MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Minggu, 20 Mei 2018 14:46
Desak Pembentukan PHI di Kaltara
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Penyelesaian sengketa tenaga kerja di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Samarinda oleh buruh perusahaan di Kalimantan Utara, membutuhkan biaya besar.

Pasalnya, untuk menyelesaikan sengketa ketenagakerjaan, terlebih dahulu harus mendaftar. Selain itu, juga menjalani sidang di PHI Samarinda, Kalimantan Timur.

Koordinator Wilayah (Korwil) SBSI Kaltara Yulius mengatakan, untuk mendaftar saja dibutuhkan biaya Rp 5-20 juta, yang juga digunakan untuk biaya perjalanan dan akomodasi.

“Itu biaya untuk satu kali pengurusan sementara. Buruh dan pendamping minimal harus mengikuti persidangan minimal 3 kali. Bisa Anda bayangkan berapa biaya yang dibutuhkan,” ujarnya, Sabtu (19/5).

Lanjutnya, di Kabupaten Bulungan meski baru 3 kasus yang berproses di PHI. Namun, akibat tidak memiliki biaya membuat buruh yang mengajukan perkara tidak bisa hadir di pengadilan. Hal yang sama juga dialami daerah lain di Kaltara, apalagi pendampingan ini tidak hanya dilakukan oleh SBSI di Bulungan.

“Berbeda jika PHI itu berada di Kaltara, biaya yang dikeluarkan hanya Rp 1,5 juta. Kondisi ini dikhawatirkan akan dimanfaatkan perusahaan yang berperkara dengan buruh. Untuk itu, kami berharap agar pemerintah menyikapinya dengan mengupayakan agar PHI itu terbentuk di Kaltara sehingga konflik antara buruh dengan perusahaan dapat diminimalisir,” ujarnya.

Kepala Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltara Armin Mustafa, juga membenarkan untuk menyelesaikan permasalahan buruh dibutuhkan keberadaan PHI di provinsi ke-34 ini. Dengan demikian, permasalahan hukum antara perusahaan dengan pekerja tidak diselesaikan lewat PHI Samarinda.

“Syarat untuk mendirikan PHI minimal dalam setahun tercatat ada 850 kasus hubungan industrial. Nah, di Kaltara belum capai 100 kasus, akan tetapi kita tetap akan diupayakan agar ada PHI di Kaltara sehingga rentang kendali itu dapat dipangkas,” ujarnya. (*/isa/fen) 


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 15:04

Penertiban PKL Tunggu Instruksi Bupati

TANJUNG SELOR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bulungan akan melakukan penertipan pedagang…

Kamis, 16 Agustus 2018 15:03

Waspada Bahan Kimia pada Makanan

TANJUNG SELOR - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kaltim bersama Dinas Perindustrian Perdagangan…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:55

Lima Tenaga Kesahatan Teladan Wakili Kaltara

TANJUNG SELOR - Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltara akan mengirimkan 5 orang terpilih sebagai tenaga kesehatan…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:50

Awasi Kebakaran Lahan Gambut

TANJUNG SELOR - Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, untuk…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:24

ASN Terjaring Razia Diberikan Sanksi

TANJUNG SELOR - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltara, yang terjaring razia…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:16

Sehari, Tiga Kali Listrik Padam

WARGA Tanjung Selor dan sekitarnya harus merasakan pemadaman listrik hingga tiga kali dalam sehari.…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:14

Buat Harga Stabil, Rencana Terbitkan Pergub

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Menengah (Disperindagkop…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:11

Ajukan 616 Guru Berstatus PNS

TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara masih kekurangan tenaga pendidik…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:03

Tujuh Bacaleg Tak Masuk DCS

TANJUNG SELOR - Sesuai proses tahapan untuk bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Kaltara, telah ditetapkan…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:37

Gang Kumis Penuh Warna

TANJUNG SELOR – Ada saja cara-cara kreatif yang bisa dilakukan agar lingkungan tempat tinggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .