MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Selasa, 15 Mei 2018 13:06
Gubernur Minta Perubahan Aturan TPID Dipahami
PENGENDALIAN: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat membuka Rakor TPID se-Kaltara di Kayan Hall Hotel Tarakan Plaza, Senin (14/5).

PROKAL.CO, TARAKAN – Seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kaltara diharapkan memahami dan mempedomani sejumlah perubahan aturan mengenai TPID. Yakni, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 23 Tahun 2017 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) No. 500.05-8135 Tahun 2017 tentang TPID.

 

Penekanan itu disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) TPID se-Kaltara di Kayan Hall Hotel Tarakan Plaza, Senin (14/5). Rakor kali ini mengangkat tema “Penguatan Kelembagaan TPID Dalam Pengendalian Inflasi Daerah”.

 

“Kini sesuai dengan Keppres Nomor 23/2017 dan Kepmendagri Nomor 500.05-8135/2017, maka ketua TPID di kabupaten dan kota adalah bupati atau wali kota (sebelumnya sekretaris daerah), untuk tingkat provinsi adalah gubernur (sebelumnya sekretaris provinsi), dan tingkat nasional adalah Menko Bidang Perekonomian,” kata Gubernur.

 

Dijelaskan pula oleh Irianto, inflasi adalah hal yang penting untuk dibahas dan ditindaklanjuti, utamanya di daerah. Inflasi bisa dilihat dari sisi politik, ekonomi, sosial dan budaya. “Dari sisi ekonomi, di dunia modern, inflasi berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Dan, pertumbuhan ekonomi itu, salah satunya dipengaruhi oleh investasi. Investasi juga melihat tingkat inflasi di suatu daerah,” papar Gubernur.

 

Dari sisi politik, inflasi yang tak terkendali akan mempengaruhi jalannya roda pemerintahan. Bahkan, banyak pemimpin dunia yang runtuh kepemimpinannya karena inflasi yang sangat tinggi. “Inflasi yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi, akan mengakibatkan kebangkrutan sebuah negara. Lantaran, harga kebutuhan pokok naik, harga barang tak terkendali, nilai tukar mata uang tak bisa dikendalikan dan lainnya. Nah, disinilah peran BI untuk mengendalikan dan mengawasi peredaran uang di sebuah daerah. Harus diketahui, mata uang adalah salah satu bentuk harkat dan martabat bangsa,” beber Gubernur.

 

Pertanyaan lainnya, sebut Irianto, kenapa pertumbuhan ekonomi penting? Ini karena, pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. “Investasi adalah pemicunya, dari itu investasi disebut sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Investasi tak mudah didatangkan ke wilayah ini. Dari itu, tingkat inflasi harus di bawah pertumbuhan ekonomi,” ungkap Irianto.

 

Sementara dari aspek sosial, secara langsung atau tidak langsung, tingginya inflasi bisa menimbulkan tingginya angka pengangguran. “Untuk itu, jangan menyepelekan inflasi. Kita harus mewaspadainya. Dari itu, setiap periodik, para gubernur diundang Presiden untuk membahas inflasi bersama tim inflasi nasional. Makanya, pemerintah daerah jangan menganggap enteng masalah inflasi,” kata Gubernur.

 

Dipaparkan pula oleh Gubernur, selama periode Januari dan April 2018, inflasi Kaltara relatif terkendali. “Salah satu ciri inflasi di Kaltara, adalah siklusnya yang akan naik pada momen-momen tertentu. Seperti hari besar keagamaan dan lainnya. Ramadan misalnya, dimana tingkat permintaan masyarakat akan barang atau kebutuhan pokok akan meningkat. Sementara, persediaan terbatas,” urai Irianto.

 

Gubernur juga meminta kepada setiap kepala daerah di Kaltara untuk membentuk tim monitoring harga dan stok barang dan kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Desember nanti. Tim ini diharapkan melakukan intensifikasi dalam pengawasan harga, stok barang di gudang. “Tim ini akan bekerjasama dengan kepolisian dan aparat keamanan lainnya. Ini juga merupakan arahan Presiden RI Joko Widodo sebagaimana Keppres-nya yang menginstruksikan agar aparat kepolisian dan aparat keamanan untuk membantu pengawasan harga dan stok barang kebutuhan pokok. Dan, apabila tim ini menemukan tindak pelanggaran di lapangan, harus segera ditindak,” ungkap Gubernur.

 

Gubernur juga membeberkan beberapa hal mengenai resiko inflasi di Kaltara. Yakni, kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), event Pilkada Kota Tarakan dan pelaksanaan Rakernas Apeksi di Tarakan, kenaikan cukai rokok sebesar 10,04 persen, gangguan distribusi barang, dan faktor cuaca. Ini lantaran sebagian besar barang atau kebutuhan pokok masyarakat Kaltara didatangkan dari luar Kaltara. Sehingga, faktor cuaca sangat menentukan dalam prosesnya. Dimana, sebagian besar kebutuhan itu didatangkan lewat jalur perairan.(humas)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 15:22

O2SN dan FLS2N 2018 Kaltara Resmi Digelar

TARAKAN – Bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga dan seni bagi kalangan pelajar di Kalimantan…

Rabu, 18 Juli 2018 15:20

Akhir 2018 Kepesertaan JKN-KIS Ditarget 100 Persen

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kaltara menargetkan pada akhir 2018 ini, seluruh masyarakat…

Rabu, 18 Juli 2018 15:18

Alkes Tiga RS Pratama Ditarget Terpenuhi di 2019

TANJUNG SELOR – Peningkatan pelayanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan…

Selasa, 17 Juli 2018 15:49

Angkutan Udara dan Pangan Fokus Pengendalian Inflasi

TANJUNG SELOR – Tim Pemantau dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltara direkomendasikan untuk…

Selasa, 17 Juli 2018 15:47

Kualitas Layanan Perizinan Jadi Penekanan Gubernur

JAKARTA - Perbaikan layanan perizinan menjadi salah satu ekspektasi besar yang disampaikan Gubernur…

Selasa, 17 Juli 2018 15:45

75 Ribu Hektare Tambak Akan Dilegalkan

TANJUNG SELOR – Pemerintah melalui APBN 2018 mengalokasikan dana sebesar Rp 1,2 miliar untuk membantu…

Selasa, 17 Juli 2018 15:40

Pj Sekprov Harapkan Kemampuan ASN Meningkat

TANJUNG SELOR – Penjabat (Pj) Sekprov Kaltara H Syaiful Herman mengimbau kepada seluruh aparatur…

Senin, 16 Juli 2018 17:07

Harga Tiket Pesawat Dianggap Masih Wajar

TANJUNG SELOR – Harga tiket pesawat, khususnya di wilayah Kaltara masih dalam ambang batas dan…

Senin, 16 Juli 2018 17:06

Diskominfo Rencana Pengadaan Server Sendiri

UNTUK mewujudkan proses kerja yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel serta meningkatnya kualitas…

Senin, 16 Juli 2018 17:03

Kaltara Belajar Pengembangan Smart City

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie melakukan pertemuan silaturahmi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .