR – Chairiah, 54 tahun, istri dari mantan Bupati Bulungan, Budiman Arifin meninggal…

Minggu, 24 Juni 2018 14:29

Bantu Ibu Berjualan, Ingin Masuk MTsN

"Saya tahu susahnya orangtua untuk menyekolahkan saya," kata Aldo Rivaldhy. Kalimat itu terucap dari…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:53

Proses Seleksi Sekprov Independen

TANJUNG SELOR – Untuk proses pendaftaran calon pejabat madya di lingkup Pemprov Kaltara beberapa…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:51

Jalur Keluarga Miskin Paling Diminati

TARAKAN — Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:43

Keterbatasan Anggaran Jadi Penyebab Kesulitan Perbaiki Jalan Penghubung Tiga Desa

TANJUNG SELOR - Jalan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan yang rusak…

Jumat, 22 Juni 2018 15:23

Kasus Bayi Terus Dikembangkan, Polisi Sempat Panggil Sejumlah Terduga

TARAKAN – Walaupun masih belum menemukan titik temu, namun Kepolisian tetap optimistis dapat menangkap…

Jumat, 22 Juni 2018 15:09

Empat Pegawai Bolos Kerja

GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie menegaskan akan memberikan sanksi terhadap aparatur sipil…

Jumat, 22 Juni 2018 15:06

Evaluasi Kepadatan Transportasi

TANJUNG SELOR – Arus mudik dan balik Lebaran 2018 diklaim berjalan lancar dan aman. Meski masih…

Kamis, 21 Juni 2018 15:00

Polda Kaltara Terima Helikopter

TANJUNG SELOR - Untuk menunjang kinerja Polda Kaltara, Markas Besar Polisi RI (Mabes Polri) memberikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .