MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 17 Mei 2018 13:23
Kasus Perusakan Baliho Paslon, KPU Curigai Ada Motif Tertentu
DIRUSAK OKNUM: Baliho salah satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dirusak.

PROKAL.CO, TARAKAN – Perusakan terhadap alat peraga kampanye (algaka) berupa baliho pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, masih ditemui. Setelah di Jalan Sei Sesayap, tepatnya di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan, perusakan juga terjadi di Kelurahan Juata Laut.

Beberapa baliho pasangan calon tampak roboh. Bahkan, gambarnya pun sudah tidak ada. “Berdasarkan laporan teman-teman di bawah, ternyata hari ini (kemarin), tadi malam ada lagi kejadian satu baliho paslon 1, yang sebelumnya paslon 4 di satu titik, tapi hari yang berbeda,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan Teguh Dwi Subagyo, Rabu (16/5).

Dia mengakui temuan ini bukan yang pertama kali. Beberapa hari sebelumnya, juga sudah ditemui kasus serupa di lokasi lain. Korbannya pun sama, yakni baliho pasangan calon nomor urut 1 dan 4.

Terkait perusakan ini, Teguh menegaskan penyelenggara pemilu baik KPU maupun Panwaslu Tarakan bersama aparat penegak hukum lainnya bakal menindaklanjuti.

“Ini tetap menjadi perhatian koordinasi kami untuk langkah-langkah selanjutnya. Kami sudah melihat dan memang banyak kemungkinan motifnya,” ujarnya.

Di balik adanya motif tersembunyi dari perusakan tersebut, Teguh menilai hal ini adalah perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, pemasangan baliho dan algaka sudah jelas sebagai sarana menyampaikan dan mengingatkan kepada masyarakat bahwa 27 Juni nanti ada pemilihan kepala daerah.

Gambar yang ditampilkan dalam baliho adalah pasangan calon yang akan dipilih masyarakat. Mestinya jangan dirusak. Karena masyarakat akan mengenali calon yang akan dipilihnya pada pemilihan nanti.

“Ketika ada yang merusak, kan ini namanya mengganggu. Artinya, sebenarnya kalau begitu pelaku apa pun yang merusak itu berhadapan dengan masyarakat, secara teknis aparat,” ujarnya.

Teguh juga mengharapkan peran serta masyarakat ikut mengawasi tahapan pemilu, termasuk kampanye. Jika melihat potensi pelanggaran, segera dilaporkan ke penyelenggara pemilu.

Menurutnya, tahapan Pilkada Tarakan yang sudah berjalan selama ini, sudah baik dan situasinya pun kondusif. Tapi, munculnya persoalan ini bisa memancing suasana. Karena itu, Teguh mengimbau kepada pasangan calon dan tim suksesnya untuk dapat menahan diri dan tidak saling mencurigai.

Di pihak lain, komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tarakan Bidang Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Zulfauzi mengaku kesulitan untuk mengungkap kasus ini, karena tidak ada laporan siapa terlapornya. Sedangkan pihaknya diberi batas waktu memprosesnya.

“Kalau dalam proses penanganan pelanggaran itu kan ada syarat formilnya. Salah satu syaratnya adalah terlapor atau pelaku. Sampai saat ini kami belum menemukan. Teman-teman kecamatan juga belum menemukan. Sementara kami ada jangka waktu 7 hari,” ujar Zulfauzi.

Namun, ia memastikan jika ada terlapornya, kasus ini bisa diproses hukum. Sebab, ada ancaman pidana yang sudah menanti. “Perusakan atau menghilangkan baliho di Pasal 187 Undang-Undang 10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, ancamannya minimal 1 bulan, maksimal 6 bulan,” bebernya.

Sementara itu, salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi pemasangan baliho, Jono, mengaku rusaknya baliho itu memang baru terjadi. Namun, ia tidak mengetahui siapa pelakunya. Sebelum perusakan, Jono hanya sempat melihat ada orang tak dikenal singgah di sekitar lokasi pada Selasa (15/5).

“Anak-anak yang nongkrong di sini kan memang tiap malam. Jadi mereka pulang, tapi pas kemarin hari Selasa jam 3 ada orang singgah, cuma aku enggak keluar (rumah). Mungkin orang kehujanan,” ujarnya. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 15:39

Pemkot Belum Serahkan KUA-PPAS

PEMBAHASAN Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tarakan mestinya sudah…

Kamis, 20 September 2018 16:09

Awasi Penyebaran Berita di Medsos

TARAKAN – Media sosial menjadi salah satu sarana yang diawasi Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan…

Rabu, 19 September 2018 14:26

Hujan Deras, Jalan Jadi Kolam Air

TARAKAN - Cuaca Tarakan saat ini sedang tidak bisa diprediksi. Pasalnya kapan saja hujan deras yang…

Selasa, 18 September 2018 14:49

Terlambat Sampaikan LADK, Parpol Disanksi

MALINAU – Partai-partai politik peserta pemilu tahun depan, tidak hanya harus mempersiapkan berkas…

Selasa, 18 September 2018 14:47

Aksi Bela Rupiah Diwarnai Kericuhan

TARAKAN – Aksi unjuk rasa menyikapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang digelar…

Selasa, 18 September 2018 14:32

Wawali Curigai Anjab Belum Selesai

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan menjadi satu-satunya yang tidak mendapatkan alokasi formasi…

Senin, 17 September 2018 17:34

Security Perusahaan di Berau Alami Kecelakaan

TARAKAN - Nasib malang dialami seorang pekerja di salah satu perusahaan besar di Berau bernama Jepri…

Senin, 17 September 2018 17:31

Polisi Serahkan Berkas ke Kejaksaan

TARAKAN - Juli lalu masyarakat Tarakan dihebohkan dengan pembongkaran makam bayi yang dilakukan oleh…

Senin, 17 September 2018 17:29

Jaga Fasilitas Transportasi

MALINAU - Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau, bersama dengan Unit Pengelola Bandara Robert Atty Bessing…

Senin, 17 September 2018 17:15

Pembahasan APBD-P 2018 Tarakan Terancam Molor

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan hingga saat ini belum menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .