MANAGED BY:
RABU
15 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 11 Mei 2018 13:34
”Bapak Saya Bukan Karyawan Kemarin Sore”
Lahan Bersengketa, Pertamina dan Warga Saling Klaim
JADI REBUTAN: Lahan yang akan digunakan Pemprov Kaltara untuk membanguan kantor penghubung dan mess tamu.

PROKAL.CO, TARAKAN – Lahan yang akan digunakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk membangun kantor penghubung dan guest house, ternyata bukan hanya terkendala izin pinjam pakai dari Pertamina yang belum keluar, tapi juga dengan Steve Singgih Wibowo.

Steve, mengklaim bahwa lahan tersebut adalah miliknya. Pengakuan warga Kelurahan Kampung Satu itu berdasarkan bukti legalitas yang dimilikinya.

Ditemui awak media ini di kediamannya, Kamis (9/5), ia memperlihatkan surat-surat pengakuan hak tanah yang menegaskan miliknya. Tanah tersebut merupakan warisan almarhum ayahnya sebagai pensiunan pegawai Pertamina.

“(Tahun) 90-an lah saya diserahkan. Ya paling tidak aku sudah merawat. Itu baru aku ada modal menimbun. Dan dulu kan tidak ada berpikir merawat tanah itu. Sayakan dulu masih kuliah. Itu dulu tanah rawa, saya timbun ratusan juta,” tutur  Steve Singgih.

Legalitas tanah yang dimiliki berupa memorandum persetujuan usulan pengkaplingan tanah kosong/HBM non operasi seluas 25 hektare untuk kesejahteraan karyawan dan pensiunan Pertamina yang ditandatangani Direktur Eksplorasi dan Produksi PT Pertamina EP Riyambodo Muwosudiro, dan General Manager Pertamina EP Bunyu Chairul. Saat itu, EP Tarakan masih berada di wilayah kerja Pertamina EP Bunyu.

Selain itu, ia juga memegang surat pemberian izin hak pakai yang diterbitkan Bupati Bulungan saat Tarakan masih bagian dari ibu kota Kaltara. Melalui sekretaris wilayah daerah (sekwilda) waktu itu, yang dilengkapi surat keterangan Kepala Kampung Pamusian dan camat setempat.

Serta surat pernyataan dari mantan Kepala Personalia atau SDM PT Pertamina Bunyu Sursum Curda yang membenarkan bahwa almarhum Lopu Lalang, ayah Steve Singgih Wibowo merupakan pensiunan Humas Pertamina Tarakan, memiliki dan menguasai secara fisik sebidang tanah yang terletak di Jalan Ladang.

Sepengetahuan Steve, surat-surat tersebut sampai sekarang masih berlaku karena tidak ada keputusan dari Pertamina maupun instansi terkait lainnya untuk mencabut keabsahan dokumen tersebut.

“Sampai sekarang tidak ada, termasuk memorandum yang dikeluarkan PT Pertamina EP yang mengkapling 25 hektare itu. Itukan berlaku sampai sekarang. Adakah keputusan yang berlaku bahwa keputusan itu dicabut? Aku belum pernah baca dan Pertamina juga tidak ada. Artinya kalau keputusan tersebut belum dicabut, masih berlaku,” tegasnya.

Di sisi lain, Steve Singgih tak habis pikir dengan pihak Pertamina EP. Sebab, beberapa kali ia menyurati untuk permohonan hak milik tanah yang dikuasainya, namun tidak ada jawaban. Padahal, ia sudah merawat tanah melebihi batas waktu yang ditentukan.

Bukan hanya ia secara pribadi, informasi yang diperolehnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui Kantor Pertanahan Kota Tarakan, pernah menyurati bagian aset PT Pertamina perihal permohonan yang diajukan lewat BPN atas hak tanah warisan tersebut. Tapi, sepengetahuan Steve, Pertamina pun tidak merespons.

Terlepas hal itu, Steve mengaku pernah menanyakan ke pihak Pertamina di Jakarta terhadap lahan tersebut. Pernyataan yang ia perolehnya, Pertamina EP tidak memiliki aset berupa tahah. Yang ada hanya rumah, pipa hasil pengeboran dan kantor.

“Tidak punya tanah. Ngapain EP ngurusin tanah? Kapan EP ngurusin tanah? EP itu ngurusin ngebor, ekplorasi dan produksi,” bebernya.

Selain itu, Steve juga mengaku tanah itu bukan aset Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Sebab, sepengetahuannya, yang namanya aset negara harus dibeli dengan menggunakan anggaran pendapatan belanda daerah (ABPN). Sedangkan tanah tersebut sudah dikelolanya secara turun temurun  selama berpuluh-puluh tahun.

Menurut Steve, sebenarnya kunci menyelesaikan persoalan ini ada di tangan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Jika saja orang nomor satu di Kaltara itu mengakui akan keberadaan pejabat negara yang berkuasa sebelumnya, tentu ia bisa mengambil keputusan untuk menyelesaikan persoalan ini. Ia pun siap untuk bernegosiasi dengan Pemprov Kaltara untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kalau untuk kepentingan pemerintah saya siap untuk bernegosiasi. Karena tanah ini kan juga warisan dan saya siap berbicara dengan keluarga. Pertamina juga harusnya menghargai juga jasa-jasa karyawan. Bapak saya bukan karyawan kemarin sore, tegasnya.

Jika menilik dari sejarah, beber Steve, tanah tersebut merupakan peninggalan perusahaan minyak asal Belanda bernama BPM yang pernah beroperasi di Tarakan pada zaman penjajahan.

Ayahnya sendiri sudah bekerja sejak perusahaan tersebut masih beroperasi sampai diambil pemerintah pusat dan berganti nama menjadi Pertamina. Ayah Steve pensiun pada tahun 70-an.

Karena itu, Steve tahu banyak tentang aset Pertamina di Tarakan dari ayahnya semasa masih hidup. Menurut Steve, aset-aset yang dikelola Pertamina saat ini seperti rumah pegawai dan kantor, sebenarnya bukan dibangun oleh Pertamina, melainkan perusahaan Belanda tersebut.

Terpisah, Asisten Manager Legal dan RelationPT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan, Enriko Hutasoil menegaskanm bahwa lahan tersebut masih merupakan milik negara yang dikelola milik Pertamina, dibuktikan dengan surat-surat yang dimiliki pihaknya.

“Di internal kami, Pertamina dari dulu sampai hari ini tidak pernah melepaskan asetnya. Itu sudah terbukti terbukukan. Buktinya masih ada, kecuali dulu sudah pernah dilepas, masa sampai dengan hari ini. Surat-surat, sertifikat, tapi bukan seperti yang sekarang. Hak guna itu merupakan sertifikat pada tahun itu. Dan didaftarkan di DJKN,” tegasnya.

Menanggapi klaim Steve Singgih, Enriko tidak mempersoalkan. Ia akan menyerahkan persoalan ini melalui proses hukum jika dibutuhkan. 

Terlepas persoalan saling klaim itu, Enriko mengaku sudah merespons usulan Pemprov Kaltara untuk pinjam pakai lahan tersebut, dan sedang dalam proses persetujuan di Kementerian Keuangan.

Jika izin dari pemerintah pusat terbit, Pemprov Kaltara sudah bisa membangun. Karena itu, pihaknya menahan sementara waktu keinginan Pemprov Kaltara, sambil menunggu terbitnya persetujuan  dari Kementerian Keuangan. (mrs/rio)


BACA JUGA

Rabu, 15 Agustus 2018 15:46

Sempat Jual Sapi, Kini Punya Belasan Kapal LCT

Meraih kesuksesan pasti melalui proses. Begitupun yang dualami Jupri Budiman Pahit dan manis menjalani…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:43

Capaian Imunisasi MR 21,68 Persen

TANJUNG SELOR - Meski pemberian vaksin Measles Rubella (MR) masih menuai pro kontra di kalangan masyarakat…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:39

Sertifikasi Halal sambil Jalan

PRO dan kontra yang terjadi akibat vaksin imunisasi Measles Rubella (MR) menimbulkan keresahan bagi…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:51

Satu Kepala OPD Terjaring Razia Satpol PP

TANJUNG SELOR – Penekanan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie agar PNS maupun pegawai tidak tetap…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:44

Rekrutmen CPNS Tunggu Kepastian Pusat

MASYARAKAT Tarakan masih harus bersabar untuk bisa mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:41

Harus Berpikir Kreatif dan Tidak Malu Bertanya

Jatuh bangun sempat dialami Makbul, pengusaha penyedia suku cadang alat berat. Namun, dukungan keluarga…

Senin, 13 Agustus 2018 16:01

Kurir Bawa Sabu 1 Kg

TANJUNG SELOR – Kawasan perbatasan di Kabupaten Nunukan masih menjadi pintu masuk bagi para bandar…

Senin, 13 Agustus 2018 14:03

Lanjutkan Usaha Orangtua, Sempat Terkendala Modal

Sukses adalah sebuah pilihan. Seperti Irham yang meninggalkan dunia konsultan kostruksi untuk menjadi…

Minggu, 12 Agustus 2018 15:22

Mahasiswa Diminta Ciptakan Penelitian Baru

TUGAS terberat bagi lembaga perguruan tinggi, salah satunya mampu menciptakan penelitian baru setiap…

Minggu, 12 Agustus 2018 15:19

Buka Lahan, Dilarang Dibakar

TANJUNG SELOR - Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .