MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 20 April 2018 14:03
Komitmen Tak Naikan Harga

PROKAL.CO, TARAKAN – Gejolak harga dan ketersedian pangan yang kerap meresahkan masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, membuat pihak terkait mulai mengantisipasi dari sekarang.

Para pengusaha dan distributor kebutuhan pokok pun dikumpulkan untuk menyepakati suatu komitmen tidak adanya lonjakan harga saat bulan puasa dan hari raya nanti. Beberapa hal yang menjadi perhatian serius dalam pertemuan di Kantor BI Perwakilan Kaltara, Kamis (19/4), adalah terkait ketersediaan, serta harga beras maupun elipiji 3 kilogram.

Beras, misalnya. Dalam beberapa bulan masih ditemukan penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah, yakni Rp 9.950 per kilogram untuk beras jenis medium dan Rp 11.500 untuk premium. Begitu pula elpiji 3 kilogram yang masih dijual melebihi HET yang hanya Rp 16.500 per tabung.

“Untuk harga seperti yang sudah kami sepakati sama-sama pengusaha tadi, salah satu tujuan kami memang mengajak mereka untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan ini. Saya kira mereka juga sudah sepakat bahwa untung yang sewajarnya,” ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Tarakan Tajuddin Tuwo usai pertemuan.

Hanya saja, dari kesepakatan itu pihaknya tidak memberikan ancaman sanksi jika ada distributor ataupun pengusaha yang nantinya mencoba menaikkan harga. Justru, kesepakatan ini dibangun dengan harapan munculnya kesadaran masing-masing pelaku usaha agar bersama-sama menjaga kestabilan harga pasar.

Mengenai operasi pasar saat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran Idulfitri, Tajuddin Tuwo belum bisa memastikan. Pihaknya akan melihat dulu kondisi di lapangan, apakah terjadi kelangkaan barang dan lonjakan harga. Jika stok tercukupi dan harga terjaga, tidak ada operasi pasar. Meski demikian, pihaknya akan rutin memantau kondisi pasar nantinya.

Dia hanya menegaskan bahwa stok pangan terbilang cukup untuk mengantisipasi kebutuhan warga saat bulan puasa dan Idulfitri.  Pihaknya sudah meminta laporan setiap distributor akan jumlah barang-barang pangan di masing-masing gudang.

“Kami ada datanya sudah. Artinya, kalau berbicara stok yang dibilang aman ketersediaan di bulan lalu dan yang akan datang seimbang, makanya kami jamin aman,” tuturnya.   

Sementara itu, bagi BI Perwakilan Kaltara adanya komitmen pengusaha maupun distributor untuk tidak menaikkan harga saat puasa dan menjelang Idulfitri, dinilai positif untuk menjaga inflasi agar tetap stabil.

Menurut Kepala BI Perwakilan Kaltara Hendik Sudaryanto, inflasi Kaltara sendiri sejak awal tahun hingga Maret cukup stabil. Inflasi bulan ke bulan (mont to mont) justru menunjukkan deflasi 0,03 persen.

Begitu juga inflasi Maret tahun ini masih lebih baik dibandingkan bulan yang sama, tahun lalu. Sedangkan untuk inflasi dari Januari hingga Maret 2018 hanya 0,5 persen, jauh dari target inflasi nasional 3,5 plus minus 1 persen.

“Kami harap pemerintah daerah dan tim yang terbagung dalam TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) bisa menjaga inflasi yang sudah bagus tahun kemarin di bawah 3 persen,” ujarnya.

Menurutnya, komoditas makanan harus dijaga kestabilan harga maupun stoknya, karena sering menjadi penyumbang terbesar dalam inflasi Kaltara. Apalagi, menjelang Ramadan dan Idulfitri lonjakan harga yang tak terkendali bisa memicu inflasi.

Sementara, sejumlah pengusaha dan distributor telah menyatakan komitmennya untuk tidak menaikkan harga. Salah satu agen elpiji 3 kilogram dari PT Tarakan Mitra Andalan, Iwan Setiawan memastikan bahwa pihaknya akan mengawasi dengan ketat pendistribusian gas bersubsidi dari pemerintah pusat itu. Termasuk keberadaan pengecer yang dianggapnya ilegal.

“Pengecer kami sudah sepakat di luar jalur distribusi alias ilegal. Yang resmi kan cuma pangkalan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Kantor Bulog Sub Divre Tarakan Pengadilan Lubis. Menurutnya, stok beras yang ada di gudang Bulog Tarakan lebih dari cukup. Bahkan, diperkirakannya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltara dalam jangka waktu hingga dua tahun. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 13 Mei 2018 01:08

Jelang Ramadan, Elpiji 3 Kg Langka

TANJUNG SELOR - Menjelang Ramadan, gas elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Bulungan mengalami kelangkaan…

Jumat, 11 Mei 2018 13:43

Antisipasi Lonjakan Harga, Bulog Siap Bantu Operasi Pasar

TANJUNG SELOR - Stok beras yang tersedia di gudang Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) di Jalan Jelarai,…

Jumat, 11 Mei 2018 13:40

Harga Semen Bakal Seragam

TARAKAN – Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disdagkop) Tarakan Tajuddin…

Kamis, 10 Mei 2018 14:28

ADUH..ADUH..!! Gimana Nih, Harga TBS Terus Anjlok

TANJUNG SELOR – Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terus terjadi di Kalimantan…

Kamis, 10 Mei 2018 14:14

Pasokan Elpiji Melon Berkurang

TANJUNG SELOR - Ketersediaan tabung gas elpiji 3 kilogram mengalami kekosongan dalam beberapa hari terakhir,…

Rabu, 09 Mei 2018 16:49

Banyak Penunggak Pajak di Tarakan dan Nunukan

TARAKAN – Potensi pendapatan negara melalui sektor pajak di Kaltara Tarakan dan Nunukan sangat…

Selasa, 08 Mei 2018 13:49

Pelaku UMKM Harus Kreatif

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah…

Senin, 07 Mei 2018 13:22

HIDUP TAMBAH SUSAH..!! Harga Kebutuhan Pokok Perlahan Melonjak

TARAKAN - Jelang Ramadan harga sejumlah bahan pokok di beberapa pasar di Kota Tarakan mengalami…

Senin, 07 Mei 2018 13:01

Masih Stagnan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus menggenjot program food estate yang dicanangkan sejak 2011…

Sabtu, 05 Mei 2018 13:03

Kuatkan Rupiah di Perbatasan, Ini Caranya...

TARAKAN – Adanya undang-undang yang mewajibkan penggunakan mata uang rupiah di wilayah Negara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .