MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Minggu, 06 Mei 2018 13:58
Bayar Pengorbanan Orangtua
Siti Nurul Jameaah

PROKAL.CO, SIAPA yang tak bangga bila mendapat predikat cumclaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Itulah perasaan Siti Nurul Jameaah. Mahasiswi Universitas Borneo Tarakan (UBT) Jurusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2014 meraih predikat lulusan terbaik.

Senyum lebar terpancar di wajah Siti Nurul Jameaah anak dari Muhammad Sinar dan Linda Karim saat namanya dipanggil oleh pembawa acara wisuda UBT, Sabtu (5/5). “Selamat kepada Siti Nurul Jameaah sebagai lulusan IPK tertinggi,” kata si pembawa acara.

Tidak hanya Siti Nurul Jameaah yang bangga. Orangtuanya pun ikut bangga. Bahkan hingga sampai terharu. Apalagi acara wisuda itu dihadiri 300 tamu undangan dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Perempuan kelahiran Nunukan, 8 Juli 1996 tersebut mengaku, prestasi itu didapatkan dengan cara tidak mudah. “Semuanya butuh perjalanan yang panjang. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Saya tidak langsung seperti ini. Jatuh dan bangun juga sudah saya lalui. Mulai dari SD, SMP, SMA hingga kuliah seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Meah –panggilan Siti Nurul Jameaah- mengungkapkan, ia selalu fokus pada setiap mata kuliah yang diikuti. Juga materi yang disampaikan oleh dosen UBT.

“Setiap mengikuti perkuliah saya selalu menanamkan di otak saya target jika harus fokus dan mengejar IPK 3,8. Apapun mata kuliahnya selalu saya targetkan dengan nilai A,” tegasnya.

Ia sempat terpuruk karena keluarganya jadi korban kebakaran hingga dua kali. “Jadi selama saya kuliah, keluarga telah dua kali terkena musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Sentral Nunukan. Sempat membuat saya down dan tidak ada niat untuk melanjutkan kuliah,” ungkapnya.

Saat kebakaran yang menghilangkan mata pencaharian keluarganya, ia mengaku tidak pernah diberitahu oleh kedua orangtua dan adiknya. Malah ia baru mengetahui dari Facebook.

“Saya tidak pernah dikasih tahu. Malahan saya tahunya dari Facebook. Saya tanyakan ke mereka kenapa tidak memberitahu? Mereka hanya menjawab fokus ke kuliah saja jangan pikirkan yang di sini,” kenangnya.

Namun, kejadian itu pula yang membuat semangatnya untuk menjadi lulusan terbaik kian berkobar. Sebab dorongan orangtua selalu teringat di kepalanya. Saat disuruh tetap melanjutkan kuliah sementara orangtuanya kehilangan sumber ekonomi hingga dua kali.

“Saya rasanya ingin berhenti. Mengingat saya mempunyai dua adik. Orangtua kehilangan mata pencaharian. Biaya kuliah saya cukup besar. Ditambah saya ngekos dan ongkos makan. Tetapi orangtua memotivasi agar tetap lanjut dan membuat saya harus berprestasi. Seperti sekarang ini. Berkat mereka, saya dapat merasakan yang namanya hasil dari usaha,” akunya.

Kini dirinya berencana untuk bekerja dan membantu orangtua. Ia ingin membalas segala hal yang telah diberikan kepadanya selama menempuh kuliah.

“Saya niatnya ingin membantu orangtua dan adik. Karena satu adik saya tahun ini masuk di Universitas Mulawarman, Samarinda jurusan Kedokteran. Maka dari itu saya berencana membantu. Kasihan orangtua jika harus membiayai kami berdua,” ujarnya.

Meski begitu, Meah mengatakan jika ada beasiswa ia akan berusaha melanjutkan ke jenjang strata kedua. Melanjutkan mimpinya.

“Orangtua saya sangat tidak setuju dengan keputusan saya ini. Mereka tetap mendorong saya untuk lanjut ke jenjang S2 hingga cita-cita saya menjadi dosen tercapai. Tapi saya tetap mau membantu mereka mencari nafkah untuk membantu adik-adik saya. Kalaupun ada beasiswa pasti saya lanjut,” ungkapnya.

Tidak sekadar lulus dengan nilai baik. Ia ingin melawan paradigma di masyarakat. Bahwa, perantau jarang yang sukses di Bumi Paguntaka-sebutan Kota Tarakan.

Sebagian mahasiswa perantau selalu beranggapan jika kesuksesan saat kuliah jarang ditemukan. Apalagi yang merantau adalah seorang perempuan. Tapi tidak dengan Meah, ia menentang keras pendapat sebagian mahasiswa tersebut.

“Justru kata-kata itu yang buat saya terus belajar dengan gigih dan ingin membuktikan jika mahasiswa yang merantau itu dapat menjadi terbaik,” ujarnya.

Saat pertama kali masuk kuliah, ia mengaku sempat bergabung dengan salah satu organisasi yang membuatnya lebih percaya diri untuk tampil di tempat umum. Menurutnya dengan bergabung di organisasi itu dapat menunjang untuk lebih berprestasi.

“Ya bisa dibilang untuk berani tampil di depan umum dan menambah percaya diri. Dengan begitu saya bisa melawan rasa takut untuk berpendapat. Terlebih mematikan paradigma tentang mahasiswa perantau,” tegasnya. (*/ade/rio)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 15:37

Mobil Dinas Banyak Rusak, Dinsos Tarakan Paling Mengeluh

TARAKAN – Mobil dinas yang dikembalikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan…

Rabu, 23 Mei 2018 13:55

Ingin Kirim Sabu, Rusdi Digelandang ke Mapolres

TARAKAN - Polres Tarakan kembali mengungkapkan peredaran gelap narkoba diduga jenis sabu-sabu di Pelabuhan…

Rabu, 23 Mei 2018 13:45

Utang Pemkot Tarakan Tembus Rp 280 Miliar

TARAKAN – Utang Pemkot Tarakan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Nilainya pun cukup fantastis.…

Rabu, 23 Mei 2018 13:40

Soal Ini, Malinau dan KTT Sudah 100 Persen

KEPALA Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kaltara Wahyuni Nuzband meminta pemerintah desa untuk…

Selasa, 22 Mei 2018 14:45

Balap Liar Makin Marak

TARAKAN - Sekelompok remaja di Kota Tarakan, kerap melakukan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.…

Selasa, 22 Mei 2018 14:34

Pemkot Tarakan Butuh Rp 50 Miliar

TANJUNG SELOR – Kepala daerah diminta untuk menegaskan regulasi mengenai pencairan Tunjangan Hari…

Selasa, 22 Mei 2018 14:28

Cegah Penyeberan Penyakit MR

PROGRAM imunisasi massal untuk mencegah penyakit measles dan rubella (MR) akan dilaksanakan di Tarakan…

Senin, 21 Mei 2018 16:23

Pemilik Hotel Wajib Lapor Tamu WNA

TARAKAN – Kepala Seksi (Kasi) Informasi dan Sarana Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Tarakan…

Senin, 21 Mei 2018 16:15

WADUH..!! Ada yang Berzakat Pakai Uang Palsu

TARAKAN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan merupakan lembaga pengumpul uang zakat. Namun,…

Senin, 21 Mei 2018 14:52

Cegah Terorisme, Gelar Razia Gabungan

TARAKAN - Guna mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat) di bulan Ramadan dan antisipasi terhadap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .